
Lalu akhirnya seekor binatang raksasa dengan tinggi lebih dari sepuluh meter menampakkan ujung kepalanya dan di atas kepala itu terlihat Baga yang sedang menungganginya.
Setelah binatang raksasa itu muncul, dia berenang dengan cepat ke arah daratan.
Aron akhirnya mengerti kenapa Baga melompat ke dalam laut.
Ternyata dia masih memiliki kartu andalan terakhirnya, tahu bahwa di dalam laut ada seekor binatang raksasa.
Kemungkinan besar binatang raksasa ini dikembangbiakkan oleh dia.
Melihat Baga yang sudah melarikan diri, Aron menarik nafas panjang lalu melompat.
Tubuhnya seketika membuat jejak ombak putih di permukaan laut!
Meskipun binatang itu sangat cepat, tapi tetap berhasil dikejar oleh Aron dengan cepat.
Melihat Aron yang mengejarnya, tatapan mata Bagas dipenuhi dengan ketakutan!
“Aron, kita tidak memiliki dendam apa pun, bagaimana kalau kamu melepaskan saya?”
Baga berkata pada Aron.
“Melepaskanmu?”
Aron mencibir : “Jika melepaskanmu, maka jiwa orang-orang yang mati tragis di tanganmu tidak akan pernah bisa beristirahat dengan tenang…”
Setelah selesai bicara, Aron melayangkan tamparannya ke arah Baga.
Baga yang melihat itu menekan satu telapak tangannya ke kepala binatang raksasa itu, sedangkan tatapan mata binatang buas itu memancarkan cahaya iblis di matanya dan jelas dia sedang dikendalikan oleh Baga.
Segera setelah itu, ekor binatang raksasa itu keluar dari air dan langsung menampar ke arah Aron.
Bam!
__ADS_1
Binatang raksasa itu sangat kuat, setelah menyerang Aron dengan satu pukulan, tubuh Aron terlempar ke belakang dengan cepat.
Aron melayang di atas air, menatap binatang itu dengan tatapan membeku!
Saat binatang itu menyerangnya tadi, Aron tahu bahwa binatang raksasa ini sudah menghasilkan Pil Hewan Buas, dan kekuatannya sudah sebanding dengan Great Grand Master tingkat lima.
Jika seorang ahli bela diri dengan kekuatan Great Grand Master tingkat lima bertarung dengan binatang raksasa ini, maka pasti akan kalah.
Karena walau berada di tingkatan yang sama, tapi siluman binatang seperti ini jauh lebih kuat daripada manusia.
Hanya saja, siluman binatang tidak memiliki pikiran dan juga tidak memiliki strategi bertarung.
Ekspresi panik Baga menghilang setelah melihat Aron yang terhempas oleh pukulan siluman binatang itu.
“Hahaha, Aron, kamu mungkin kuat di daratan tapi di dalam air kekuatanmu akan berkurang, kamu sama sekali bukan tandingan binatang raksasaku ini.”
“Sekarang kalau kamu melepaskanku, maka saya tidak akan mengganggumu lagi, kalau tidak maka kita berdua akan bertarung hingga mati-matian…”
“Hanya seekor siluman kecil, kamu juga ingin mengandalkannya untuk bernegosiasi denganku? Sama sekali tidak layak…”
Aron berkata lalu mengulurkan tangan kanannya ke udara, lalu Pedang Naga muncul di tangannya.
Bilah Pedang Naga itu terbakar oleh api!
Dan seluruh tubuh Aron mulai memancarkan cahaya keemasan seperti seorang dewa dari kahyangan!
Melihat adegan ini, raut wajah Baga langsung menjadi jelek.
Sedangkan binatang raksasa itu juga tampak takut pada Aron dan tidak berani bergerak maju lagi.
“Antarkan nyawamu…”
Aron melompat tinggi dengan Pedang Naga di tangannya.
__ADS_1
Energi pedang yang tajam membuat gelombang setinggi beberapa meter di atas laut.
Melihat hal ini, Baga segera mengendalikan binatang raksasa itu dan juga melompat keluar dari permukaan air.
Ekor raksasanya kemudian menyapu ke arah Aron.
Aron mengayunkan Pedang Naga di tangannya, lalu ekor binatang raksasa itu seketika putus dan menodai lautan dengan darah!
Binatang raksasa itu meraung-raung lalu menghantam permukaan air dengan keras.
Tubuh Baga juga jatuh dari kepala binatang itu dan binatang raksasa itu mencoba melarikan diri ke dalam air!
Tubuh Aron melesat dari udara ke dalam air, dan Pedang Naga menembus tubuh binatang itu dalam satu gerakan cepat.
Pedang Naga kemudian membelah tubuh binatang raksasa itu dan sebuah Pil Hewan Buas yang jernih mengapung di tengah perairan!
Aron mengambil Pil Hewan Buas dengan satu tangannya dan memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanan.
Sedangkan Baga dengan putus asa mengerahkan energi Qi nya untuk melarikan diri.
Aron menyeringai, lalu Pedang Naga melesat dari tangannya!
Bam bam…
Pedang Naga itu menyayat tubuh Baga lalu kembali ke tangan Aron.
Sedangkan tubuh Baga langsung terbelah dan jatuh ke dalam air dengan keras.
Beberapa ekor ikan hiu berenang menghampiri dan langsung melahap potongan tubuh Baga hingga bersih.
Kebaikan dan kejahatan pasti ada balasannya, hanya saja terkadang waktunya belum tiba…
__ADS_1