Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kamu Kira Kamu Siapa


__ADS_3

Aron yang mendengar kalau Dika datang ke rumahnya seketika raut wajahnya menjadi dingin.


Dan tepat saat Aron hendak masuk ke dalam villa, Nuri bergegas menarik lengan Aron : “Aron, jangan masuk ke dalam, saya takut……”


Nuri takut Aron akan berkonflik dengan Dika.


“Tenang saja, ada saya disini, tidak perlu takut…..”


Aron menepuk punggung tangan Nuri.


Sekelompok orang itu mengikuti Aron di belakang dan berjalan masuk dengan gagah.


Setelah memasuki villa, di atas sofa ruangan utama, terlihat seorang pria paruh baya yang berjubah abu-abu dengan wajah garang sedang menyeruput teh dengan hati-hati, pria paruh baya itu tidak tinggi tetapi dia memiliki aura yang tenang dan berwibawa, dan pria paruh baya itu adalah Dika.


Di belakang pria paruh baya itu ada dua orang bawahan, Aron yang melirik mereka mengetahui kalau keduanya pasti sudah mencapai master tingkat lima.


“Saya datang untuk menemui Aron, kalau Aron belum pulang, keluar kalian semua, jangan menggangguku….”

__ADS_1


Mendengar suara pintu, Dika berkata dengan dingin tanpa menoleh.


“Ini adalah rumahku, saya rasa yang harus keluar adalah kamu….”


Aron mengernyitkan keningnya.


Mendengar perkataan itu Dika meletakkan cangkir tehnya dan perlahan menoleh ke arah pintu, dan saat dia melihat Aron dia tampak terkejut.


“Kamu adalah Aron?” tanya Dika.


“Benar, saya adalah orang yang membunuh putramu, membunuh keponakanmu dan melukai adikmu, Aron….”


Dan benar saja, saat Dika mendengarnya tiba-tiba amarahnya memuncak dan cangkir teh di depannya pecah, Dika seketika berdiri.


Seluruh ruangan utama langsung diselimuti oleh aura pembunuhnya Dika, aura pembunuh yang mengerikan itu langsung membuat semua orang yang masuk ke dalam villa merasa tertekan.


Aron menatap Dika dan tubuhnya sedikit bergetar dan kekuatan spiritualnya yang agung terpancar dan menyelimuti orang-orang yang ada di belakangnya dan menahan aura Dika.

__ADS_1


Dika yang melihat itu sedikit mengernyit namun dengan cepat menarik kembali auranya.


“Kepala keluarga Keluarga Bara, karena kamu sudah mengeluarkan surat tantangan dan jelas-jelas besok bisa diselesaikan di atas arena, untuk apa kamu datang ke rumahku hari ini? Peraturan di dunia seni bela diri, setelah mengeluarkan surat tantangan, maka tidak boleh melibatkan keluarga….”


Kurniawan bisa dibilang kenalan lamanya Dika, dia mengingat dulu Dika bahkan memanggilnya Paman Kurniawan, karena Kurniawan juga banyak berkontribusi dalam perkembangan Keluarga Bara di Kota Dama.


Namun sekarang, Kurniawan sedang berbicara dengan Dika tapi Dika hanya menatap Kurniawan dengan dingin, jelas-jelas mengabaikannya dan meremehkan Kurniawan.


Meski Dika tidak berbicara, tapi salah satu bawahan di belakang Dika melangkah maju : “Kepala keluarga kami melakukan apapun tidak perlu ditentukan oleh tua bangka sepertimu….”


Perkataan bawahan Keluarga Bara itu membuat Indrawan kesal hingga wajahnya memerah, mengingat dulu jangankan bawahan Keluarga Bara, walau Dika sebagai kepala keluarga juga tidak berani berbicara seperti itu padanya, tapi sekarang sudah berubah, bahkan seorang bawahan dari Keluarga Bara juga berani membentak Kurniawan.


Kurniawan marah tapi dia tidak berani mengatakan apapun, karena sekarang keadaan sudah berbeda dan Keluarga Prata sedang terpuruk, dia tidak mempunyai kekuatan untuk melawan Keluarga Bara.


“Kamu kira kamu siapa? Kalau bukan karena bantuan kakekku dulu, Keluarga Bara tidak akan ada apa-apanya….”


Lina melihat kakeknya yang menahan emosi menjadi marah, dan langsung memukul bawahan dari Keluarga Bara itu.

__ADS_1


Dengan kekuatan Lina, di depan bawahan Keluarga Bara yang sudah mencapai tingkatan master dia hanya seperti anak berusia tiga tahun, melihat Lina berani turun tangan ke arahnya, bawahan Keluarga Bara itu menyeringai dan raut wajahnya tampak penuh kejijikan.



__ADS_2