
“Tuan Aron salah paham, sebenarnya saya tidak meracuni kalian, pacarmu tidak sadarkan diri karena terkena mantra saja, saya hanya perlu mencabut mantra itu, dan pacarmu akan sadar dengan sendirinya…”
Raden segera menjelaskan.
Aron yang mendengar itu kemudian mengerti kenapa dia tidak dapat menemukan racun di dalam tubuh Lina, bahkan Alfat dan yang lainnya juga kehabisan cara.
Ternyata karena memang tidak terkena racun, melainkan terkena mantra dan tidak sadarkan diri!
“Kalau begitu kamu cabut mantra itu sekarang!”
Aron mendesak.
“Tuan Aron, di mana pacarmu? Saya perlu bertemu dengan pacarmu untuk bisa membuka mantra itu.”
Tanya Raden.
“Ada di hotel bintang lima milik Keluarga Jota, kamu ikut denganku, jika mantranya dicabut dan Lina masih belum bangun, maka saya akan membuat Keluarga Jota menghilangdari seluruh Alhas.”
Aron berkata dan menatap Raden dengan dingin.
“Tuan Aron, jangan khawatir, setelah saya pergi saya jamin pacarmu akan segera bangun…”
Raden segera meyakinkan.
Raden dan Aron bergegas menuju ke hotel, dalam perjalanan keluar, Raden mengedipkan mata kepada kepala pelayan, Paman Martin.
__ADS_1
Saat Aron tiba di hotel bersama dengan Raden, alih-alih membantu Aron mencabut mantra Lina, Raden malah duduk di lobi hotel dan menyeruput tehnya, raut wajahnya yang merendahkan diri hilang, digantikan dengan sedikit kesombongan!
Aron mengernyitkan keningnya : “Raden, apa maksudmu?”
Raden berkata dengan bangga : “Tidak bermaksud apa-apa, ingin saya membantu mencabut mantra pacarmu, boleh saja, tapi kamu harus menyerahkan harta karun yang ada padamu, lalu Kristal Naga yang ada di dalam tubuhmu, serahkan semuanya padaku, saya akan mempertimbangkan untuk membantumu atau tidak.”
Aron tercengang dan matanya menyipit, aura pembunuh mulai keluar dari tubuhnya : “Raden, kamu sedang cari mati…”
Aron berkata lalu berjalan menerjang ke arah Raden.
“Saya cari mati atau bukan, kamu bisa menonton video ini terlebih dulu…”
Raden berkata lalu dengan santai mengambil remote control lalu menyalakan monitor yang ada di lobi!
Tatapan mata Lina dipenuhi rasa panik dan tidak berhenti bertanya siapa dua orang yang sedang menahannya ini!
Aron melihat adegan yang ada di monitor, aura pembunuh di dalam tubuhnya seketika naik ke puncak dan menatap Raden dengan sepasang matanya yang merah!
“Kamu tidak perlu melihatku seperti itu, kalau tidak ingin pacarmu mati, maka serahkan dirimu dengan patuh!”
Raden tidak peduli dengan kemarahan Aron sama sekali.
Kemarahan di tubuh Aron mulai memudar dan akhirnya menjadi tenang.
Saya bisa memberikan apa saja yang kamu inginkan, tapi saya harus bertemu dengan pacarku dulu sebelum memberikannya…”
__ADS_1
Aron berkata dengan ringan.
“Tidak masalah, ikut denganku…”
Raden mematikan video dan membawa Aron kembali ke manor!
Saat memasuki manor, dia membawa Aron ke bagian belakang dari manor, luasnya mencapai ribuan hektar dan tidak terlihat ujungnya.
Dua orang itu berjalan hingga tiba di depan sebuah vila yang sudah usang, lalu berhenti!
Dilihat dari bentuk dan dinding dari bangunan dengan tinggi sepuluh lantai ini, diperkirakan sudah berusia puluhan tahun.
Aron tidak mengerti kenapa Raden menyisakan sebuah bangunan usang di manornya.
Raden berdiri di ambang pintu dan mulai bergumam, pintu besi yang berat itu tiba-tiba terbuka dengan perlahan.
Saat Aron berjalan masuk dengan Raden, dia baru menyadari bangunan usang ini menyimpan rahasia lain!
Terlihat ornamen berlapis emas di mana-mana, dan banyak patung Buddha berwarna emas.
Sekilas, tempat itu terlihat sangat mewah.
Dua orang itu berjalan masuk, dan pintu besi berat yang ada di belakang mereka tertutup, sebuah aura kuno yang misterius langsung menembus masuk ke dalam tubuh Aron dan menyegel Dantian di dalam tubuh Aron!
__ADS_1