Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tuan Muda Yang Arogan


__ADS_3

“Benar, benar, benar, kakak kedua sekarang sudah menjadi makhluk abadi, mana bisa dibandingkan dengan bocah seperti Aron itu, kakak kedua ingin membunuhnya hanya cukup menggerakkan jari saja, biarkan saja si Aron itu hidup beberapa hari lagi…”


Boyca mulai memuji-muji kakak keduanya sendiri.


Di saat ini, sekelompok pria tiba-tiba menerobos masuk, pemuda yang memimpin menyapu kerumunan dengan tatapan meremehkan.


Kemudian seorang pria di belakang pemuda itu maju selangkah dan berdehem: “Tuan Muda Roddy Tanu telah tiba, semuanya keluar, kami sudah memesan seluruh tempat ini…”


Mendengar nada bicara orang itu, seolah seorang kaisar sedang melakukan perjalanan di zaman dahulu kala, orang lainnya harus menyingkir.


Melihat pemandangan di hadapan mereka, semua orang mendengus, bagaimanapun mereka yang datang kemari untuk makan merupakan para ahli bela diri, bukan orang biasa, dan banyak keluarga besar di antara mereka, bagaimana mungkin mereka bisa ditakut-takuti oleh perkataan seperti itu.


Meski banyak orang yang mencibir namun raut wajah Raul tiba-tiba sedikit berubah.


“Ayo kita pergi…” Raul berkata pada Boyca.


“Kakak kedua, apa yang kamu takutkan? Siapa orang itu?”


Boyca menatap Raul dengan bingung.


Bagaimanapun Keluarga Bara bisa dianggap sebagai keluarga besar di Kota Dama, apalagi Raul bahkan sudah memasuki Klan Keluarga Bara, mempraktikkan ilmu keabadian, bagaimana mungkin dia bisa takut pada seorang Tuan Muda Roddy.


Terlebih lagi, Boyca bahkan belum pernah mendengar tentang keluarga Tantra, di kota Dama juga sepertinya tidak ada keluarga hebat seperti itu.

__ADS_1


“Diam…” Raul memelototi Boyca, lalu bangkit berdiri dan berjalan keluar.


Boyca yang melihat itu hanya bisa membawa para bawahannya pergi.


Saat Raul melewati pemuda itu, pemuda itu mau tidak mau menatap Raul dua kali.


Meskipun orang-orang dari Keluarga Bastian sudah pergi, tapi orang lainnya tetap tidak mau bergerak, dan tidak berniat untuk pergi.


Melihat itu, raut wajah pemuda itu menjadi dingin, dan bawahannya yang tadi melangkah maju seketika meledakkan auranya, dan dalam sekejap seluruh restoran menjadi seperti gua di pegunungan es dan membuat orang merasakan kedinginan yang menusuk hingga ke tulang.


Saat ini, banyak raut wajah orang-orang yang berubah drastis, lalu bergegas pergi, hanya dengan auranya saja mereka sudah tahu kalau pihak lain adalah master dan bukan seseorang yang bisa mereka singgung.


“Great Grand Master?”


Perlu diingat orang-orang yang bisa mencapai ranah Great Grand Master mana yang bukan merupakan seorang Tuan, bagaimana mungkin bisa menjadi seorang bawahan?


Dalam sekejap, semua orang yang ada di dalam restoran melarikan diri dan hanya menyisakan seorang Aron yang duduk di sudut ruangan menunggu makanannya dalam diam.


Pihak lain melihat Aron yang tidak mau pergi membelalak, dan sebuah ledakan aura langsung diarahkan kepada Aron.


Aron menundukkan kepalanya sedikit, seolah tidak menyadari kalau pihak lawan sedang menyerangnya.


Namun saat aura itu tiba di hadapan Aron, Aron seolah memiliki penghalang dari udara tipis di sekelilingnya dan langsung menghalangi aura itu.

__ADS_1


Brag brag brag…


Aura yang terhalang menghantam meja yang ada di sekitar, dan membuat meja itu hancur berkeping-keping dalam sekejap.


Kali ini, pihak lain seketika tercengang, sepasang matanya menatap Aron dengan tidak percaya, dan sepasang mata Tuan Muda Robby juga sedikit tertuju pada Aron.


“Tuan, ini makananmu…”


Saat ini, pelayan yang tadi menerima uang Aron datang dengan membawa hidangan yang sangat mewah.


Namun saat melihat restoran yang tadinya sangat ramai saat ini sudah kosong dan hanya tersisa beberapa orang, membuat pelayan itu sedikit terkejut.


“Letakkan saja makanannya, kamu sudah boleh pergi…”


Aron berkata dengan ringan kepada pelayan itu.


“Oh, baik baik baik…”


Pelayan itu melihat meja dan kursi yang hancur berantakan di tanah bergegas menganggukkan kepalanya.


Bekerja di sini, dia tahu kerap ada orang yang berkelahi dan menimbulkan masalah, dan saat melihat pemandangan itu, sepertinya ada orang yang berkelahi lagi, agar dirinya tidak tertimpa kesialan pelayan itu bergegas meletakkan lauknya lalu segera pergi.


__ADS_1


__ADS_2