
Nuri dan dua gadis lainnya yang melihat senyuman cabul dari Tommy hampir muntah, hanya saja Nuri masih menahan diri dan berkata : “Kartu kamar ini adalah milik kami, dia malah merebutnya…”
Tommy yang mendengarnya langsung melirik kartu kamar yang ada di tangan pria berjas itu dan tiba-tiba tersenyum : “Adik kecil tenang saja, saya akan mengambilkannya untuk kalian!”
Setelah Tommy selesai bicara, dia mengedipkan mata ke bawahannya yang ada di sisinya.
Bawahan Tommy mengangguk, lalu menatap pria berjas itu dengan penuh kesombongan dan berkata : “Tinggalkan kartu kamar itu…”
“Saya yang meminta kartu kamar ini?”
Pria berjas itu berkata dengan nada tenang.
“Hentikan omong kosongmu bajingan, saya menyuruhmu meninggalkan kartu kamar itu!”
Bawahan Tommy berkata dengan tegas wajahnya dipenuhi dengan kesombongan.
Pria berjas itu menatap bawahan Tommy lalu menatap Timmy dan mengabaikannya, lalu berbalik dan hendak pergi, orang yang ada disini sudah semakin banyak, pria berjas itu takut ada orang yang mengetahui kalau dirinya adalah kultivator iblis.
Melihat pria berjas itu mengabaikan dirinya, bawahan Tommy mengernyitkan keningnya dan bergegas maju selangkah untuk menghalangi jalan pria berjas itu.
“Saya bilang, tinggalkan kartu kamar itu, kamu tuli ya?”
Bawahan Tommy mengernyitkan keningnya dan berteriak dengan tegas.
__ADS_1
“Minggir!”
Pria berjas itu seketika menjadi marah.
Bawahan Tommy tidak menyangka orang itu akan begitu bersikeras dan berani memakinya, perlu diketahui reputasi Lembah Tanpa Bayangan sudah terkenal, tapi malah ada orang yang berani berbicara seperti itu padanya?
Apalagi dirinya sudah mencapai ranah Grand Master tingkat lima, mana mungkin dia membiarkan orang memakinya?
Melihat betapa sombongnya pria berjas hitam itu, Tommy juga mengernyitkan keningnya, raut wajahnya menjadi suram, ternyata ada orang yang berani tidak memberi muka kepada dia, benar-benar pantas mati!
Bawahan Tommy melihat raut wajah Tuan Mudanya yang menjadi jelek tahu kalau dia sudah mempermalukan Tommy, sepertinya dia akan dihukum saat kembali nanti, jadi dia berteriak dengan marah dan mengulurkan tangannya untuk meraih pria berjas hitam itu.
Kekuatan Grand Master tingkat lima juga tidak bisa diremehkan.
“Tommy, anak buahmu akan segera dikalahkan ya?”
Roddy melirik pria berjas itu lalu tersenyum pada Tommy.
Roddy sudah bisa merasakan tingkatan kultivasi pria ini tidak rendah, meskipun dia sengaja menyembunyikan auranya, Roddy masih bisa merasakannya.
“Bercanda ya, bawahanku semuanya sudah berada di tingkatan Grand Master tingkat lima, bagaimana mungkin dia bisa kalah!”
Tomjy mencibir.
__ADS_1
Roddy melihat Tommy yang tidak peduli juga tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya tersenyum dan memperhatikan.
Melihat lawannya menyerang, pria berjas itu menunjukkan raut wajah dingin, dan wajahnya seketika meringis dan tubuhnya bergejolak karena marah.
Meskipun dia takut identitasnya akan terungkap, pria berjas itu sudah menahan diri tapi sekarang pihak lawan terus memprovokasi dirinya, mana mungkin dia tidak marah.
Saat bawahan Tommy menyerangnya, pria berjas itu juga menghantamkan sebuah pukulan.
Kekuatannya sudah mencapai puncak Grand Master.
Pada saat ini, tingkatan pria berjas itu terungkap dan Roddy tidak bisa menahan keterkejutannya, tidak disangka ada seseorang yang berada di tingkatan yang sama dengan dirinya, dan melihat usianya juga sepertinya tidak jauh berbeda dengannya.
“Hati-hati!” Seorang lelaki tua di samping Tommy melihat pihak lain menyerang, dan kekuatannya sudah mencapai puncak Grand Master segera memperingatkan.
Bam!
Namun sudah terlambat, pihak lawan menghantamkan tinjunya dengan keras pada tubuh bawahan Tommy.
Bawahan Tommy berteriak kesakitan dan tubuhnya terhempas, lalu menabrak kabin dengan keras.
Seteguk darah segar menyembur, raut wajah bawahan Tommy menjadi pucat pasi seperti orang mati.
Bawahan Tommy yang lainnya melihat adegan ini juga langsung mengepung pria berjas hitam itu.
__ADS_1