Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Paksa Tunduk


__ADS_3

“Ada apa? Apa yang terjadi? Malam-malam begini kenapa kamu menyuruh kami pergi?”


Istri Rael menatap Rael dengan bingung.


“Jangan bertanya, saya sudah mengatur semua yang harus diatur untukmu.”


“Lalu, kalian bawalah segel ini, simpan yang baik jangan sampai jatuh ke tangan orang lain.”


“Dengan adanya segel ini, Keluarga Dayo akan selalu ada!”


Rael mengeluarkan sebuah segel yang sangat halus dari dalam sakunya, lalu menyerahkannya kepada istrinya.


Hal ini membuat istri Rael sedikit bingung dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Pada saat ini, pintu kamar terbuka dan Lion berjalan keluar.


“Ayah, apakah terjadi sesuatu?”


Lion yang mendengar perkataan ayahnya dari dalam kamar tahu kalau ayahnya tidak sedang bercanda.


“Tidak apa-apa, kalian dengarkan saja perkataanku!”


Setelah selesai berkata, Rael berteriak : “Kepala pelayan, segera antar Tuan Muda dan Nyonya pergi!”


Kepala pelayan bergegas berjalan masuk lalu berkata kepada Lion dan ibunya : “Tuan Muda, Nyonya, mobil sudah disiapkan.”


“Saya tidak mau pergi, saya tidak mau pergi…apa yang sebenarnya terjadi?”


Lion tidak mau pergi dan bertanya kepada Rael.


Tidak disangka, Rael langsung menampar Lion dan membuatnya pingsan lalu meminta kepala pelayan untuk membawa Lion pergi.


Setelah melihat istri dan anaknya pergi, Rael berdiri di titik tertinggi dari vila.

__ADS_1


Dari sini dia bisa melihat seluruh area vila Keluarga Dayo.


Sebagian dari vila itu sudah hancur berantakan akibat pertarungannya dengan Aron.


Sekarang masih belum dibersihkan.


Rael kembali menyalakan sebatang rokok dan menunggu dalam diam.


Dia tahu apa yang akan datang pasti akan datang.


​Ternyata benar saja, sebelum Rael menghabiskan sebatang rokoknya, dia merasakan ada gelombang energi yang datang dengan cepat dari kejauhan.


Ada belasan gelombang energi dan semuanya merupakan setengah Master Guru!


Raut wajah Rael tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan atau kekhawatiran.


Segera, beberapa orang itu sudah tiba di hadapan Rael, dan yang memimpin mereka adalah Robi dari Keluarga Himawan.


Robi memiringkan kepalanya dan menatap Rael, nada bicaranya sedikit mengejek.


​“Meskipun saya sudah tua, tapi saya tidak selemah yang kamu katakan!”


“Kalau saya sampai sakit hanya karena tertiup angin kecil seperti ini, maka latihanku untuk menjadi seorang Master Guru akan sia-sia!”


Rael melayang turun dari ketinggian dan berdiri tegak di hadapan Robi.


“Kekuatan Paman Rael memang luar biasa, benar-benar membuat keponakanmu ini kagum!”


Robi menyanjung Rael.


“Kamu tidak perlu basa-basi, saya sudah tahu tujuan kedatanganmu, bertindaklah…”


Setelah selesai bicara, Rael meledakkan aura Master Gurunya.

__ADS_1


Aura yang menakutkan langsung menyelimuti seluruh area vila Keluarga Dayo.


Merasakan aura dari tubuh Rael, walau beberapa orang itu sudah mencapai kekuatan setengah Master Guru, juga menunjukkan sedikit perubahan ekspresi.


“Paman Rael, saya rasa kamu keliru, sebagai seorang junior bagaimana mungkin saya berani melawanmu!”


“Kedatanganku kali ini hanya ingin mendiskusikan sesuatu dengan Paman Rael!”


“Kamu lihat banyak keluarga dan klan bela diri yang sudah berpihak kepada Keluarga Himawan, saya rasa ini juga sudah saatnya bagi Keluarga Dayo untuk tunduk bukan?”


Robi bertanya sambil tersenyum ringan.


“Tunduk?” Rael menyipitkan matanya : “Kamu kira siapa kamu, walau Satria yang ada di sini, apakah dia berani bicara seperti itu kepadaku?”


“Jangan mengira kamu sudah menghancurkan Lembah Iblis dan sudah sangat hebat, walau semua keluarga dan klan bela diri tunduk kepada Keluarga Himawan, saya Rael tidak akan tunduk!”


Rael meledakkan aura pembunuh dari tubuhnya dan tatapannya penuh dengan tekad!


Dia bisa saja mati, tapi tunduk kepada Keluarga Himawan, jangan pernah berharap!



“Paman Rael, jangan terlalu tergesa-gesa, sebentar lagi saya akan memperlihatkan sesuatu kepadamu, setelah itu baru putuskan apakah kamu akan tunduk kepada Keluarga Himawan atau tidak…”


Robi berkata dengan ekspresi penuh percaya diri dan tersenyum tipis.


Rael menatapnya dengan bingung.


Di saat Rael menatapnya dengan bingung, sebuah sedan berwarna hitam melaju menghampiri.


Dan mobil sedan itu dikemudikan oleh kepala pelayan Keluarga Dayo!


__ADS_1


__ADS_2