Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pertarungan Hidup Dan Mati


__ADS_3

Merasakan aura pembunuh dari tubuh Aron, Wiwanto tidak berani melambat, tubuhnya bersinar dengan cahaya putih samar, dan menggertakkan giginya sambil berkata : “Kamu terus memprovokasiku berulang kali, hari ini kalau saya tidak membunuhmu, bagaimana saya bisa meyakinkan publik ke depannya?”


Aron tidak memedulikan Wiwanto, kekuatan Naga Ilahi melingkar di atas kedua tinjunya dan auman naga yang memekakkan telinga kembali terdengar, aura di tubuh Aron juga meningkat.


Tubuh yang bersinar dengan cahaya keemasan itu meledakkan kekuatan yang tidak ada habisnya!


Bam bam bam…


Aron langsung melemparkan tiga pukulan berturut-turut, masing-masing pukulannya dilintasi oleh seekor naga emas, hembusan angin kencang bersiul dan membuat udara bergetar!


“Cari mati…”


Wiwanto yang melihat hal itu segera mengayunkan tinjunya dengan keras untuk melawan, setiap tinjunya bagaikan sebuah meriam yang melaju kencang, dan menghantam tinju Aron dengan keras!


Bam bam bam…


Suara-suara ledakan membuat langit dan bumi hancur, jalanan bergemuruh, dan gelombang energi yang tidak berujung langsung menjungkirbalikkan orang-orang yang ada di tribun.


Great Grand Master tingkat puncak memanglah Great Grand Master tingkat puncak, kekuatan August memang sudah hampir mendekati Great Grand Master puncak tapi jika dibandingkan dengan Wiwanto, kekuatannya masih kalah!


Aron menggertakkan giginya, kekuatan spiritual di tubuhnya digunakan seolah-olah itu gratis, satu pukulan demi satu pukulan dilayangkan, dan auman naga terus bergema di langit, mengguncang hati semua orang!


Wiwanto mengernyitkan keningnya, energi di tangannya juga tidak berhenti diayunkan, tidak perlu waktu lama, keringat dingin sudah bercucuran di kening Wiwanto!


Sebaliknya, Aron seolah sudah menggila, seekor naga emas melayang di atas kepala Aron, dan setiap pukulannya terdengar suara auman naga!


Namun saat ini, cahaya keemasan di tubuh Aron sudah semakin redup, dan auman naga tidak lagi memekakkan telinga.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, sudah belasan tinju dilayangkan, naga emas yang melayang di atas kepala Aron menghilang dan kekuatan Naga Ilahi terkuras karena Aron yang menggunakannya dengan putus asa, kekuatan spiritual yang ada di dalam Dantian Aron juga sudah mengering!


Bertarung melawan August dan Wiwanto secara berturut-turut, membuat Aron sudah hampir tidak bisa bertahan meskipun dia memiliki lebih banyak kekuatan spiritual!


Namun pada titik ini, tubuh Wiwanto juga bergoyang, dan jelas dia juga sudah kehabisan energinya.


“Ah…”


​Aron menggunakan sisa terakhir dari energi spiritualnya, dan melayangkan sebuah pukulan!


Tubuhnya akhirnya tidak mampu menopang lagi dan setengah berjongkok di atas lantai, keringat dingin membasahi keningnya!


Wiwanto terpukul mundur oleh pukulan itu, raut wajahnya menjadi sangat pucat dan bernafas dengan terengah-engah.


Saat ini raut wajah Wiwanto terlihat garang dan tatapan matanya dipenuhi dengan keinginan membunuh!


“Aron ini juga terlalu kuat bukan?”


Semua orang menatap Aron dengan kaget!


​Dia seorang diri bertarung melawan August dan Wiwanto secara berurutan, dan saat ini dia juga sudah berhasil menguras energi yang ada di dalam tubuh Wiwanto!


“Matilah…”


Mata Aron sudah memerah, lalu dia mengamuk dan menyerang Wiwanto seperti seekor banteng!


Aron yang sudah kehabisan kekuatan spiritual mengandalkan tubuhnya yang kuat untuk melawan Wiwanto, walau harus menggunakan giginya untuk menggigit, dia juga akan membalaskan dendam Nuri!

__ADS_1


Melihat Aron yang menerjang dengan gila, Wiwanto menggertakkan giginya dan menggunakan energi terakhirnya untuk memukul pundak Aron dengan keras!


Krek…


​Suara tulang hancur yang nyaring terdengar, pundak Aron langsung hancur oleh pukulan itu, namun Aron tidak berhenti, dia menggunakan kepalanya untuk menghantam kepala Wiwanto dengan keras!


Pertarungan yang buas dan tidak mementingkan nyawa ini, membuat semua orang merinding!


Kepala Wiwanto langsung terbentur dan berdarah, wajahnya berlumuran darah dan sangat menyeramkan saat dilihat!


Sambil menyeka darah dari kepalanya, Wiwanto seketika mengamuk!


“Saya akan membunuhmu…”


Wiwanto berteriak marah, sebagai Kepala Dewan Aliansi, semua orang sangat menghormatinya, mana pernah dia dipermalukan seperti ini!


Sedangkan saat ini Wiwanto benar-benar mempermalukannya di hadapan banyak orang.


Dan membuat dia harus bertarung dengan Aron seperti orang bodoh!


“Saya juga akan membunuhmu…”


Mata Aron membelalak dan penuh dengan kemarahan, saat ini dia sudah siap bertarung dengan nyawanya.


Wiwanto menggigit ujung lidahnya dengan keras, darah menyembur keluar dan diikuti dengan aura di dalam tubuh Wiwanto yang mulai meningkat.


__ADS_1


__ADS_2