
“Baiklah, Keluarga Darmanto sudah membuat penawaran sebesar 40 miliar, kalau tidak ada yang menawar lagi maka cermin perunggu ini akan menjadi milik Keluarga Darmanto!”
Oyong berkata dengan ringan.
“Saya menawar 45 miliar….” Boyca bergegas menawar!
Setelah Boyca menawar, yang lainnya hanya saling memandang dan tidak menawar lagi, meskipun Basri sangat menyukainya tapi karena Aron tidak mengangguk, dia hanya bisa menyaksikan cermin perunggu itu dibawa pergi oleh Boyca!
Segera setelah itu, satu per satu harta karun dikeluarkan tapi Aron tidak membiarkan Basri mengambilnya, sebaliknya Boyca yang diarahkan Master Rahman mendapatkan hampir semua barang-barang itu dengan harga tinggi.
Basri merasa gelisah tapi dia tidak berani mengatakan apapun, sebaliknya Boyca malah terlihat sangat bangga dan hampir membuat Basri mati kesal!
“Tuan Basri, kamu lebih memilih mempercayai bocah ingusan seperti dia daripada seorang master seperti Master Rahman, walau dia masih muda dan kekuatannya lumayan, tapi ini adalah ilmu sihir, bukan seni bela diri yang bisa dikuasai oleh siapa saja, kamu sudah hidup selama ini, tapi malah ditipu oleh seorang bocah ingusan seperti itu, apa kamu ingin seluruh Kota Dama menertawakanmu?”
Boyca berkata dengan bangga.
Basri terdiam dan hanya bisa menatap Boyca dengan ganas!
“Kamu tidak akan bisa tertawa sebentar lagi!” Aron mengambil cangkir teh di depannya dan menyesapnya!
“Hahaha…..” Boyca tertawa keras : “Benarkah, saya malah ingin tahu bagaimana caranya kamu membuatku tidak bisa tertawa lagi!”
__ADS_1
“Baiklah, ada satu barang terakhir, saya mengeluarkan banyak uang untuk benda ini, dan senjata ajaib ini memiliki kekuatan yang tidak biasa, dan karena kalian semua sudah mengundang Master masing-masing, maka bagaimana kalau kita lihat master mana yang bisa mengaktifkan mantra pada senjata ajaib ini terlebih dulu!”
Oyong berkata dan membuka kotak kayu terakhir, di dalamnya terlihat sebuah Pa Kua yang terbuat dari kayu mahoni, dan karena usianya yang sudah tua, kayu itu terlihat berbintik-bintik dan tertutup debu!
Saat Pa Kua itu dikeluarkan, semua orang memperhatikannya namun tidak ada yang istimewa dari Pa Ku aini, hanya sepotong kayu yang sudah membusuk, walau dibuang di jalanan juga tidak akan ada orang yang mengambilnya!
Semua master mengambil Pa Kua itu untuk dilihat dan tidak menemukan ada yang istimewa, bahkan Master Rahman juga mengernyitkan keningnya dan menggelengkan kepalanya!
Hanya Aron yang duduk dengan tenang, tidak bergerak sama sekali, dia bahkan tidak melirik Pa Kua itu awalnya dia mengira akan menemukan barang antik yang bagus di pameran pelelangan kali ini, tapi tidak disangka hanya sebuah acara penipuan!
Pa Kua ini memang hanya sepotong kayu busuk, di dalamnya tidak ada mantra sihir sama sekali dan itu bukan senjata ajaib, oleh karena itulah para master tidak menemukan apapun!
“Master Rahman….”
Master Rahman menggelengkan kepalanya : “Pa Kua ini kelihatannya sangat biasa, pasti ada sesuatu di dalamnya, saya hanya melihat sekilas dan belum bisa memastikannya!”
“Kalau begitu apakah Master Rahman bisa mengaktifkan mantra di Pa Kua itu?” Boyca bertanya dengan semangat.
“Sulit untuk dipastikan, hanya saja saya 50% yakin….”
Kata Master Rahman.
__ADS_1
“Hadirin sekalian, kalian semua sudah melihatnya, dan apakah kalian tahu keistimewaan dari Pa Kua ini? Apakah ada seseorang yang bisa mengaktifkan matra di dalamnya?”
Oyong bertanya sambil tersenyum.
Seketika ini, semua master saling memandang, dan tidak ada yang berbicara, karena mereka tidak bisa melihat apa pun!
“Hadirin sekalian merupakan ahli sihir, tidak mungkin tidak bisa melihat sebuah Pa Kua seperti ini kan?” Oyong melihat tidak ada yang berbicara dan mulai berkata dengan nada sarkastik.
“Akan saya coba….”
Master Rahman menjadi gelisah dan bergegas mengambil Pa Kua itu untuk mempelajarinya dengan cermat!
Melihat sikap Master Rahman, Aron mendengus dingin, sekelompok orang bodoh ini mengambil sepotong kayu busuk untuk dilihat lihat, apa yang bisa mereka temukan?
Mendengar Aron mendengus, Master Rahman mengernyitkan keningnya : “Apa yang kamu tertawakan, lantas kamu bisa mengaktifkan mantra yang ada di Pa Kua ini?”
“Menertawai kebodohan kalian…..”
Aron berkata dengan ringan!
“Kamu……” Raut wajah Master Rahman menjadi dingin, dia kesal hingga menggertakkan giginya dan ingin memukul Aron!
__ADS_1
“Master Rahman, tidak perlu marah, untuk apa bertengkar dengan seorang bocah bodoh, kalau terdengar oleh orang lain hanya akan merusak reputasimu, karena bocah ini sangat arogan, bagaimana kalau kita membandingkan dan melihat siapa yang bisa menemukan keistimewaan dari Pa Kua ini, dan siapa yang bisa mengaktifkan mantranya, dan yang kalah harus membayar 200 miliar kepada pihak lawan, bagaimana?”