Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tamu Tak Di undang


__ADS_3

“Saya memang masih memiliki banyak hal yang harus ditangani, tidak berencana menjadi Ketua Aliansi Bela Diri atau apapun itu, saya berharap bisa mencurahkan lebih banyak energi untuk berkultivasi...”


Aron berkata dengan ringan.


Melihat hal itu, Basri tidak lagi membujuknya karena menjadi Ketua Aliansi atau tidak itu adalah keputusan Aron, tidak ada yang bisa memaksanya.


“Tuan Aron, kedatanganku kali ini, selain untuk memberi selamat padamu juga ada satu hal yang ingin kuperingatkan padamu, Boyca sudah pergi mencari kakak keduanya, dia ingin membalaskan dendam Dika, kakak kedua Boyca sudah pergi ke Klan Bara selama bertahun-tahun, dengar-dengar dia sudah memasuki aula leluhur, kekuatannya pasti tidak lemah...”


Basri berbisik dan memperingati Aron.


“Tidak masalah, apa yang harus terjadi akan terjadi!” Aron tersenyum ringan dan tidak menganggap serius hal itu.


Baik berkah maupun bencana adalah hal yang tidak bisa dihindari, karena Keluarga Bara sudah terjerat dengannya, maka biarkan saja mereka.


Melihat Aron tidak memperdulikannya, Basri juga tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya mengatakan: “Saya akan mengutus seseorang untuk memberitahu Tuan Aron secepat mungkin jika Keluarga Bara sudah melakukan pergerakan ke arah Tuan Aron.”


“Terima kasih Tuan Basri...”


Aron mengatupkan tangannya pada Basri.

__ADS_1


“Tuan Aron, waktunya sudah hampir tiba, kamu lihat...”


Lucas melihat waktu lalu mengingatkan Aron dari samping.


Aron melirik arlojinya, lalu bangkit berdiri dan berkata kepada orang-orang dari dunia seni bela diri kedua provinsi yang sedang duduk: “Hadirin sekalian, terima kasih atas dukungan kalian kepada saya, hanya saja saya merasa saya masih tidak memenuhi kualifikasi, saya sama sekali tidak mampu untuk menduduki posisi Ketua Aliansi Bela Diri, kalian sebaiknya mencari orang lain...”


Melihat Aron menolak tanpa ragu, semua orang sedikit terkejut, dalam pandangan mereka, posisi Ketua Aliansi Bela Diri adalah posisi yang membuat semua orang di dunia seni bela diri merasa iri, tapi tidak semua orang memiliki kesempatan itu.


Tidak disangka, Aron yang mendapatkan kesempatan ini, malah tidak menginginkannya dan langsung menolak.


“Tuan Aron, di seluruh Provinsi Serra dan Provinsi Canna kalau kamu tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi Ketua Aliansi Bela Diri, maka tidak ada orang lain yang memenuhi persyaratan.”


“Benar, kami hanya mengakui Tuan Aron, Tuan Aron masih muda tapi bisa membunuh seorang Great Grand Master, ini adalah eksistensi seorang jenius.”


Banyak ahli seni bela diri yang membujuk Aron.


Alasan mereka memilih Aron tidak lebih dari untuk keuntungan mereka sendiri, bagaimanapun Provinsi Serra dan Provinsi Canna mendirikan Aliansi Bela Diri atas reputasi Aron, dan bila Aron menjadi Ketua Aliansi, maka sumber daya yang ada di belakang Aron pasti akan mencondong ke Provinsi Serra dan Provinsi Canna.


Sama seperti Keluarga Darminto dari Kota Dama, kalau Aron menjadi Ketua Aliansi, maka Keluarga Darminto pasti akan mendukung Aliansi Bela Diri kedua provinsi itu.

__ADS_1


“Hadirin sekalian, saya benar-benar tidak punya waktu untuk menjadi Ketua Aliansi, saya berharap kalian menemukan orang bijak lainnya, namun sebagai orang dari Kota Sanur, saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu jika terjadi sesuatu pada Aliansi Bela Diri Provinsi Serra dan Provinsi Canna.”


Aron menolak, apapun yang terjadi dia tidak akan menjabat sebagai Ketua Aliansi Bela Diri, itu akan terlalu membuang waktu dan tenaganya.


Selain itu, Arin adalah seorang kultivator, dia berada di jalan yang berbeda dengan orang-orang dari dunia seni bela diri ini, arah kultivasi mereka juga berbeda.


Saat Aron selesai bicara, tiba-tiba ada suara teriakan yang terdengar marah datang dari luar.


“Siapa Aron, cepat keluar untuk mati...”


Teriakan marah itu terdengar seperti petir yang menyambar tanah, mengguncang seluruh rumah dan berdengung, membuat gendang telinga semua orang hampir pecah.


Aron mengernyitkan keningnya, dari suara teriakan itu dia bisa mengetahui kalau kekuatan pihak lawan sangat kuat, setidaknya sudah mencapai Great Grand Master.


“Sialan, siapa yang berani meneriaki Tuan Aron dari luar...”


Seseorang berjalan dan berjalan keluar.


Yang lainnya juga mengikuti, karena ada orang yang berani bersikap tidak sopan pada Aron di tempat ini, itu artinya dia tidak menganggap serius Aliansi Bela Diri yang baru didirikan oleh dua provinsi itu.

__ADS_1


Semua orang bergegas keluar dan melihat beberapa orang berdiri di luar, orang yang memimpin adalah seorang pria paruh baya, tatapan matanya dipenuhi dengan niat membunuh, sedangkan di belakang pria paruh baya itu terlihat seorang pemuda yang berlumuran darah.



__ADS_2