
Kalau Dika meledakkan dirinya maka mereka yakin Aron tidak akan bisa bertahan.
Namun seorang grand master berusia dua puluh tahunan benar-benar bisa membunuh seorang Great Grand Master, sepertinya ini mungkin merupakan pertarungan paling seru yang ada di dunia seni bela diri, ini adalah pertarungan dimana yang lemah menang melawan yang kuat dan pertarungan dengan kekuatan yang berbeda.
Tidak ada orang yang bisa membayangkan kalau Aron bisa membunuh Dika, dan bagaimana caranya menghentikan Dika yang hendak meledakkan diri.
“Kakak pertama…….”
Boyca yang melihat Dika sudah berubah menjadi mayat kering bergegas maju dan para bawahan Keluarga Bara juga melangkah maju.
“Aron, saya akan membunuhmu……..”
Boyca menatap Aron dengan marah dan menerjang ke arah Aron seperti orang gila.
Aron tidak bergerak, sebaliknya Alfat yang ada di sampingnya langsung menampar Boyca dan membuatnya terhempas.
“Apa kamu tidak mendengar apa yang sudah saya katakan?”
Alfat menatap Boyca dengan dingin : “Kalau kalian ingin mati, maka saya tidak akan segan-segan turun tangan….”
Perkataan Alfat membuat Boyca yang kehilangan akalnya seketika menjadi tenang.
Dia memerintahkan orang untuk membawa mayat Dika, Boyca menatap Aron dan Alfat dengan marah : “Keluarga Bara pasti akan mengingat perhitungan ini, dendam ini pasti akan saya balaskan, dan kalian Lembah Pengobatan, Keluarga Bara tidak sudi menghirup udara yang sama dengan kalian…..”
Setelah Boyca selesai bicara, dia membawa rombongannya pergi sedangkan Alfat sama sekali tidak memperdulikan ancaman Boyca.
__ADS_1
“Aron, kamu tidak apa-apa kan?”
Saat ini, Nuri bertanya pada Aron dengan cemas.
Aron menggelengkan kepalanya : “Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah….”
“Kalau begitu saya akan memapahmu untuk pergi beristirahat….”
Nuri yang mendengar Aron sudah lelah bergegas memapah Aron dan hendak pergi.
“Saudara Aron, sepertinya setelah pertarungan ini reputasimu akan menyebar di dunia bela diri, tapi jangan khawatir Lembah Pengobatan akan selalu menjunjung tinggi aturan di dunia bela diri, dan tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuka hati mereka, kalau saudara Aron punya waktu, saya berharap kamu bisa datang ke Lembah Pengobatan dan kita bisa saling belajar tentang alkimia….”
Alfat berkata dengan sopan pada Aron.
Aron mengangguk : “Baik, kalau ada waktu saya pasti akan pergi mencari Tetua Alfat….”
“Kalau begitu saya akan menunggu saudara Aron di Lembah Pengobatan…..”
Setelah berkata, Alfat membawa Elder pergi.
Aron juga kembali ke villa Perumahan Bumi Indah bersama dengan rombongannya.
Dan tepat setelah pertarungan antara Aron dan Dika berakhir, di ribuan mil jauhnya di barat daya, Desa Poison.
Raja Pouson sedang menyaksikan pertarungan itu melalui video.
__ADS_1
DI hadapan Raja Poison, lima orang Pengurus Desa Poison sedang berdiri.
“Raja Poison, meskipun Ada ron kelihatannya tidak kuat, tapi tubuhnya sangat kuat dan hampir kebal terhadap semua racun, dan ulat bonekaku juga dibunuh olehnya….”
Pengurus Utama berkata dengan suara pelan.
Hanya saja Raja Poison tidak mengatakan apapun, dia menatap erat Aron yang ada di layar dengan tatapan penuh keserakahan….
“Kalau bisa mengubah tubuh ini menjadi Raja Mayat, maka akan menjadi tidak terkalahkan…”
Raja Poison berkata dengan semangat dan sepasang matanya tampak membara.
Lima Pengurus yang mendengar itu melihat satu sama lain, dan akhirnya menundukkan kepala mereka dan tidak ada yang berani menjawab.
Aron baru saja membunuh Dika yang sudah menjadi seorang Great Grand Master, Raja Poison malah masih menginginkan tubuh Aron, perlu diketahui kalau kekuatan Raja Poison juga hanya mencapai puncak Grand Master saja, dan dia belum bisa melangkah ke ranah Great Grand Master setelah berkultivasi selama bertahun-tahun.
Hanya saja, Desa Poison memiliki keahlian menggunakan racun, jadi walau kekuatan mereka lemah masih bisa diwakilkan dengan keahlian menggunakan racun, sedangkan tubuh Aron kebal terhadap racun, dan hampir semua jenis racun tidak bisa melukainya, jadi tampaknya tidak ada cara lain yang bisa.
Lima Pengurus itu tidak berani memprovokasi Aron, karena mereka masih ingin hidup beberapa tahun lagi, jadi mereka semua menundukkan kepalanya dan tidak berani berbicara.
Raja Poison melihat lima Pengurusnya tidak berbicara, dia juga tidak marah sebaliknya dia malah mengambil sebuah serangga terbang dari dalam pot tanah liatnya dan melemparkannya.
Serangga terbang itu terbang dengan cepat dan setelah beberapa saat seorang gadis yang mengenakan pakaian serba hitam dan anggun masuk.
“Ayah angkat, kamu mencariku….”
__ADS_1
Wanita itu bertanya sambil berlutut di depan Raja Poison.