
Orang yang tidak tahu sama sekali tidak akan bisa mengetahui bahwa kedua pria itu pernah hampir terlibat perseteruan.
“Tuan Muda Robi, maaf mengganggu!”
Rein bangkit berdiri dan menangkupkan tangannya.
Robi duduk di kursi utama dan bertanya : “Entah apa yang membawa Tuan Muda Rein datang dari Kota Dawa ke Keluarga Himawan, apakah ada masalah?”
Rein menatap Robi, sebenarnya Robi tahu dengan jelas di dalam hatinya, hanya saja karena Robi bertanya kepadanya Rein juga tidak menyembunyikannya dan berkata : “Tuan Muda Robi, Aron sudah menghancurkan Menara Setan dan melarikan diri dari Kota Letta, saya mengejarnya sampai ke sini.”
“Hanya saja, belakangan ini saya kehilangan jejaknya, namun sekarang Aron muncul dan bahkan membunuh Zaru dari Klan Kehancuran Surgawi , saya percaya kamu juga mengetahui hal ini.”
“Saya tahu Tuan Muda Robi juga membenci Aron, jadi saya ingin membentuk aliansi dengan Tuan Muda Robi dan menyingkirkan Aron itu bersama-sama!”
“Menghancurkan Menara Setan?” Robi yang mendengarnya mengernyitkan keningnya : “Menara Setan adalah artefak kuno, walau Aron memiliki kemampuan juga tidak mungkin bisa menghancurkannya.”
Robi pernah mendengar dari kepala pelayan Keluarga Jota yang menceritakan asal usul Menara Setan, bagaimana mungkin harta karun seperti itu dapat dihancurkan?
Aron seharusnya tidak memiliki kemampuan itu.
“Tuan Muda Robi tidak percaya padaku?” Rein tercengang lalu menjelaskan : “Menara Setan itu memang sudah sedikit runtuh dan sekarang hanya tinggal puing-puing saja!”
__ADS_1
Robi juga tahu bahwa Rein tidak mungkin berbohong padanya, tapi Robi tidak percaya Menara Setan akan hancur begitu saja.
Setelah berpikir sejenak, Robi tiba-tiba angkat bicara : “Saya tahu, Aron pasti sudah mengambil harta karun yang ada di dalam Menara Setan, jadi Menara Setan baru bisa diruntuhkan!”
Karena Menara Setan sangat ajaib, pasti ada harta karun di dalamnya, dan Aron sudah mengambil harta karun itu, jadi Menara Setan dapat dihancurkan.
“Oh?” tatapan mata Rein bersinar : “Harta karun apa?”
Robi menggelengkan kepalanya : “Saya mana tahu, namun saya berani memastikan kalau Aron sudah mengambil harta karun di dalam Menara Setan!”
“Tuan Muda Robi, sekarang Aron memiliki begitu banyak harta karun, selama kita bekerja sama, dan membunuh Aron, maka semua harta karun itu akan menjadi milik kita.”
Rein berkata kepada Robi.
“Arthur dari Aliansi Seni Bela Diri saja tidak bisa melakukan apa pun terhadap Aron, kalau kita bertindak menyerang Aron, maka Tuan Gino pasti tidak akan senang.”
“Tuan Muda Robi, Keluarga Galah berada jauh di Kota Dawa, saya tidak takut pada Tim Penegak Hukum atau apa pun itu, saya bisa terang-terangan melawan Aron, hanya saja saya terlalu sedikit membawa ahli kali ini, jika Tuan Muda Robi bersedia meminjamkan beberapa ahli kepada saya, maka setelah membunuh Aron saya akan membagi rata harta karun itu!”
Rein masih membujuk Robi.
Robi berpikir keras, dan setelah memikirkannya berulang kali, Robi mengangguk : “Baik, saya akan meminjamkan dua orang ahli dengan kekuatan Great Grand Master puncak kepadamu, saya berharap kamu bisa menepati janjimu!”
__ADS_1
“Tentu saja, mana mungkin saya berani menipumu di Kota Dama ini, kecuali saya sudah tidak ingin kembali ke Kota Dawa lagi.”
Rein berkata sambil tersenyum.
“Benar juga, di Kota Dama tidak ada orang yang berani menipuku!”
Robi berkata dengan raut wajah puas.
Rein membawa orang-orangnya pergi, menurutnya dengan kekuatannya sendiri ditambah dua orang ahli dengan kekuatan Great Grand Master puncak, Aron pasti akan mati!
…
Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama!
Setelah hampir sebulan tidak bertemu dengan Aron, Eddyt tampak bersemangat saat bertemu lagi dengannya!
“Tuan Aron, saya dengar kamu membunuh Zaru Ketua Klan Kehancuran Surgawi , benar-benar sangat menyenangkan!”
“Orang itu menyombongkan diri di forum bela diri, jangan ungkit lagi betapa sombongnya dia, sekarang dia sudah dibunuh olehmu, para keluarga dan klan bela diri lainnya di Kota Dama juga mulai menjadi patuh.”
Eddyt berkata dengan raut wajah gembira.
__ADS_1
Aron tersenyum ringan : “Kultivator Iblis, membunuh semua orang yang ditemui, saya bisa membunuhnya juga berkat Kapten Junior…”