
Aron menuliskan teknik pelatihannya sendiri selama semalam dan menyerahkannya kepada Albert keesokan harinya, dia meminta Albert untuk melatih pasukannya sesuai dengan arahan dalam catatannya, lalu Aron berencana pergi ke Lembah Pengobatan dan meminta Alfat untuk membuatkan beberapa pil obat untuk membantu latihan para anggota Detasemen Perlindungan Hukum, lalu dia akan membuat Salep Giok Hitam untuk mengurangi penderitaan Jekson dan Lyla.
“Tuan Aron, bagaimana kalau saya pergi bersamamu, sekarang banyak orang yang sedang mengincarmu di Kota Dama, meskipun kekuatanku tidak bisa membantumu tapi dengan statusku di sini, tidak akan ada orang yang berani benar-benar mencelakaiku…”
Saat Eddyt tahu kalau Aron bersiap pergi ke Lembah Pengobatan untuk mengambil pil obat untuk para anggota Detasemen Perlindungan Hukum, merasa sedikit khawatir.
“Ketua Eddyt, saat ini kompetisi internasional sudah di depan mata, sebaiknya kamu tetap di Detasemen Perlindungan Hukum, saya bisa berangkat sendiri, tenang saja…”
Aron berkata dan tersenyum.
“Kalau begitu, Tuan Aron segera telepon saya jika terjadi sesuatu, di Kota Dama saya memiliki koneksi yang baik…”
Eddyt yang bisa menjadi Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama memiliki beberapa cara dan koneksi, jika tidak mana mungkin dia bisa mendapatkan jabatan seperti ini.
“Baik!” Aron mengangguk.
Namun saat Aron hendak berjalan keluar dari Detasemen Perlindungan Hukum, tiba-tiba dia berhenti dan menoleh untuk bertanya pada Eddyt : “Ketua Detasemen Eddyt, apakah kamu tahu dimana Lembah Tanpa Bayangan?”
__ADS_1
“Tuan Aron, kamu mau pergi ke Lembah Tanpa Bayangan?” Eddyt bertanya.
“Saya berteman dengan Khu Tang, Pemilik Lembah Tanpa Bayangan, dan berniat untuk mengunjunginya…”
Aron dan Khu sudah berpisah selama satu bulan lebih, setelah mengetahui Lembah Tanpa Bayangan adalah salah satu cabang dari Istana Naga Langit, dan berada di bawah komandonya, Aron ingin pergi melihat-lihat, lalu pergi ke Lembah Pengobatan dan mengambil beberapa pil obat untuk Lembah Tanpa Bayangan.
Eddyt menunjukkan lokasi Lembah Tanpa Bayangan kepada Aron, di tengah-tengah daerah pegunungan di luar kota Dama, dan Lembah Tanpa Bayangan berada di sana.
Aron mengikuti arahan Aron dan tiba di Lembah Tanpa Bayangan, saat melihat bangunan megah di depannya yang berdiri di lahan seluas puluhan ribu meter persegi, Aron terkejut, dia tidak menyangka Lembah Tanpa Bayangan begitu mewah, tapi saat melihat kediamannya, dia tahu kekuatan Lembah Tanpa Bayangan sangat kuat, pantas saja walau Tommy tidak memiliki kekuatan, tidak ada orang yang berani menyinggungnya.
Aron berjalan ke depan pintu dan menemukan dua orang bawahan dari Lembah Tanpa Bayangan sedang berdiri di kiri dan kanan pintu masuk, ada dua lembar kertas putih di kedua sisi pintu, serta sebuah kain putih yang menggantung di atas daun pintu, raut wajah dua penjaga itu juga terlihat sedih.
Aron melihat pemandangan di depannya dan merasa tidak enak dalam hatinya, dia tahu pasti ada yang terjadi, karena hanya rumah yang mengalami duka kematian yang akan menggantung kain putih seperti itu di pintu.
Dua orang penjaga itu melihat Aron lalu seketika menjadi panik dan menghunuskan senjata mereka, salah seorang diantaranya bertanya : “Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Saya adalah teman dari pemilik Lembah kalian, apa yang terjadi dengan lembah kalian ini?”
__ADS_1
Aron bertanya dengan cemas.
“Teman pemilik lembah?” Penjaga itu mengernyitkan keningnya : “Karena kamu teman dari pemilik lembah, bagaimana mungkin tidak tahu apa yang terjadi pada lembah kami, katakan, apakah kamu mata-mata yang diutus oleh Klan Petir atau Keluarga Tanu?”
Dua orang penjaga itu sudah mengeluarkan pedang mereka dan bersiap untuk menyerang.
“Saya sudah bilang, saya adalah teman pemilik lembah kalian, kalau kalian tidak percaya, kalian bisa melapor kepada pemilik lembah kalian dan katakan Aron sudah datang, lalu laporkan juga kepada Tuan Muda kalian.”
Aron bergegas menjelaskan.
“Aron? Kamu adalah Aron?”
Seorang penjaga menatap Aron yang ada di depannya dengan heran.
“Benar! Saya adalah Aron!” Aron mengangguk dengan bingung.
“Tunggu sebentar, saya akan segera melapor…”
__ADS_1
Penjaga itu segera melesat ke dalam villa.
Tidak lama kemudian, penjaga itu kembali dan yang mengikuti penjaga itu keluar bersama adalah Tommy.