
Percakapan antara Alfat dan Elder sudah terdengar jelas oleh Danu dan Elen yang berada tidak jauh, meskipun kedua orang itu berbicara dengan suara yang sangat kecil tapi Danu mendengar dengan jelas setiap katanya.
“Paman Danu, sepertinya dua orang itu menyukai Pill mu, siapa mereka?”
Tanya Elen.
“Dari Lembah Pengobatan, tidak disangka pertarungan Aron dan Dika kali ini bahkan menarik perhatian orang dari Lembah Pengobatan.”
Danu berkata dengan ringan.
“Lembah Pengobatan?” Elen sedikit kaget : “Saya pernah mendengar kalau orang-orang dari Lembah Pengobatan ini selalu merasa kalau mereka adalah orang paling hebat, dan merasa dirinya paling benar, dan terus menjaga reputasi mereka yang seperti itu, tapi kenapa mereka juga memiliki niat jahat?”
“Hm!” Danu mendengus dingin : “Di hadapan kekuatan yang absolut, tidak ada yang namanya melakukan hal-hal yang baik dan benar, apakah kamu lupa siapa orang yang memungutmu dan menyerahkan dirimu padaku.”
Raut wajah Elen berubah saat dia mendengar perkataan ini, dan berkata dengan sedih : “Saya ingat Paman Danu berkata kalau Salomo dari Lembah Iblis yang menyerahkan saya padamu.”
Danu mengangguk : “Ada rumor yang beredar di dunia yang mengatakan kalau orang-orang dari Lembah Iblis melakukan segala kejahatan, tetapi Salomo yang melihatmu di jalanan merasa tidak tahan untuk tidak memungutmu dan apa kamu dapat mengatakan kalau Salomo adalah orang jahat?”
Elen menggelengkan kepalanya dan berkata : “Paman Danu, kalau ada kesempatan bisakah kamu membawaku pergi ke Lembah Iblis? Saya ingin bertemu dengan penyelamatku….”
__ADS_1
“Iya, kita bicarakan lagi setelah hari ke lima belas bulan Purnama, mungkin saja pada saatnya saya akan meminta bantuan pada Lembah Iblis, Keluarga King tidak akan melepaskan Aron begitu saja, kalau hanya mengandalkan saya dan Kepala pelayan Liu Khang, sepertinya akan sulit menjaganya dengan baik….”
Danu berkata dan raut wajahnya menjadi semakin serius.
“Paman Danu, sebenarnya siapa identitas asli dari Aron? Kenapa kamu dan Kakek Liu Khang berusaha mati-matian untuk menjaganya?”
Elen bertanya dengan penasaran.
“Sekarang, semakin sedikit yang kamu ketahui semakin baik, dan kamu tidak boleh menggunakan teknik pesonamu dengan sembarangan, jika seseorang yang memiliki niat mengetahui tentang tubuhmu yang terlahir dengan pesona maka kamu akan menderita…”
Danu memperingatkan.
Dan pada saat Danu sedang berbicara dengan Elen, tiba-tiba ada keributan di kerumunan.
“Dika sudah keluar……”
Diiringi dengan suara teriakan seseorang, semua orang melihat ke arah ring secara serempak dan menemukan Dika memimpin di depan dan melompat ke atas ring dengan ringan, di belakang Dika ada sekelompok bawaan Kekuarga Bara yang mengikuti Boyca.
“Wira ini memang sudah mencapai kekuatan Great grand Master, sepertinya dia tidak membual!”
__ADS_1
“Kekuatan Keluarga Bara akan meningkat ke tingkat yang lebih tinggi, apakah kamu tidak lihat semua bawahan Keluarga Bara itu sudah menjadi master, dan di antara mereka bahkan ada Grand Master!”
“Aron yang tidak mencolok ini malah memprovokasi Keluarga Bara yang begitu hebat, bukankah ini cari mati?”
“Aduh, masih muda saja sudah akan mati…”
Semua orang mulai berdiskusi, tapi tatapan mereka tetap tertuju pada ring, mereka tahu setelah Dika naik ke atas ring, maka Aron akan mengikuti, dan mereka ingin melihat penampilan Aron.
Dan saat Dika naik ke atas ring, Aron juga memimpin rombongannya dan berjalan keluar dari ruang tunggu.
Dengan kemunculan Aron, seluruh stadion seperti meledak dan semua orang mengangkat leher mereka untuk mencoba melihat dengan jelas.
“Astaga, pemuda yang berada di depan itu adalah Aron? Anak muda ini bisa dibilang memang berbakat…”
“Bukankah yang mengikuti di belakangnya itu adalah kepala keluarga Keluarga Darmanto, Hendy, dan Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, Eddyt? Sejak kapan mereka mengenal Aron?”
“Pantas saja Aron yang masih muda sudah berani menerima tantangan, ternyata ada orang yang mendukungnya di belakang, tapi walaupun Keluarga Darmanto dan Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama mendukungnya, Dika tidak akan melepaskannya, karena dia sudah membunuh putranya….”
Semua orang tampak terkejut.
__ADS_1