Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tuan Muda Yang licik


__ADS_3

Melihat tatapan penuh tekad yang ditunjukkan oleh Khu, Amon sedikit tercengang, seolah dia dapat melihat dirinya sendiri barusan di dalam tatapan Khu.


Tadi, dia juga menunjukkan tatapan mata yang begitu penuh tekad, dan sudah menetapkan tekadnya walau harus mati.


Lantas Lembah Tanpa Bayangan juga merupakan salah satu cabang dari Kuil Naga Langit?


Amon merasa ragu dalam hatinya, karena tiga belas cabang dari Kuil Naga Langit tidak berhubungan satu sama lain, apa lagi saling mengenal.


“Tuan Khu, apakah saya boleh bertanya kepadamu, sebenarnya kamu dan Tuan Aron punya hubungan apa?”


Amon bertanya dengan penasaran pada Khu.


Khu ragu-ragu sejenak lalu menggelengkan kepalanya : “Penguasa Lembah Amon, mohon maaf tapi saya tidak bisa memberitahukannya kepadamu, tapi saya bersedia mengarungi segala kesulitan demi Tuan Aron…”


Amon melihat Khu yang tidak mau mengatakannya juga tidak bertanya lagi, lalu berkata : “Karena Tuan Khu begitu tulus, maka silakan masuk!”


Amon mempersilahkan Khu masuk ke dalam Lembah Iblis, namun pada saat mereka hendak berjalan masuk ke dalam Lembah Iblis, ada kerumunan orang yang bergegas menghampiri lagi.


Melihat kerumunan orang itu, Amon langsung mengenali mereka dan segera menyambut mereka.


​“Tetua Alfat, kenapa kalian datang kesini?”


Amon merasa heran kenapa Alfat juga datang kesini.


“Penguasa Lembah Amon, Penguasa Lembah kami sedang dalam kesulitan, sebagai Tetua dari Lembah Pengobatan mana mungkin tidak datang.”


“Kalian mempertaruhkan nyawa kalian untuk Penguasa Lembah, kami Lembah Pengobatan tidak boleh hanya duduk diam!”


Kata Alfat.


“Tetua Alfat, saya tidak bermaksud seperti itu, kalian adalah para ahli alkimia, ahli pengobatan, tidak seharusnya datang kemari untuk membahayakan diri!”

__ADS_1


“Kami masih mengandalkan kalian untuk membuat ramuan dan pil obat untuk menyembuhkan kami ke depannya!”


Amon tahu Aron adalah Penguasa Lembah Pengobatan.


Namun sebagian besar orang-orang Lembah Pengobatan merupakan ahli alkimia dan ahli pengobatan, bahkan walau mereka memiliki kekuatan, ranah mereka juga tidak terlalu tinggi.


Dan bagi orang-orang di Lembah Pengobatan mereka lebih baik berlatih alkimia dan menyembuhkan penyakit daripada berkelahi dan membunuh di mana-mana.


“Kali ini, saya membawa orang-orang datang ke sini agar dapat menyembuhkan kalian semua pada waktunya nanti.”


“Lalu, saya juga membawa beberapa pil obat, yang dapat meningkatkan kekuatan tempur.”


Kata Alfat.


Amon yang mendengarnya seketika menjadi sangat gembira.


Dia mempersilahkan Khu, Alfat dan yang lainnya masuk ke dalam.


Dengan adanya Khu dan Alfat yang membawa pasukannya, Amon merasa lebih percaya diri.



Di dalam Menara Setan!


Aron sedang berkultivasi mati-matian, dia sama sekali tidak tahu mengenai pertarungan besar yang akan segera terjadi di luar sana.


Seni Konsentrasi Jiwa bekerja dengan cepat dan gelombang energi spiritual mengalir ke dalam tubuh Aron, lalu diubah menjadi kekuatan spiritual oleh Seni Konsentrasi Hati dan disimpan di dalam Dantian.


Hanya saja, saat ini Dantian Aron seperti sebuah jurang tak berdasar yang terus menyerap energi spiritual namun tidak terlihat sedikit perubahan pun di dalam Dantian!


Mengikuti peningkatan ranahnya, energi spiritual yang dibutuhkan oleh Aron untuk berkultivasi juga meningkat berkali lipat.

__ADS_1


Untuk menembus ranah setengah Master Guru, entah berapa banyak energi spiritual yang dibutuhkan oleh Dave, terlebih lagi ranah Master Guru.


Waktu berlalu dengan cepat, dalam sekejap mata tiga hari sudah berlalu.


Gera dan seluruh komunitas bela diri Kota Dawa yang dia bawa sudah tiba di Lembah Iblis.


Sedangkan banyak anggota klan dan keluarga bela diri Kota Dama yang datang untuk menonton keramaian!


Karena surat tantangan sudah resmi dilayangkan, dan pihak pemerintahan sudah tidak bisa ikut campur, keluarga dan klan bela diri lainnya juga hanya datang untuk menonton!


“Tuan Muda, Keluarga Galah sudah tiba di Lembah Iblis bersama dengan pasukannya, haruskah kita pergi untuk melihat-lihat?”


Kepala pelayan bertanya kepada Robi.


“Tentu saja harus, pertempuran bersejarah seperti ini, kenapa tidak disaksikan, ini adalah mahakaryaku…”


​Raut wajah Robi tampak berseri-seri dengan kepuasan, lalu bertanya : “Apakah kamu sudah mengatur orang yang saya minta?”


“Sudah diatur, semuanya sudah diatur sesuai dengan perintahmu.”


Kepala pelayan menjawab dengan hati-hati


“Ya, baguslah kalau begitu!”


Robi menganggukkan kepalanya.


Kepala pelayan menundukkan kepalanya sedikit, di hadapan Robi, kepala pelayan itu selalu merasa tidak aman.


Setelah ikut dengan Robi begitu lama, kepala pelayan itu menyadari kepicikan Tuan Muda Keluarga Himawan di depannya, semakin lama semakin tidak terduga.


Di hadapannya, dia harus berhati-hati dengan setiap kata yang diucapkannya.

__ADS_1



__ADS_2