Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
malu malu dengan benda pusaka Aron


__ADS_3

Nuri dan Lina saling menatap, lalu Lina berbisik di telinga Nuri : “Nanti biarkan Aron bermain denganmu dulu, karena kalian berdua sudah bersama terlebih dulu, lagipula saya juga tidak punya pengalaman, saya takut…”


“Lina, kamu memang menyebalkan, saya juga tidak punya pengalaman, saya juga takut, saya ini masih perawan…”


Nuri melangkah maju dan memukul Lina.


“Bukan itu maksudku, kamu salah paham…”


Lina dan Nuri mulai terlibat perdebatan.


Aron melihat keduanya bertengkar dan berkata dengan bingung : “Apa yang kalian lakukan? Cepat tutup mata kalian, setelah kalian melihat benda pusaka itu kalian pasti akan menyukainya.”


Nuri dan Lina yang mendengarnya semakin tersipu, Nuri memutar matanya pada Aron dan berkata : “Bagaimana kamu tahu kami berdua pasti akan menyukai benda jelek itu.


"Benar, kami tidak suka benda jelek itu!”


Lina juga menimpali.


Aron tercengang : “Sama sekali tidak jelek, kalian akan tahu setelah melihatnya, sangat indah…”


Nuri dan Lina masih ingin mengatakan sesuatu tapi Aron langsung maju dan menutup mereka berdua dengan selimut dan berpesan : “Tidak boleh mengintip, kalian baru boleh melihatnya setelah saya mengizinkan!”


Wajah Nuri dan Lina memerah karena malu, mereka hanya bisa mengangguk dengan patuh.


Saat ini mereka hanya bisa mendengar suara detak jantung satu sama lain yang berdebar kencang, bagaimanapun bagi mereka, pertama kali melakukan hal seperti itu pasti akan merasa gugup.

__ADS_1


Melihat Nuri dan Lina yang sudah ditutup dengan selimut, Aron baru mengeluarkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, saat Aron membuka Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dia menemukan pemandangan di dalamnya sudah berubah lagi, saat ini Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil menunjukkan pemandangan bersalju dan beberapa beruang kutub yang sedang berlarian.


“Lantas ini adalah Kutub Utara?” Aron berkata dengan takjub saat melihat pemandangan di Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.


Aron perlahan-lahan menggantungkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil di atas dinding lalu berkata : “Kalian sudah boleh melihat benda pusakanya.”


Aron menarik selimut, tapi Nuri dan Lina memejamkan mata mereka dengan rapat, dan tidak ada yang membuka mata mereka.


“Kalian berdua cepat buka mata kalian dan lihat!” Aron menatap keduanya dengan heran, tidak tahu apa yang terjadi pada mereka berdua.


“Nuri, kamu duluan!” kata Lina.


“Lina, kamu saja yang melihat dulu!” Nuri menggelengkan kepalanya.


Nada bicara Aron menjadi kesal.


​Mendengar Aron mulai marah, keduanya perlahan-lahan membuka mata mereka.


Saat Nuri dan Lina membuka mata mereka, mereka melihat Aron berdiri di hadapan mereka dengan pakaian lengkap, tidak ada perubahan apapun.


“Aron, dimana benda pusaka yang ingin kamu perlihatkan?” Nuri bertanya dengan bingung.


“Bukankah itu tergantung di dinding? Kalian tidak menyadarinya?”


Aron berkata sambil menunjuk Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.

__ADS_1


Lina menatap Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dan bertanya dengan sedikit tidak percaya : “Benda pusaka yang kamu maksud adalah sebuah lukisan?”


​“Tentu saja, kalau tidak kamu kira benda apa?”


Aron mengangguk.


“Saya…” Lina membuka mulutnya tapi tidak tahu bagaimana cara menjawab Aron.


“Aron, apa yang istimewa dari lukisan ini? Apakah itu pemandangan Kutub Utara?”


Saat ini Nuri angkat bicara dan membantu Lina keluar dari percakapan.


“Ini bukan lukisan biasa, coba kalian sebar kesadaran spiritual kalian untuk memeriksa lukisan ini…”


Aron berkata sambil tersenyum.


Lina dan Nuri memancarkan kesadaran spiritual mereka secara bersamaan, dan memeriksa ke arah Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.


Namun saat kesadaran spiritual mereka mendekati Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, langsung tersedot ke dalam.


Saat ini Lina dan Nuri berada di padang es di Kutub Utara, bahkan ada beberapa beruang kutub yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


Ini membuat mereka berdua langsung tercengang.


__ADS_1


__ADS_2