Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berita kematian Aron Viral


__ADS_3

Kota Dama.


Seluruh dunia bela diri Kota Dama bahkan seluruh forum bela diri meledak.


Berita tentang Aron yang dibunuh oleh Satria sudah menyebar.


Aron adalah orang yang paling banyak dibicarakan oleh komunitas bela diri belakangan ini, dan sekarang Aron terbunuh.


Sebagian orang merasa menyayangkan, dan sebagian lagi bersuka cita.


Di dalam Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama!


Tuan Gino sedang duduk di kursinya, tidak mengucapkan sepatah kata pun namun raut wajahnya sangat muram.


Eddyt dan Kapten Junior dari Tim Penegak Hukum sedang berdiri di samping dan tidak berani berbicara.


Suasana di seluruh Detasemen Perlindungan Hukum menjadi sangat tertekan.


Belakangan ini, Tuan Gino sering berada di Detasemen Perlindungan Hukum, dan ini membuat Eddyt sebagai Ketua Detasemen merasa dua kali lebih tertekan.


“Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin? Aron tidak seharusnya mati semudah ini.”


“Saya tidak mungkin salah menilainya.”


Tuan Gino bergumam pada dirinya.


“Tuan Gino, berita ini memang disebarkan oleh Satria sendiri, dan Satria juga menyebarkan beberapa lembar foto…”


“Dengan kekuatan Satria, Tuan Aron juga memang bukan tandingannya, Satria adalah Master Guru senior, walau Tuan Aron sangat berbakat, juga akan sulit mengalahkan Satria.”

__ADS_1


Eddyt berkata sambil membuka forum bela diri dan mencari beberapa lembar foto Aron yang diunggah oleh Satria.


Melihat foto-foto itu, penampilan Aron tampak sangat mengerikan.


Jelas dia sudah seperti orang mati.


Tuan Gino melihat foto Aron dan terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah Junior dan berkata : “Kapten Junior, coba beritahu apa yang kamu temukan belakangan ini.”


“Tuan Gino, berbagai Kultivator Iblis telah muncul di mana-mana akhir-akhir ini, dan semakin lama semakin aktif, para Kultivator Iblis ini bahkan membentuk kelompok dan membuat keributan, serta merekrut murid.”


“Kali ini saya sudah melenyapkan beberapa kelompok Kultivator Iblis, namun semua itu adalah sekte-sekte kecil, beberapa sekte besar Kultivator Iblis itu masih belum terlihat.”


“Namun, selama beberapa tahun terakhir, belakangan ini para Kultivator Iblis menjadi jauh lebih aktif.”


Junior melaporkan dengan jujur.


Tuan Gini menghela nafas pelan dan terdiam


......


Lembah Pengobatan!


Setelah melihat berita tentang Aron yang terbunuh, sekujur tubuh Danu gemetaran.


“Bagaimana bisa ini terjadi? Ini pasti tidak mungkin, tidak mungkin…”


Danu tidak percaya bahwa Aron sudah dibunuh begitu saja.


Hasil seperti ini membuat Danu sangat sulit menerimanya, dia melakukan segala sesuatu untuk Aron, untuk Nona Besarnya, namun pada akhirnya, Aron mati dengan mudah.

__ADS_1


Air mata Danu tidak dapat berhenti mengalir, dia menengadah ke langit dan berteriak : “Kenapa, Tuhan, kenapa kamu melakukan ini, kenapa orang jahat selalu berkuasa dan orang baik tidak dapat hidup lama…”


Tatapan mata Danu dipenuhi dengan kebencian, dia membenci Tuhan, membenci pada orang-orang yang tidak bermoral.


Namun sayangnya, dia tidak lebih dari orang biasa saat ini, dan tidak bisa melakukan apa pun!


“Nona, saya bersalah padamu, saya bersalah padamu, kapan kamu akan bisa melihat cahaya matahari lagi…”


Danu terjatuh ke tanah dan menangis tersedu-sedu.


Pada saat ini, Lina, Elen dan Nely berjalan menghampiri, saat mereka melihat Danu yang seperti ini, mereka tampak bingung.


Karena tiga gadis itu tidak terlalu memperhatikan forum bela diri dan tidak tahu berita tentang meninggalnya Aron.


“Paman Danu, ada apa denganmu?”


Lina menatap Danu dan bertanya dengan heran.


“Benar, Paman Danu ada apa?”


Elen dan Nely juga bertanya.


Danu bergegas berdiri dan menyeka air matanya, lalu berkata sambil tersenyum : “Tidak apa-apa, hanya saja sebentar lagi Tahun Baru sudah akan tiba, saya sedikit merindukan rumah.”


“Merindukan rumah?”


Elen tampak kaget : “Paman Danu, kamu mana punya rumah? Saya sudah mengikutimu bertahun-tahun, dan kita berdua selalu tinggal bersama, saya tidak pernah mendengar kamu mengatakan kamu punya rumah? Dan tidak pernah melihatmu pulang ke rumah?”


__ADS_1


__ADS_2