
Robi tiba-tiba mengayunkan pedang di tangannya!
Pedang itu langsung menebas leher tiga bawahannya.
Tiga bawahan itu bahkan tidak sempat bersuara dan langsung jatuh tersungkur ke tanah.
Melihat tiga orang yang sudah mati itu, Robi menyeka darah di pedangnya.
“Jangan salahkan saya, saya tidak ingin ada orang lain yang tahu tentang hal ini, jadi hanya orang mati yang dapat menjaga rahasia…”
Robi berkata lalu menyeret tubuhnya yang terluka kembali ke kediaman Keluarga Himawan!
Alasan dia membunuh semua bawahannya adalah karena dia ingin menuduh masalah ini kepada Aron.
Selain dia, tidak boleh ada orang lain yang tahu.
Robinm yang tiba di rumah, tidak berhenti dan segera menyuruh orang untuk mengambil mayat Rein dan beberapa bawahan Keluarga Galah, lalu dia membawa mayat mereka kembali ke Keluarga Galah secara langsung.
…
Keesokan harinya, Aron dan Lina masih enggan berpisah, dan menuju ke Lembah Iblis bersama dengan Danu.
Alfat mengutus seseorang untuk pergi bersama Danu, karena Danu sekarang adalah orang biasa dan tidak mempunyai kekuatan.
Sesampainya di Lembah Iblis, Danu masih harus kembali kemari, jadi Alfat takut Danu akan bertemu dengan bahaya.
Lembah Iblis, berada di tengah-tengah antara dua gunung besar.
Dari kejauhan, lembah ini terlihat seperti garis langit yang sangat kecil.
Tapi saat masuk ke dalamnya, akan menemukan sebuah ruang yang sangat besar, dan banyak gua batu alami.
__ADS_1
Lingkungan di Lembah Iblis jauh lebih buruk daripada Lembah Pengobatan, sebagian besar penduduknya juga tinggal di dalam gua batu.
Aron dan yang lainnya terus berjalan selama tiga hari sebelum akhirnya mencapai batas dari Lembah Iblis!
Di sisi lain, Robi telah tiba di kediaman Keluarga Galah dengan membawa mayat Rein!
Perlu diingat, Keluarga Galah juga merupakan salah satu keluarga terbesar di Kota Dawa.
Tris sebagai kepala keluarga sudah mencapai ranah Master Guru.
Namun Tris adalah penggemar seni bela diri, meskipun dia sudah tidak terkalahkan di Kota Dawa, dia tetap tidak berhenti berlatih.
Dia selalu mengasingkan diri, jadi sangat sulit bagi Rein untuk bertemu dengan ayahnya.
Sedangkan semua masalah di Keluarga Galah diserahkan Tris kepada adiknya, Gera.
“Tuan Kedua, di luar ada orang yang ingin bertemu!”
Pada saat ini, kepala pelayan Keluarga Galah berjalan masuk ke dalam ruang utama dan berkata pada Gera.
“Dia mengatakan dia adalah Robi dari Keluarga Himawan di Kota Dama, mengantar Tuan Muda pulang.”
Kepala pelayan berkata dengan tergesa-gesa.
Mendengar hal ini, Gera langsung berdiri dan berkata dengan jengkel : “Rein ini, setiap hari selalu keluyuran, bahkan batang hidungnya tidak terlihat selama berhari-hari.”
“Kali ini, dia keluar selama berhari-hari sampai kakakku yang keluar dari pengasingan selama dua hari juga tidak bisa bertemu dengannya!”
“Kali ini saya harus memberinya pelajaran dengan baik.”
Gera berjalan keluar dengan buru-buru bersama dengan kepala pelayan.
__ADS_1
Namun saat Gera baru berjalan keluar, dia melihat banyak orang yang sedang berkerumun di depan mobil.
“Minggir, minggir, Tuan Kedua sudah datang…”
Kepala pelayan berteriak dengan keras dan kerumunan orang ini baru bergegas memberi jalan.
Pada saat itu, Robi turun dari mobil dan menyapa Gera.
“Tuan kedua, ini adalah Robi dari Keluarga Himawan di Kota Dama…”
Kepala pelayan berkata kepada Gera.
Gera mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Robi sambil bertanya : “Tuan Muda Robi, di mana Rein? Suruh dia keluar.”
Robi yang mendengar itu tiba-tiba matanya memerah dan air mata mengalir di wajahnya.
“Paman Gera, saya yang bersalah, saya tidak bisa menjaga Tuan Muda Rein dengan baik…”
Perkataan Robi membuat Gerald seketika tercengang.
Setelah itu Gera segera membuka pintu mobil dan melihat Rein yang sudah tidak lagi bernyawa, tergeletak di kursi belakang.
“Keponakan…”
Melihat Rein yang sudah meninggal, Gera berteriak dan tiba-tiba pandangannya menjadi gelap lalu pingsan.
“Tuan Kedua…”
Kepala pelayan bergegas membawa Gera kembali ke dalam ruangan.
Sedangkan mayat Rein dan beberapa bawahan Keluarga Galah juga diangkat masuk ke dalam.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Gera baru siuman dan saat melihat mayat Rein yang dibaringkan di ruang utama, dia mulai menangis tersedu-sedu.