Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Rebutan Kekuasaan


__ADS_3

Joel melirik ke arah Vision dan tidak menunjukkan apresiasi sedikit pun, dia malah berkata dengan dingin : “Vision, pelabuhan di Kota Lamar sudah dimonopoli oleh Keluarga Malik selama bertahun-tahun, setelah sekian lama, Keluarga Malik juga sudah menghasilkan banyak uang, apakah kalian mempertimbangkan untuk membiarkan orang lain mendapat bagian juga?”


“Ada ratusan kapal di seluruh Kota Lamar dan sembilan puluh bersen dimiliki oleh Keluarga Malik, kamu menghasilkan begitu banyak uang lantas tidak takut tidak bisa menikmatinya?”


Vision yang mendengarnya seketika menunjukkan perubahan ekspresi drastis.


Bagaimanapun, Joel adalah seorang junior, tapi dia berani berbicara tanpa sopan santun kepadanya.


Raut wajah Vision menjadi dingin, dan berusaha keras menekan kemarahan di dalam hatinya.


“Keponakan…dua keluarga kita…”


“Hentikan, saya bukan keponakanmu, saya beritahu padamu, hari ini saya datang untuk menelan Keluarga Malik kalian, sebaiknya kamu menyerahkan semua harta kekayaan Keluarga Malik dengan patuh, mungkin dengan begitu kamu masih bisa mempertahankan nyawamu…”


Tanpa menunggu Vision menyelesaikan kalimatnya, Joel langsung mengibaskan tangannya.


Joel benar-benar melepaskan topeng dan menunjukkan sifat aslinya, membuat Vision mengernyitkan keningnya dengan erat.


“Begini saja, saya akan memberikan delapan puluh persen dari pelabuhanku kepada Keluarga Awan, beserta semua kapal-kapal itu, saya hanya akan menyisakan dua kapal pesiar saja!”


Vision mencoba bernegosiasi dengan Joel.


“Apakah kamu tidak mengerti perkataanku, saya menginginkan seluruh kekayaan milik Keluarga Malik.”

__ADS_1


Raut wajah Joel menjadi dingin.


Kemarahan di dalam hati Vision meledak dalam sekejap, sepasang matanya melebar dan dia berteriak : “Joel, kamu terlalu menindas orang, lantas kamu tidak ingin memberikan kesempatan hidup untuk Keluarga Malik? Saya sudah berkecimpung di sini selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengatakan akan membunuh Keluarga Awan?”


“Saya memang menindas orang, lalu kamu bisa apa? Apakah saya harus membunuh seluruh orang di Keluarga Malik dulu baru kamu mau menyerahkan seluruh kekayaanmu?”


Joel mengandalkan tiga orang Grand Master di belakangnya dan sama sekali tidak takut dengan Vision.


“Walau kamu membunuh semua orang di Keluarga Malik, kamu juga jangan bermimpi bisa mendapatkan kekayaan Keluarga Malik, jangan kira hanya kalian yang bisa menemukan bala bantuan dan saya tidak bisa, nanti setelah bantuanku datang, saya akan melenyapkan seluruh Keluarga Awan…”


Vision menggertakkan giginya dan berteriak keras.


“Hahaha, kamu benar-benar naif, jangan lupa di Keluarga Malik bukan hanya kamu seorang, Vision, setelah saya membunuhmu, akan ada orang yang berinisiatif mengantarkan seluruh kekayaan Keluarga Malik kepadaku…”


Segera, seorang pria yang mengenakan jas dengan kacamata berbingkai emas berjalan masuk, penampilannya terlihat sedikit mirip dengan Vision.


Melihat orang yang berjalan masuk, Vision tercengang : “Adik kedua, kenapa kamu pulang?”


Orang yang berjalan masuk adalah adiknya Vision, Valko Malik!


Vision membangun seluruh bisnisnya sendirian, lalu mensponsori adiknya untuk berkuliah, dan meminta adiknya untuk pergi ke kantor cabang dan menjadi Manajer Umum dari kantor cabang.


Vision tidak mengerti kenapa pada saat ini adiknya tiba-tiba pulang.

__ADS_1


Namun Valko sama sekali tidak memedulikan Vision, dan berjalan ke hadapan Joel sambil berteriak dengan penuh hormat : “Tuan Muda Joel…”


“Apa yang akan kamu lakukan jika saya menyerahkan posisi Kepala Keluarga Keluarga Malik kepadamu sekarang?”


Joel menatap Valko dan bertanya padanya.


“Tentu saja, saya akan menyerahkan seluruh kekayaan Keluarga Malik kepada Keluarga Awan, dan Keluarga Malik bersedia untuk berada di sisi Keluarga Awan dan menjadi sebuah keluarga afiliasi!


Valko berkata dengan wajah penuh sanjungan.


“Vision, apakah kamu sudah mendengarnya? Tanpa dirimu, ke depannya seluruh Keluarga Malik akan menjadi keluarga afiliasi dari Keluarga Awan.”


Joel berkata dan menatap Vision dengan puas.


Sedangkan saat ini Vision sudah hampir mati kesal oleh perkataan adiknya sendiri, seluruh wajahnya memerah : “Valko, dasar binatang sialan, kamu tahu apa yang baru saja kamu katakan barusan?”


“Tentu saja saya tahu, kamu sudah memimpin Keluarga Malik selama bertahun-tahun, memiliki kekayaan yang lebih banyak daripada beberapa keluarga besar di Kota Dama, sedangkan saya? Saya hanyalah seorang manajer utama dengan gaji pas-pasan, kenapa begitu?”


“Saya juga ingin menjadi kepala keluarga, saya juga ingin menghamburkan uang seperti kotoran, memiliki banyak istri dan selir…”


Valko mengangkat kepalanya dan berteriak keras pada Vision.


__ADS_1


__ADS_2