Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Kagumi Hanna


__ADS_3

Aksi Ichiro Watanabe ini langsung membuat semua orang tercengang, bahkan Aron juga tidak menyangka bahwa dalam menghadapi hidup atau mati Ichiro Watanabe akan begitu tidak berdaya.


Bagaimanapun Ichiro Watanabe adalah seorang master pedang, juga seorang Great Grand Master, sekarang dia tiba-tiba berlutut di hadapan ribuan orang.


Jika berganti menjadi orang biasa, pasti tidak akan bisa melakukannya, tapi Ichiro Watanabe malah melakukannya, saat ini dia sedang berlutut di tanah dan berteriak : “Saya mengaku kalah, saya mengaku kalah…”


“Hahaha, menyenangkan sekali, akhirnya Ichiro Watanabe juga bisa menjadi seorang cucu kecil hari ini!”


“Luar biasa, Aron ini memang luar biasa, seorang pemuda yang baru berusia dua puluh tahunan bisa mengalahkan Ichiro Watanabe!


"Instruktur Aron luar biasa, Instruktur Aron luar biasa…”


Baik para penonton maupun anggota Detasemen Perlindungan Hukum semuanya berteriak kegirangan.


Hanya perwakilan Negara Partan yang raut wajahnya tampak seperti baru memakan kotoran!


“Aron ini, cukup menarik juga…”


Tatapan Hanna pada Aron mulai berubah.


Audrey juga menatap Aron dengan kagum dan rasa hormat, tidak lagi terlihat menghina dan meremehkan seperti sebelumnya.


​Apalagi yang paling dikagumi oleh orang-orang negara Kree adalah kekuatan, sekarang Aron sudah menunjukkan kekuatannya, ini membuat Audrey sangat kagum.

__ADS_1


Saat itu, di atas ring yang sudah menjadi puing-puing, Aron menatap Ichiro Watanabe yang berlutut dan mengakui kekalahannya, hanya bisa menarik kembali tinjunya dengan tidak berdaya.


“Cuih…”


Aron meludah dengan kejam ke arah Ichiro Watanabe, lalu perlahan kembali ke arah timnya.


“Tuan Aron…”


Eddyt menyambutnya dengan penuh semangat!


Aron menggunakan satu tangannya dan bertumpu pada bahu Eddyt, tiba-tiba sekujur tubuhnya ditopangkan pada bahu Eddyt.


Eddyt seketika mengerti, dan segera menggunakan tangannya untuk menopang Aron dan membawanya kembali dengan perlahan.


Setelah kembali ke tim, Aron dikelilingi oleh anggota Detasemen Perlindungan Hukum dan mereka semua tidak sabar untuk segera mengangkat Aron.


“Selamat…”


Hanna menatap Aron dan mengulurkan tangannya.


​“Terima kasih!” Aron menjabat tangan Hanna.


“Aron, maaf, saya sudah meremehkanmu…”

__ADS_1


Audrey berjalan ke hadapan Aron dan meminta maaf padanya.


Aron hanya tersenyum tipis dan tidak menyalahkan Audrey atas penghinaan yang dia lakukan sebelumnya!


Sementara pihak Detasemen Perlindungan Hukum bersorak, di pihak Negara Partan suasana terasa begitu hening, Ichiro Watanabe bangkit berdiri dan menyeka ludah dari wajahnya dan berjalan kembali.


Mata Ichiro Watanabe berkilat dengan niat membunuh, meskipun dia sudah berlutut dan mengakui kekalahannya, tapi ini hanya tindakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


​Di kediaman Keluarga King, Naveen mendapatkan berita tentang kemenangan Aron dalam kompetisi, namun tidak ada ekspresi senang ataupun sedih di wajahnya!


“Teflon, kalau kamu bertarung satu lawan satu dengan Aron, apakah kamu punya keyakinan bisa menang melawannya?”


Naveen bertanya dan menoleh pada Teflon.


Teflon ragu-ragu sejenak lalu menggelengkan kepalanya : “Saya juga tidak yakin…”


​Jika sebelumnya, Teflon akan menganggukkan kepalanya tanpa ragu-ragu, dia bahkan tidak menganggap Aron serius.


Tapi hari ini, Teflon tidak yakin, karena Aron adalah orang yang dapat mengalahkan Ichiro Watanabe.


Naveen menatap Teflon lalu berkata : “Kalau kamu benar-benar bertarung satu lawan satu dengan Aron, dan kamu tidak bisa menandinginya, apa kamu tahu kenapa?”

__ADS_1


__ADS_2