
Keluarga King adalah keluarga konglomerat yang tersembunyi, delapan puluh persen dari anggota keluarga mereka adalah ahli bela diri, dan banyak dari mereka yang memasuki jalur kultivasi abadi, sedangkan ibu Aron sebagai putri kedua dari Keluarga King sudah menerima pendidikan terbaik sejak kecil, karena ibu Aron, Intan terlahir dengan kecerdasan alami, kekuatannya tumbuh dengan sangat cepat dan Kepala Keluarga King juga sangat menyukai ibunya Aron.
Namun seiring dengan bertambahnya usia, saat ibu Aron, Intan menginjak usia dua puluh tahunan dan sedang dimabuk cinta, dia bertemu dengan seorang pria di luar dan menjalin hubungan lalu Intan pun hamil.
Tidak disangka, pria itu langsung menghilang saat Intan sedang hamil, meninggalkan Intan yang sedang hamil dan melahirkan Aron seorang diri.
Kakek Aron yang mengetahui kalau putrinya hamil di luar nikah dan melahirkan anak tersebut, lalu si pria yang juga melarikan diri, menjadi sangat marah, dia mengutus orang untuk membawa ibu Aron kembali ke Keluarga King!
Hanya saja, melihat putri kesayangannya sendiri serta cucunya yang begitu imut, kakek Aron tidak menghukum Intan, hanya saja karena kemarahannya di awal kejadian membuat kesehatannya memburuk dan terbaring di tempat tidur.
Di saat kakek Aron terbaring di tempat tidur, kakak pertama dari ibu Aron, Naveen King, diam-diam meracuni ayahnya untuk membuat kakek Aron mati lebih cepat, dan dia bisa mewarisi segala sesuatu milik Keluarga King.
__ADS_1
Namun pada akhirnya, ibu Aron menyadari hal ini, sayangnya semuanya sudah terlambat, kakek Aron sudah diracuni dan pada saat-saat terakhirnya, dia menyerahkan segel Keluarga King kepada ibu Aron.
Sedangkan, setelah ibu Aron membawa Aron menemui ayahnya untuk terakhir kalinya, dia melarikan diri dari Keluarga King, namun Naveen segera mengetahuinya dan menuduh kalau ibu Aron-lah yang meracuni ayahnya dan mengutus orang untuk menangkap Aron dan ibunya.
Di antara orang-orang yang diutus untuk menangkap ibunya Aron, terdapat Liu dan Danu, mereka mengejar selama dua hari dua malam dan mengepung ibu Aron di dekat Kota Sanur, dimana pada akhirnya ibu Aron dibawa kembali ke Keluarga King, dan Aron sudah dibuang oleh ibunya sendiri di pinggir jalan sejak awal untuk menghindari dia dibawa kembali ke Keluarga King.
Setelah ibu Aron ditangkap dan Naveen mendapatkan segel Keluarga King, tapi dia tidak melepaskan ibunya Aron begitu saja, dia menyiksanya setiap hari seolah ingin mencari tahu sesuatu dari mulutnya ibu Aron.
Saat mengatakan kalau ibunya Aron masih disiksa setiap hari hingga saat ini, Liu tiba-tiba berhenti dan disusul dengan suara tercekat serta isak tangis, Danu juga menangis tersedu-sedu dengan wajah penuh penyesalan.
“Kalau saya kami melepaskan Nona kedua waktu itu, dia tidak akan mengalami siksaan yang dia alami saat ini…” Liu menangis kencang, wajahnya penuh dengan air mata.
__ADS_1
Sepasang tangan Aron mengepal dengan erat, meskipun dia belum pernah bertemu dengan ibunya sendiri, tapi saat mendengarkan hal ini, Aron merasa marah hingga tubuhnya sedikit gemetar.
“Lalu bagaimana kalian bisa menemukanku?” Aron bertanya sambil menatap Liu.
Saat ini, sedikit kebencian terlihat dalam tatapan mata Aron.
Perkataan Liu memang benar, kalau saat itu mereka tidak menangkap dan membawa kembali ibunya, maka ibunya tidak akan mengalami siksaan seperti itu.
Liu menatap mata Aron yang dipenuhi dengan kebencian lalu menghela nafas panjang: “Selama bertahun-tahun, sebenarnya saya sangat bingung kenapa Nona kedua meracuni Tuan Besar, saya tidak percaya pada hal itu, jadi tiga tahun yang lalu saya diam-diam pergi ke tempat dimana Nona kedua ditahan dan menemuinya, Nona kedua kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya pada saya, Tuan Besar ternyata diracuni oleh anak durhaka itu, Naveen, dan Nona Kedua juga memberitahukan tempat dimana dia meninggalkanmu, meminta saya mencarimu dan melihat apakah kamu masih hidup.”
Liu menarik nafas, menyeka air matanya dan melanjutkan perkataannya: “Seni Konsentrasi Jiwa yang saya wariskan kepadamu, lalu Cincin Pusaka Naga yang kamu kenakan saat ini, bukan milik saya, saya mendengar Nona kedua mengatakan kalau ini adalah peninggalan ayahmu, sebagai tanda cinta kasihnya kepada Nona kedua…”
__ADS_1