
“Saya kultivator iblis atau bukan tidak penting, yang penting adalah sebagai Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri, kamu jelas-jelas tahu Devin adalah kultivator iblis dan tidak melakukan apa-apa tentang hal itu, saya mencurigai klan dan keluarga yang tergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri pasti ada yang berlatih teknik jahat dan kalian sebagai petinggi aliansi, memilih untuk menutupinya…”
Aron menatap Wiwanto dengan dingin.
Wiwanto menyipitkan matanya dan tatapannya dipenuhi dengan aura membunuh yang semakin kuat : “Nak, kamu tahu terlalu banyak…”
Setelah berbicara, aura menakutkan mulai terpancar dari tubuh Wiwanto, dan sebuah tanda yang berkedip muncul di dadanya!
Aron mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka sebagai Ketua Dewan Aliansi Wiwanto juga mempraktikkan teknik kultivasi jahat, sepertinya Aliansi Seni Bela Diri ini sudah dikendalikan oleh Kultivator iblis sejak lama!
“Tahu terlalu banyak, maka kamu akan mati…”
Swoosh!
Sosok Wiwanto menghilang dan meninggalkan jejak di udara dengan kecepatan tinggi!
Bam!
Tanpa menunggu Aron bereaksi, tamparan Wiwanto menghampirinya dan menghantam tubuh Aron hingga cahaya keemasan yang baru saja pulih kembali sirna.
“Tubuh emas yang tidak bisa rusak, sampah, hal itu tidak berguna di depanku…”
Wiwanto tidak memberikan kesempatan kepada Aron untuk mengatur nafasnya.
Kali ini dia menghantamkan tinjunya ke dada Aron.
Buak buak buak…
Tubuh Aron mundur beberapa langkah dan dadanya mulai cekung.
__ADS_1
Menghadapi Great Grand Master puncak seperti Wiwanto, tubuh fisik Aron masih terlalu lemah dan tidak berkesempatan untuk menahannya.
Bam bam…
Pukulan terus menerus dilayangkan, tubuh Wiwanto seperti meteor yang terus melintas dan menghilang, setiap melintas akan meninggalkan pukulan yang berat pada tubuh Aron!
Aron menggertakkan giginya dan menerima pukulan demi pukulan yang ganas itu, tapi kecepatan Wiwanto terlalu cepat, Aron sama sekali tidak bisa menangkap sosok Wiwanto.
“Teknik Sembilan Bayangan…”
Aron tahu jika ini terus berlanjut, dia cepat atau lambat akan mati dipukuli, dan dengan kilatan dahsyat dari tubuhnya, sosok bayangannya bermunculan!
Kecepatan Aron juga digunakan hingga batas puncaknya, dan sosok bayangan itu tidak berhenti muncul dari segala arah!
Seiring bertambahnya kecepatan Aron, sosok Wiwanto juga mulai perlahan-lahan muncul di hadapan Aron.
“Hm, tidak tahu kemampuan diri sendiri…”
Wiwanto mendengus dingin dan menghantamkan tinjunya, tapi tinjunya seolah berubah menjadi bayangan tinju yang tidak terhitung jumlahnya!
Bayangan-bayangan tinju ini menghantam ke sosok bayangan Aron, dan menghancurkannya dalam sekejap, membuatnya hilang tanpa jejak!
Pada akhirnya yang tersisa hanya sosok asli Aron, yang menghantamkan tinjunya ke arah Wiwanto!
Dengan pukulan itu, tubuh Wiwanto tiba-tiba meledakkan cahaya hitam dan aura yang menakutkan langsung membuat Aron mundur.
Sedangkan tubuh Wiwanto terbungkus oleh cahaya hitam yang bagaikan tinta, seolah-olah dia sedang mengenakan baju besi berwarna hitam.
Cahaya hitam yang disinari oleh cahaya matahari menunjukkan cahaya yang mengerikan.
__ADS_1
“Aron, hari ini jika saya tidak membunuhmu, suatu hari nanti, bocah sepertimu pasti akan menjadi kesulitan bagi Aliansi Seni Bela Diri di masa depan…”
Mata Wiwanto berkilat dingin dan aliran cahaya hitam menghantam ke dada Aron!
Tubuh Aron terpental dan jatuh menghantam tanah dengan keras, dadanya juga tampak cekung beberapa inci.
Aron menyemburkan seteguk darah dan Aron tidak bisa menahan organ-organ dalamnya yang terluka!
Melihat Aron yang cedera berat, Wiwanto perlahan-lahan menghampirinya dan menatap Aron yang tergeletak di tanah : “Sudah berakhir, semuanya sudah berakhir…”
Cahaya hitam yang menyilaukan kembali berkumpul di tinju Wiwanto.
“Hentikan…”
Tiga aura mengalir dengan deras, Wiwanto yang melihat itu seketika menghilangkan cahaya hitam di tubuhnya.
Terlihat Nuri, Lina dan Eddyt yang bergegas menghampiri.
Melihat Aron yang terkapar dan terluka berat, Nuri dan Lina menerjang dengan panik.
“Ketua Dewan Wiwanto, Tuan Gino sudah berpesan tidak boleh menyerang Tuan Aron, tapi kamu malah berniat membunuhnya, masalah ini akan saya laporkan kepada Tuan Gino.”
Eddyt menatap Wiwanto dengan marah.
Terima kasih Buat Mas Solikin Putra Klaten dan Mas Rizky Farqah, pembaca teraktif Minggu dan pembaca terbanyak Minggu ini, Terima kasih juga buat teman² Reader yang setia dan selalu tidak bosan komen kritik dan saran... semoga teman² sehat -sehat semua dan di mudahkan rezekinya... amiiin...
__ADS_1