
Energi yang amat besar menyebar ke segala arah, kerumunan yang awalnya bersembunyi di kejauhan tiba-tiba terkena serangan energi ini dan banyak di antara mereka yang terlempar, bahkan beberapa orang di antaranya yang memiliki kekuatan rendah, tubuhnya langsung hancur oleh energi menakutkan ini!
Menonton keramaian saja harus mengorbankan nyawa, jadi kalau tidak memiliki kekuatan, bahkan tidak bisa menonton keramaian.
Aron menggertakkan giginya, menangkis energi-energi mengerikan yang menyebar ini, sementara Satria terus terlempar ke belakang oleh energi ini!
Bam!
Sebuah suara ledakan lainnya terdengar, dan binatang buas yang ganas itu langsung meledak di udara, lalu berubah menjadi bintik-bintik cahaya dan menghilang di udara.
Sedangkan naga emas itu mengaum lalu kembali ke dalam tubuh Aron.
Aron menghembuskan nafas panjang, dia tidak menyangka setelah menerobos Tahap Jiwa Baru, bahkan kekuatan Naga Ilahi juga akan menjadi semakin kuat.
Semua orang menatap Aron sambil menganga, beberapa dari mereka tanpa sadar menelan ludah.
Perlu diketahui bahwa Segel Setan Darah milik Satria dilakukan dengan membakar esensi darah, bahkan mengorbankan energinya selama seumur hidup.
Binatang buas itu mewakili kondisi kekuatan Satria yang paling menggila dan paling tinggi.
Namun kekuatan seperti itu malah tidak bisa menahan satu serangan…
“Bagaimana mungkin, bagaimana mungkin…”
Satria benar-benar sudah putus asa saat ini, dia telah menggunakan segala kemampuannya namun tetap tidak bisa menyentuh Aron!
__ADS_1
Aron yang sekarang sudah berbeda dengan Aron beberapa hari yang lalu.
Kekuatan yang meningkat karena menembus ranah besar sudah membuat perbedaan kekuatan di antara keduanya.
Perbedaan kekuatan seperti ini membuat Satria sudah tidak memiliki harapan untuk menang.
“Hanya itu kemampuan yang kamu punya?”
Aron menatap Satria dengan dingin!
Satria tidak mengatakan apa-apa, namun aura di tubuhnya memudar dengan cepat dan segera berubah menjadi orang biasa.
Rambutnya langsung memutih, seolah-olah dia adalah seorang pria tua yang berada di ambang kematian!
Melihat hal ini, semua orang tahu Satria sudah kalah, kalah telak…
Sedangkan orang-orang Keluarga Himawan itu sudah ketakutan, karena kekalahan Satria adalah pertanda kematian mereka.
Dug, dug…
Semua orang-orang Keluarga Himawa berlutut pada Aron, mereka memohon belas kasihan pada Aron agar Aron mengampuni mereka, di saat bersamaan mereka juga berlutut pada Satria, berharap agar Satria menyelamatkan mereka!
Sedangkan Robi melihat ayahnya yang sudah kalah, kilatan dingin terlihat di matanya lalu diam-diam melarikan diri ke tengah halaman.
Dia kemudian melarikan diri melalui jalur rahasia di kediaman Keluarga Hirmawan!
__ADS_1
Satria melihat orang-orang Keluarga Himawan yang berlutut, raut wajahnya penuh dengan ketidakberdayaan!
“Afon, saya sudah kalah, lakukan apa saja yang kamu ingin lakukan terhadapku, tapi saya berharap kamu bisa melepaskan mereka, melepaskan putraku…”
Satria sudah tahu kalau dirinya tidak akan bisa bertahan hidup, dia hanya berharap Aron akan melepaskan Keluarga Himawan!
“Kamu rasa itu mungkin? Apakah Keluarga Himawan mengampuni Lembah Iblis saat itu?”
“Puluhan orang di Lembah Iblis, semuanya mati dengan tragis, mayat mereka masih dingin dan mereka semua mati demi saya, saya bertanggung jawab dan sudah merupakan kewajibanku untuk membalaskan dendam mereka!”
Tatapan mata Aron penuh dengan niat membunuh, dia tidak akan melepaskan satu orang pun dari Keluarga Himawan, karena di tangan orang-orang ini sudah menempel darah orang-orang Lembah Iblis.
Berbelas kasihan kepada musuh sama saja dengan bersikap kejam kepada diri sendiri.
Terutama dalam dunia bela diri, yang ada hanya hidup atau mati, tidak ada belas kasihan.
Aron bukan penyelamat, semua orang yang memprovokasi dirinya harus mati…
“Saya bisa memberikan semua sumber daya Keluarga Himawan kepadamu, di dalam ruang rahasiaku, ada banyak senjata ajaib, semuanya akan kuberikan kepadamu, saya hanya memohon agar kamu melepaskan putraku…”
Saat ini Satria sama sekali tidak tahu kalau Robi sudah diam-diam melarikan diri sejak awal, dia masih terus mengkhawatirkan Robi.
NB: Terima kasih buat para Reader setia yang telah memberikan support dan komen-komen positif yang bersifat membangun, mohon maaf jika saya tidak dapat membalas komenan satu persatu, buat yang kurang suka dan tidak puas, mohon maaf yang sebesar-besarnya..🙏🙏🙏 saya hanya manusia biasa, yang berniat membagi kebahagian, dan bisa membantu waktu luang teman² semua...
__ADS_1