
Saat ini Aron sedang berbaring di kursi malas, dan menikmati waktu luangnya yang langka!
“Tuan Aron, ini adalah Kapten Robet dari Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, dia datang kemari atas perintah dari Ketua Detasemen Eddyt!”
Mars berjalan ke arah Aron dan membungkuk sedikit lalu berkata!
Sejak Aron membunuh Tronton dan Roy, sikap Mars terhadap Aron menjadi lebih hormat lagi!
Aron mengangguk lalu duduk, dan pada saat ini seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahunan dengan wajah acuh tak acuh dan berambut pendek datang, dia melirik Aron lalu memalingkan wajahnya dan berkata tanpa menatap Aron : “Saya mendapatkan perintah dari Ketua Detasemen, untuk menjemputmu dan pergi ke Barat Daya bersama, waktu kami terbatas dan harus berangkat sekarang!”
“Kapten Robet, sekarang hari sudah sore, lagipula Tuan Aron belum bersiap-siap, apa tidak bisa menginap satu malam dulu di Kota Sanur?”
Mars bertanya kepada Kapten Robet.
“Tidak bisa, perintah yang saya dapatkan hanyalah menjemputnya untuk pergi ke Barat Daya bersama, saya tidak mendapatkan perintah untuk menginap dan menunggu!”
Setelah Kapten Rober selesai berbicara, dia berbalik dan berjalan menuju mobil, tapi saat dia berbalik dia bergumam pelan : “Seorang Tuan Muda dari Keluarga Darmanto sekarang malah menjadi bawahan orang lain!”
“Kamu……” Mars menjadi marah tapi Kapten Ribet itu sudah kembali ke dalam mobil!
“Tuan Aron, menurutmu…….” Mars menatap Aron dengan tatapan bertanya.
“Saya akan berganti pakaian, lalu berangkat!” Aron bangkit berdiri dan pergi berganti pakaian, dia menelpon Nuri untuk berpamitan dan masuk ke mobil bersama dengan Mars!
“Maaf, mobil kami sudah penuh, kalian menyetir saja sendiri!”
__ADS_1
Kapten Robet menurunkan jendela mobilnya dan berkata dengan dingin!
Bisa dilihat kalau Kapten Robet ini sedikit emosi karena diminta untuk datang menjemput Aron pergi ke Barat Daya bersama, hanya saja karena ini adalah perintah dia tidak bisa membantah!
Aron hanya tersenyum ringan : “Mars, kamu yang mengemudi!”
Mars mengangguk lalu mengemudi mobilnya sendiri dan membawa Aron pergi ke Barat Daya!
Empat mobil melaju menuju arah barat daya, dan langit sudah menjadi gelap, tapi Kapten Robet sepertinya tidak berencana untuk berhenti dan beristirahat.
“Tuan Aron, apa yang harus kita lakukan? Robet ini adalah pria yang sembrono, kalau bukan karena kekuatannya yang kuat, dia pasti sudah tidak bisa bertahan di Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama sejak awal, tidak ada orang yang menyukainya…..”
Melihat mobil di depannya sama sekali tidak berhenti untuk beristirahat, Mars bertanya pada Aron.
Aron berkata dengan enteng.
“Itu tidak perlu, hanya perjalanan seperti ini bukan apa-apa!” Mars menggelengkan kepalanya!
Mobil melaju kencang sepanjang malam dan mulai memasuki daerah barat daya, jalanan yang berkelok-kelok ada di mana-mana dan Mars menguap lalu mengucek matanya dengan kuat!
“kalau sudah lelah biar saya saja yang menyetir!”
Aron berkata pada Mars.
“Tuan Aron, tidak masalah, saya masih bisa bertahan!”
__ADS_1
Mars membuka matanya dengan paksa dan berkata.
Aron yang melihat ini meletakkan tangannya di pundak Mars, dan energi spiritual dialirkan ke dalam tubuh Mars, dan membuat rasa ngantuk Mars seketika hilang dan dia menjadi bersemangat!
Pada saat ini Mars sedikit kaget, tampaknya yang dikatakan oleh kakeknya tidak salah, Aron memang seorang kultivator, barusan Mars merasakan kalau tubuhnya menjadi santai untuk sementara waktu dan rasa mengantuknya pun hilang, dia tahu kalau Aron pasti memasukkan kekuatan abadinya pada tubuhnya, dan memikirkan hal ini membuat Mars merasa lebih bersemangat!
Matahari perlahan terbit, dan sudah mulai muncul di arah timur, tetapi mobil Robet yang ada di depan masih belum berhenti untuk beristirahat, mereka bahkan tidak makan!
“Orang-orang ini, apakah mereka terbuat dari besi?” Mars berkata dengan marah.
Dan tepat saat Mars selesai berbicara, tiba-tiba sebuah mobil Mercedes Benz memotong mobil mereka dari belakang dengan mendadak!
Mars terkejut dan segera mengerem mobilnya untuk menghentikan mobilnya, ini adalah jalanan pegunungan, di samping mereka merupakan tebing, kalau mobil itu sampai menabrak mereka dan membuat mobil mereka jatuh ke tebing, maka mereka tidak akan selamat!
“Sialan, bagaimana cara dia mengemudi!” Mars berteriak dengan marah!
Tapi mobil itu terus melaju ke depan dengan berbelok-belok, lalu melaju menuruni tebing!
Melihat ini Aron bergegas membuka pintu mobil dan sosoknya berjalan menuju Mercedes Benz itu!
Bam…..
Suara keras terdengar dan arah Mercedes Benz itu berubah, sepertinya dia menabrak gunung yang ada di sisi jalan lalu berhenti!
Mars bergegas keluar dari mobil, dia melihat Aron sedang berdiri di sisi tebing dan barusan Aron meninju mobil itu dan mengubah arah laju mobil!
__ADS_1