Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Siapa Sebenarnya Yang merasuki Robi


__ADS_3

Orang-orang Keluarga Galah yang melihat itu segera melarikan diri dengan ketakutan.


Aron melangkah maju, dan mengejar kepala keluarga Keluarga Galah.


“Di mana Robi?”


Aron menatap kepala pelayan itu dengan dingin dan bertanya.


“Jangan bunuh saya, jangan bunuh saya…”


Kepala pelayan itu gemetaran : “Tuan Muda Robi sudah dibawa ke dalam gudang, saya bisa mengantarmu ke sana…”


Aron menatap kepala pelayan yang ketakutan dan melepaskan cengkeramannya : “Kalau kamu berani macam-macam, saya akan menghancurkan kepalamu.”


“Tidak berani, tidak berani…”


Kepala pelayan mana berani macam-macam, bahkan Trist saja bukan tandingan Aron, apalagi dia.


Kepala pelayan yang gemetaran itu membawa Aron menuju ke gudang!


Saat ini, di dalam gudang, Robi menatap tumpukkan bahan obat dan kristal spar di gudang dan tatapan matanya bersinar.


“Lihatlah dirimu yang begitu tidak berguna, benda-benda ini memang banyak tapi sama sekali tidak cukup untuk membuatmu menerobos ranah Master Guru!”


Pada saat ini, sebuah suara tua terdengar di dalam benak Robi.


​“Lalu apa yang harus saya lakukan untuk mencapai ranah Master Guru dan membunuh Aron?”


Tanya Robi.

__ADS_1


“Satu-satunya cara untuk meningkatkan kekuatanmu dengan cepat adalah dengan menyerap kekuatan orang lain!”


Suara tua itu berkata dengan perlahan.


“Kamu menyuruhku untuk mempraktikkan teknik kultivasi jahat? Menjadikanku seorang Kultivator iblis?”


Robi mengernyitkan keningnya.


“Kultivator iblis? Apa itu Kultivator iblis, di dunia ini hanya yang lemah yang menjadi santapan yang kuat, kalian para keluarga bela diri, merampok sumber daya orang lain, lantas bukan Kultivator iblis?”


“Sekarang kekuatan adalah yang paling utama, kamu kira dari semua ahli yang kamu temui, mereka tidak menyerap esensi orang lain?”


Suara tua di dalam kepalanya bertanya dengan tidak senang.


Robi terdiam sejenak, lalu berbicara lagi : “Kalau saya mempraktikkan teknik kultivasi jahat, kekuatan apa yang bisa kamu berikan kepadaku? Apa bisa membunuh Aron?”


“Hahaha…kamu sedang bercanda denganku? Hanya seorang Aron yang tidak ada apa-apanya, asalkan kamu mendengarkan perkataanku, saya bisa membuatmu melangkah ke puncak dari seni bela diri.”


Suara tua itu tertawa keras.


“Lantas kamu…kamu bisa membuatku mencapai ranah Maha Guru?”


Nafas Robi terengah-engah, suasana hatinya sangat bersemangat.


Perlu diketahui Maha Guru adalah eksistensi yang jauh lebih hebat daripada Master Guru, Robi tidak tahu sudah berapa lama dia tidak mendengar tentang eksistensi dari Maha Guru.


Dan Maha Raja legendaris di atas tingkatan Maha Guru, ranah transformasi…


Semua itu hanyalah legenda, dia selalu berpikir bahwa semua itu hanyalah legenda…

__ADS_1


“Pandanganmu benar-benar terlalu pendek, jalan bela diri itu tidak pernah berakhir, kamu bahkan bisa mencapai titik keabadian!”


“Kamu hanya perlu mendengarkan perkataanku dengan baik, saat saya terlahir kembali dengan bantuan tubuhmu, saya pasti akan membuatmu berdiri di puncak dunia bela diri.”


“Pada saat itu seluruh dunia bela diri, akan tunduk…”


“Dan dendamku, juga akan terbalaskan…”


Suara tua itu menjadi semakin pelan, hingga pada akhirnya menghilang dari pikiran Robi.


Robi tercengang : “Apakah saya boleh bertanya kepadamu? Siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu adalah Kultivator iblis?”


Robi tidak mengerti, sebenarnya apa bayangan gelap yang telah tinggal di dalam dirinya ini.


“Kultivator Iblis?” Suara tua itu terdengar dan penuh penghinaan, “Mereka tidak lebih dari anak dan cucu pengikutku saja.”


Robi tidak mengatakan apa pun tapi dia bisa merasakan bahwa bayangan gelap yang tinggal di dalam dirinya ini jelas bukan orang biasa!



“Tuan…Tuan Aron, Robi itu ada di dalam!”


Kepala pelayan menunjuk gudang itu dan berkata kepada Aron.


Aron melirik gudang itu sekilas dan menyebarkan kesadaran spiritualnya, lalu dia segera menemukan keberadaan Robi di dalam gudang.


Melihat kepala pelayan itu tidak berbohong, Aron baru berkata : “Enyahlah…”


Kepala pelayan itu segera melarikan diri dengan senang.

__ADS_1


Pada saat itu, Robi sedang berkultivasi di dalam gudang dan suara tua di dalam benaknya tiba-tiba memperingatkan : “Aron sudah datang…”



__ADS_2