
Pria berjas itu melihat beberapa orang hendak menyerangnya dan melirik serigala salju yang sudah terjatuh itu dengan tidak rela, lalu berbalik dan berlari ke arah hutan bersalju yang luas.
“Sialan, kaburnya cepat sekali, kalau saya sampai melihatmu lagi saya pasti akan mengulitimu…”
Melihat pria berjas itu kabur, Sutai meludah dengan keras.
“A wu…”
Serigala salju jatuh di samping kaki Adon, sepasang matanya menatap Aron dengan memelas seolah sedang memohon pada Aron untuk tidak membunuhnya.
Aron dan serigala salju itu saling bertatapan dan hatinya merasa sedikit tidak tega.
Meskipun serigala salju adalah hewan buas, tapi serigala salju ini sudah memiliki kecerdasan, dia bisa memahami perkataan manusia dan berpikir sendiri.
“Serigala salju yang begitu besar, Pil Hewan Buas-nya pasti sangat berharga…”
Sutai berjalan menghampiri, sambil mengayunkan pedang di tangannya dan bersiap untuk memenggalnya sambil berbicara.
Serigala salju itu sudah terluka parah dan sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawan atau melarikan diri.
Di saat Adon sedang ragu-ragu apakah dia harus menyelamatkan serigala salju itu atau tidak, suara dentingan tiba-tiba terdengar, pedang milik Sutai ditahan oleh seseorang.
__ADS_1
“Sutai, serigala salju ini juga bukan milikmu, kamu malah ingin mendapatkan Pil Hewan Buas itu untuk dirimu sendiri?”
Roddy-lah yang menangkis pedang milik Sutai.
Raut wajah Sutai menjadi marah : “Roddy, apa yang kamu inginkan? Siapa yang bisa membunuh serigala salju ini, maka Pil Hewan Buas akan menjadi milik orang itu!”
“Sekarang serigala salju ini sudah menjadi potongan daging di atas meja, tidak bisa melawan lagi, siapapun bisa membunuhnya dengan mudah, jika melakukannya sesuai dengan perkataanmu, bukankah Pil Hewan Buas akan menjadi milikku setelah saya menebaskan pedangku pada serigala salju ini?”
Roddy memanfaatkan jeda dalam pembicaraan dan tiba-tiba menusukkan pedang itu ke arah serigala salju yang sedang tergeletak di tanah.
“Roddy, dasar manusia hina…”
Sutai yang melihat itu bergegas mengayunkan pedang di tangannya ke arah Roddy dan memaksa Roddy mau tidak mau menarik kembali pedangnya.
“Kak Sutai, Kak Roddy, kalian berdua jangan berkelahi, kalau kalian bertarung mati-matian demi seekor serigala ini sekarang, maka nanti tidak ada yang bisa meninggalkan tempat ini, kultivator iblis itu tidak akan melepaskan kita begitu saja…”
Tommy melihat mereka yang akan bertarung segera menghampiri dan membujuk.
Mendengar Tommy membahas tentang kultivator iblis, Sutai dan Roddy langsung berpisah setelah saling melemparkan pukulan.
Kalau dua orang itu benar-benar bertarung, mereka pasti akan mati atau terluka, pada saatnya nanti bukankah itu sama saja dengan memberikan kesempatan kepada kultivator iblis itu.
__ADS_1
“Roddy, jangan kira saya takut padamu, saya hanya tidak ingin kultivator iblis itu mengambil keuntungan, setelah meninggalkan Pulau Naga, saya pasti akan bersaing denganmu…”
Sutai berkata dengan ekspresi sombong.
“Baik, saya akan menemanimu bertarung sampai akhir…”
Roddy juga tidak menunjukkan kelemahannya.
“Kak Sutai, Kak Roddy, pasti masih ada hewan buas di pulau ini, tidak perlu berebut demi seekor serigala salju, paling tidak Pil Hewan Buas dibagikan kepada semua orang yang sedang melihat, saya tidak menginginkannya, jadi untuk kalian saja…”
Tommy melihat dua orang itu menghentikan serangan mereka dan bergegas membujuk lagi.
Sutai dan Roddy saling menatap dan mengangguk bersamaan : “Baik!”
“Tuan Muda Sutai, Tuan Muda Roddy, kami Keluarga Bara sudah sampai terlebih dahulu sebelum kalian, bukankah Keluarga Bara juga seharusnya mendapatkan sebagian dari Pil Hewan Buas ini?”
Saat ini, Raul melangkah maju dan bertanya.
“Minggir, Keluarga Bara tidak ada apa-apanya, berani meminta bagian dengan kami?” Sutai sudah marah sejak awal, dan tidak bisa melampiaskan kemarahannya, sekarang Raul malah berinisiatif datang padanya, Sutai hanya bisa melampiaskan kemarahannya kepadanya.
Raul sudah berumur, sekarang malah dimaki oleh Sutai yang masih berusia dua puluh tahunan, meskipun dia merasa marah dalam hatinya tapi dia tidak bisa mengatakan apapun, dengan kemampuannya saat ini, ditambah dengan orang-orang yang dia bawa, masih tidak bisa menghadapi orang-orang dari Klan Petir.
__ADS_1
Terlebih lagi, jika benar-benar bertarung, Tommy dari Lembah Tanpa Bayangan pasti akan membantu, dan Roddy dari Keluarga Tanu juga mungkin akan melakukan hal yang sama.