Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ilmu Hilang


__ADS_3

“Matilah…”


Tubuh Aron seketika menghilang dan tiba di hadapan Wiwanto sesaat kemudian.


“Teknik Pelindung Tubuh Surgawi…”


Wiwanto berteriak marah, lalu segel di dadanya mulai tidak berhenti berkedip, dan tubuh Wiwanto seketika menjadi sangat keras.


Bam!


Aron menghantamkan sebuah pukulan ganas ke dada Wiwanto.


Tubuh Wiwanto langsung terhempas ke belakang, tubuhnya yang keras mulai retak dan segel di dadanya mulai memudar!


“Bagaimana mungkin?”


Wiwanto menghantam tanah dengan keras, sudut mulutnya mengucurkan darah segar.


Dia tidak percaya, saat ini Aron sudah dapat mengalahkan dirinya dengan begitu mudah.


Perlu diingat beberapa bulan lalu, bagi Wiwanto Aron bahkan tidak lebih dari seekor semut biasa, dan dia bahkan tidak repot-repot menganggapnya serius.


“Kemampuan apa lagi yang kamu miliki?”


Aron menatap Wiwanto dengan dingin, dan tubuhnya memancarkan keinginan membunuh yang ganas.


Wiwanto merasakan niat membunuh dari tubuh Aron, dia tahu dia tidak punya pilihan selain bertarung mati-matian dengan Aron.


“Nak, hari ini di antara kita harus ada yang mati, namun pemuda yang bisa memaksaku hingga sejauh ini, kamu adalah orang pertama…”

__ADS_1


Wiwanto berkata sambil mengangkat kedua tangannya perlahan, dan melafalkan mantra.


Segera setelah itu, wajah Wiwanto mulai menjadi mengerikan, seluruh indra di wajahnya menyatu.


Segel di dadanya memancarkan cahaya dan seketika menyebar ke seluruh tubuh Wiwanto.


Seluruh urat nadi di tubuh Wiwanto menonjol, bahkan urat-urat nadi di keningnya juga terlihat menonjol.


Perlahan-lahan, seluruh tubuh Wiwanto mulai menjadi tembus pandang, dan setiap pembuluh darah terlihat dengan jelas, bahkan aliran darahnya juga dapat terlihat!


Tidak lama kemudian, tidak ada lagi pembuluh darah yang terlihat di tubuh Wiwanto, yang tersisa hanyalah garis-garis yang samar!


“Teknik Tubuh Tembus Pandang ya?”


Aron menatap Wiwanto yang perlahan-lahan menghilang dan mengernyitkan keningnya.


Aron segera menggerakkan sepasang tangannya di udara, sebuah aura yang terlihat oleh mata telanjang seketika menyelimuti sekelilingnya.


Teknik Tubuh Tembus Pandang ini berbeda dengan ninjutsu pendekar Negara Partan, ninjutsu pendekar Negara Partan hanya merupakan teknik ilusi.


Sedangkan Teknik Tubuh Tembus Pandang yang sebenarnya, dapat menyatukan tubuh dan dunia, bahkan menyembunyikan aura seseorang dan tidak memperlihatkan sedikit celah pun.


“Kamu kira saya akan melarikan diri?”


Pada saat ini, suara Wiwanto terdengar di samping telinga Aron : “Kamu terlalu meremehkanku, saya tidak akan pergi kalau tidak membunuhmu…”


“Saya sudah mengatakannya, dengan kemampuanmu yang sedikit itu, tidak akan bisa membunuhku…”


Aron memang sempat kehilangan jejak keberadaan Wiwanto, namun dia tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun.

__ADS_1


Meskipun tubuh Wiwanto menghilang tapi aura Wiwanto masih ada.


​Jika Wiwanto menyerang, maka dia harus menggunakan auranya, kecuali dia tidak menyerang Aron, namun kalau dia tidak menyerang Aron, bagaimana bisa dia membunuhnya?


“Arogan, kalau begitu saya akan menunjukkan kartu As milikku yang sebenarnya kepadamu, meskipun saya tidak bisa membunuhmu, tapi saya bisa menyiksamu sampai mati…”


Wiwanto berkata lalu tiba-tiba mengayunkan tinjunya dengan ganas ke arah Aron.


Aron merasakan aura Wiwanto yang datang dari samping dan menyambutnya dengan satu pukulan!


Bam…


Tanah bergetar, tubuh Wiwanto terlihat lagi secara samar-samar, tapi kemudian kembali menghilang!


​Bam bam bam…


Wiwanto mulai tidak berhenti menyerang Aron!


Aron mampu membalas pukulan Wiwanto dengan tepat.


“Apakah kamu akan menggunakan cara ini untuk menguras energi di tubuhku?” Aron mencibir : “Kalau seperti itu, maka kamu salah besar, energiku sangat melimpah, sedangkan kamu sudah di ujung tanduk…”


Dengan setiap pukulannya, Aron dapat merasakan energi Wiwanto yang melemah!


“Hahaha, energiku seluas lautan, semua yang ada di langit dan bumi, dapat saya gunakan…”


Wiwanto tertawa terbahak-bahak, kemudian pepohonan yang ada di sekelilingnya mulai bergoyang.


​Segera setelah itu, cahaya sejernih kristal yang tidak terhitung jumlahnya melesat keluar dari pepohonan dan berkumpul di tubuh Wiwanto.

__ADS_1



__ADS_2