Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mematahkan petir Surgawi


__ADS_3

Mata Devin menyipit : “Kamu terlalu meremehkan formasi ini, terakhir kali karena kecerobohanku kamu bisa kabur, kali ini saya tidak akan melepaskanmu.”


“Benarkan, kalau begitu saya ingin mencobanya lagi!” Aron mengangkat alisnya.


“Kalau begitu saya akan mengabulkan permintaanmu…”


Devin berkata lalu berteriak dengan keras : “Formasi pengorbanan…”


Disusul dengan suara Devin, empat Great Grand Master Keluarga Tanu saling menatap lalu meraih pedang pendek di tanah dengan ganas dan energi dari empat Great Grand Master itu mengalir dengan cepat dan diserap oleh formasi itu.


Energi yang diserap oleh formasi itu semuanya masuk ke dalam tubuh Devin, dan formasi itu sepertinya menjadi bagian dari tubuh Devin.


Tidak lama kemudian empat Great Grand Master dari Keluarga Tanu terjatuh ke tanah, daging dan darah di tubuh mereka seperti tersedot dan membuat mereka menjadi mayat kering.


“Hahaha…sekarang saya mau melihat apakah kamu masih bisa sesombong itu…”


Devin tertawa terbahak-bahak, lalu melayangkan tamparannya dan aura yang menakutkan menyeruak!


Bam!


Kekuatan yang begitu luar biasa langsung menghantam tubuh Aron, Aron terhempas ke udara seperti layang-layang putus.


​Banyak sisik-sisik di tubuh Aron yang memancarkan cahaya keemasan rontok akibat tamparan ini!


“Hm, saya sudah mengatakan, di dalam formasi ini saya adalah Tuannya…”


Melihat Aron yang terhempas oleh tamparannya, Devin berkata dengan bangga.

__ADS_1


Sekarang dia sudah menyerap energi dari empat Great Grand Master, dan kekuatan Devin sudah setara dengan Great Grand Master puncak.


“Tuan?” Aron perlahan bangkit, sisik-sisik yang rontok dari tubuhnya secara mengejutkan mulai tumbuh lagi, dan cahaya keemasan di tubuhnya masih bersinar dengan terang.


Melihat Aron yang baik-baik saja, Devin seketika terkejut.


“Kamu…bagaimana kamu masih bisa berdiri?”


Raut wajah Devin berubah drastis, tamparannya tadi sudah menggunakan energi dari lima orang Great Grand Master, tapi masih tidak bisa membunuh Aron.


“Saya akan menunjukkan padamu, apa itu Tuan yang sebenarnya…”


Aron mengangkat Pedang Naganya dengan tinggi, sebuah nyala api keluar dari Pedang Naga dan membuat suara mendesis di ratusan meter sekelilingnya.


Melihat aura yang meledak dari tubuh Aron, Devin diam-diam berteriak gawat, hatinya tiba-tiba merasakan perasaan yang tidak enak.


Devin mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan seluruh formasi mulai bergetar hebat, diikuti dengan kumpulan awan hitam yang berkumpul di tengah-tengah formasi itu, di awan hitam itu bahkan ada petir yang menyambar dari waktu ke waktu!


“Sambaran Petir Surgawi…”


Devin berteriak keras, jurus Sambaran Petir Surgawi itu adalah serangan terkuat dari formasi sihir ini!


Namun setelah serangan ini, formasi akan langsung menghilang!


Kalau serangan ini tidak bisa membunuh Aron, maka Devin tidak akan memiliki kartu lain maupun andalan.


Sebuah petir melesat melintasi udara dan menghantam ke arah Aron!

__ADS_1


“Lihatlah bagaimana saya akan menghancurkan formasi ini…”


Pedang Naga milik Aron terangkat tinggi ke udara dan petir langsung menyambar Pedang Naga di tangan Aron!


Saat ini Aron seperti dewa surgawi yang menggunakan Pedang Naga di tangannya untuk mengendalikan Petir Surgawi.


“Bam…”


Aron melotot dan menebaskan pedangnya dengan ganas.


Bam!


Satu tebasan ini seperti petir surgawi yang bergemuruh, energi pedang yang sangat besar langsung menebas ke awan hitam yang ada di udara!


Dua kekuatan yang begitu besar bertabrakan dan memancarkan cahaya yang menyilaukan!


​Saat cahaya itu menghilang, awan hitam yang ada udara juga menghilang, formasi yang menyelimuti sekelilingnya juga sudah menghilang!


“Bagaimana ini bisa terjadi?


Devin sangat kaget, ini adalah serangan terkuat dari formasi mantra, dan sudah diwariskan turun temurun oleh leluhur Keluarga Tanu, kekuatan serangannya sangat besar, bagaimana mungkin Aron bisa menghancurkannya dengan satu tebasan?


Devin bergegas melihat empat pedang pendek yang ada di tanah, dan saat melihatnya, hati Devin langsung putus asa!


Dia melihat empat pedang pendek itu sudah hancur berkeping-keping dan tidak akan bisa membentuk formasi lagi!


Kali ini, Devin tercengang, dia benar-benar tercengang.

__ADS_1


__ADS_2