
Setelah berbicara, sosok Hasan menghilang dalam sekejap, dan aura menakutkan kembali mengarah ke arah Aron.
“Saya juga ikut...” Canon yang melihat itu melompat tinggi dan mengarah ke arah Aron.
Canon awalnya tidak ingin menyerang, karena Hasan bisa membunuh Aron, dia juga bisa bersantai, tapi saat mendengar Hasan mengatakan kalau pedang di tangan Aron adalah pedang pusaka, Canon tergoda.
Kalau dia membunuh Aron, dia bisa mendapatkan pedang itu untuk dirinya sendiri, dia percaya Hasan tidak akan melawannya hanya karena sebuah pedang, karena tidak semua orang sama seperti Aron yang tidak takut pada Yayasan Hanura.
“Tuan Aron...”
Melihat dua orang itu menyerang Aron bersamaan, Jekson dan Lyla menerjang duluan, mereka jelas tahu akan mati tapi mereka tetap maju.
Disusul oleh Nely yang tidak ragu-ragu sedikitpun, lalu Basri dan Mars.
Di antara mereka, Basri adalah yang paling kuat, kekuatannya mencapai Grand Master tingkat lima.
Namun meskipun memiliki kekuatan seperti itu, tidak bisa dibandingkan dengan Great Grand Master, ini adalah dunia yang berbeda.
“Minggir kalau tidak mau mati, orang yang tetap tinggal disini akan mati...”
Hasan melihat ada orang yang benar-benar membantu Aron seketika meraung marah.
__ADS_1
Kemarahan seorang Great Grand Master bukanlah sebuah lelucon.
Para ahli bela diri dari Aliansi Bela Diri saling menatap, lalu berbalik dan kabur secepat mungkin.
Pada saat ini, Aron menunjukkan tanda-tanda kegagalan, kalau mereka tetap tinggal maka mereka akan mati.
Dihadapkan dengan kematian, semua orang itu kabur, sejak awal mereka tidak memiliki hubungan dengan Aron, alasan mengapa mereka merekomendasikan Aron menjadi Ketua Aliansi Bela Diri, adalah agar mereka bisa mendapatkan manfaat, sekarang Aron diburu, mereka saja sudah sulit untuk melindungi diri mereka sendiri, jadi mereka juga tidak perlu memuji Aron lagi.
Puluhan orang itu bergegas melarikan diri, pada akhirnya hanya tersisa Rey dan Kevin, Wanto dari Kungfu Delapan Mata Angin dan dua muridnya yang tetap di tempat, mereka tidak kabur, tapi juga tidak memiliki keberanian untuk menyerang, karena kekuatan mereka sama sekali tidak cukup untuk bertempur dalam pertempuran seperti ini.
Saat ini, Jekson, Lyla dan Nely berhadapan dengan Canon, meskipun tiga lawan satu, tapi ketiga orang itu sama sekali bukan lawan Canon, baru bertemu saja ketiganya sudah dihempaskan oleh serangan Canon, namun mereka juga berhasil menghalangi sosok Canon.
Sedangkan Basri dan Mars, langsung menghalangi Hasan, menghadapi kekuatan Great Grand Master, kakek dan cucu dari Keluarga Darmanto itu seperti mantis yang mencoba menghentikan mobil, mereka melakukan sesuatu yang sia-sia, namun meskipun begitu, mereka tetap menghadang di depan tanpa ragu-ragu.
Hasan tidak membunuh mereka, bagaimanapun pihak lain adalah anggota Keluarga Wijaya dari Kota Dama, sedikit banyak Hasan masih merasa takut.
“Kalau berani menghalangiku lagi, akan kubunuh...”
Hasan berteriak dengan marah.
Aron melihat beberapa orang yang dipukul hingga terhempas ke tanah, tatapan matanya perlahan memerah dan nyala api di Pedang Naga di tangannya menjadi lebih kuat.
__ADS_1
“Mundur kalian semua, saya tidak mengizinkan kalian untuk maju dan membantu lagi...”
Arin berkata dengan ekspresi datar.
“Tuan Aron...”
Jekson dan Lyla menunjukkan raut wajah yang sangat jelek, mereka sudah jelas terluka tapi mereka tidak mau mundur.
“Mundur…”
Aron meninggikan suaranya, tidak ada keraguan dalam nada bicaranya.
Jekson dan Lyla hanya bisa saling memapah lalu mundur.
Nrly serta kakek dan cucu dari Keluarga Darmanto juga menatap Aron, lalu akhirnya menghela nafas dengan tidak berdaya dan mundur.
Walau mereka berjuang dengan mempertaruhkan nyawa mereka, sepertinya mereka juga tidak bisa membantu Aron, karena perbedaan kekuatannya terlalu besar.
Saat ini, Canon kembali maju saat melihat Pedang Naga di tangan Aron, cahaya dingin melintas di matanya, tiba-tiba roh jahat menyerang dan roh jahat itu seketika berubah menjadi rantai yang melilit sepasang kaki Aron.
Sedangkan sosok Canon juga bergerak bersamaan, dengan kecepatan kilat dia langsung muncul di hadapan Aron dan mengulurkan tangannya untuk meraih Pedang Naga milik Aron.
__ADS_1