
Danu menatap Elen, dia tidak berusaha menghentikannya dan hanya memejamkan sepasang matanya dengan tidak berdaya, dia tahu, saat ini, bunuh diri mungkin merupakan jalan terbaik bagi Elen.
Namun saat Elen hendak bunuh diri dengan belatinya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berisik dan tanah yang bergetar.
“Bunuh…”
Raungan yang tidak terhitung jumlahnya terdengar, dan kemudian, Jekson serta Lyla terlihat membawa ribuan orang untuk mengepung.
Orang-orang ini mengepung seluruh villa dan membentuk tembok manusia di area villa.
Beberapa pelindung melihat orang-orang yang tiba-tiba muncul seketika tertawa.
Bagi mereka, orang-orang ini bahkan tidak sebanding dengan semut.
“Lindungi Tuan Aron, jangan biarkan satupun dari mereka masuk ke dalam villa…”
Jekson menatap beberapa pelindung itu dengan marah, lalu berteriak dengan kuat.
“Lindungi Tuan Aron, lindungi Tuan Aron…”
Ribuan orang yang memegang senjata di tangannya mulai berteriak keras.
“Sekelompok orang yang tidak tahu batas kemampuan sendiri…”
Pelindung Utama menyipitkan matanya dan mendorong telapak tangannya kedepan.
__ADS_1
Sebuah energi yang besar langsung melumpuhkan belasan orang yang ada di depannya dan membuat mereka terhempas, saat berada di udara tubuh belasan orang ini tidak dapat menahan tekanan dari energi itu dan langsung meledak!
Darah segar bercampur anggota tubuh yang hancur membuat area itu bersimbah darah.
Melihat adegan itu, raut wajah semua orang berubah drastis, Jekson dan Lyla juga gemetar tapi tidak satupun dari mereka mundur.
“Kalian sebaiknya segera minggir, saya tidak ingin melakukan lebih banyak pembunuhan hari ini…”
Pelindung Utama melihat orang-orang itu tetap tidak mau mundur, raut wajahnya menjadi dingin.
Meskipun orang-orang itu menunjukkan ketakutan dalam wajah mereka tapi tidak satupun dari mereka mundur, mereka semua menggertakkan giginya dan berdiri diam.
“Baiklah kalau begitu saya mau lihat apakah kalian yang keras kepala ini lebih keras dibandingkan tinjuku…”
Pelindung Utama mengamuk dan menghantamkan pukulannya ke udara!
Suara guntur yang meledak diikuti oleh belasan orang yang memblokir pintu masuk villa langsung terjatuh dalam genangan darah, namun segera ada orang yang kembali memblokir pintu lagi.
“Sialan, serang…”
Pelindung Utama yang melihat ini langsung berteriak.
Sebagai Great Grand Master, bagaimana mungkin dia bisa dihentikan oleh sekelompok ahli bela diri yang tidak ada apa-apanya.
Segera, lima pelindung memancarkan aura dari tubuh mereka secara bersamaan, aura yang menakutkan itu menyebar dan langsung menyelimuti radius ratusan meter.
__ADS_1
Lima orang itu tidak menyerang, hanya dengan aura seperti ini tidak ada yang bisa menahannya sama sekali.
Di hadapan lima orang Great Grand Master jangankan seribu ahli bela diri yang berkekuatan kecil, walau sepuluh ribu juga sama sekali tidak ada gunanya, mereka hanya akan mengulur sedikit waktu.
“Bunuh mereka…”
Jekson menggertakkan giginya, dia tahu kekuatan lawannya dan tahu dia pasti akan mati, tapi dia tidak merasa takut ataupun berniat mundur sama sekali.
Walau dia hanya bisa mengulur waktu satu menit untuk Aron, itu juga sudah cukup…
“Bunuh…”
Semua orang berteriak keras dan menerjang ke arah lima pelindung itu.
Namun sayangnya, orang-orang ini bahkan tidak bisa menerjang ke hadapan lima pelindung itu, sebelum mereka bisa menyentuh lawan mereka, nyawa mereka sudah melayang akibat tekanan aura lawan mereka yang begitu mengerikan.
Tapi orang-orang di belakang mereka masih maju dengan senjata mereka, tidak ada satupun yang mundur, walau tahu mereka pasti akan mati, mereka tetap maju dengan berani.
Tidak lama kemudian, darah membanjiri area depan villa dan mayat-mayat bertumpuk menjadi sebuah bukit.
Pembunuhan massal seperti ini membuat lima pelindung mulai merasa sedikit merinding, tapi mereka sama sekali tidak berhenti, mereka datang untuk membawa Aron, itu adalah perintah langsung dari Naveen dan mereka harus menyelesaikannya.
Melihat mayat-mayat yang memenuhi tanah, mata Danu memerah, dia menoleh melihat ke arah villa : “Aron, ada begitu banyak orang yang rela mati demimu, hidupmu benar-benar tidak sia-sia…”
Orang yang mati semakin lama semakin banyak, bau darah yang menyengat dan burung gagak yang tidak terhitung jumlahnya muncul dan menghalangi sinar matahari.
__ADS_1
Dalam sekejap langit menjadi gelap tapi pembunuhan massal itu tetap berlanjut.