
“Saya hanya tidak pernah memberitahumu saja…”
Danu terlihat sedikit panik dengan pertanyaan Elen, jadi dia segera menyimpan ponselnya ke dalam kantong.
Dia tidak ingin Lina tahu berita tentang meninggalnya Aron, dia takut Lina tidak bisa menerima kenyataan ini.
Lina menatap Danu yang raut wajahnya jelas terlihat tidak beres, lalu bertanya : “Paman Danu, apakah kamu merahasiakan sesuatu dari kami? Kenapa kamu menyimpan ponselmu?”
“Tidak, tidak ada…”
Danu menjawab dengan panik.
Lina mencari kesempatan saat Danu tidak memperhatikan, dan mengambil ponsel itu dari saku jaket Danu.
Saat Lina membuka ponsel itu, dia melihat berita tentang Aron yang dibunuh oleh Satria dan sekujur tubuhnya seketika membeku.
Dia tidak percaya hal ini adalah kenyataan, namun saat dia melihat foto-foto yang dilampirkan, dia langsung terduduk di lantai.
Ponsel di tangannya juga terjatuh ke lantai dan Lina menjadi linglung.
Dia tidak bisa mempercayai kenyataan ini.
“Tidak, ini tidak nyata, tidak nyata…”
Lina menangis terisak.
Nely dan Elen juga segera menghibur Lina, namun saat mereka berdua tahu bahwa Aron sudah dibunuh, mereka juga langsung terdiam.
Kematian Aron merupakan pukulan besar bagi mereka semua.
Danu hanya bisa meneteskan air matanya dalam diam, dia tidak tahu bagaimana cara membujuk Lina dan yang lainnya.
__ADS_1
Entah berapa lama mereka menangis, air mata mereka bahkan sudah mengering!
Lina perlahan-lahan bangkit berdiri, tidak ada lagi air mata di matanya, dan digantikan dengan keinginan membunuh yang kental.
“Saya akan membunuh semua orang di Keluarga Hikawan, membalaskan dendam Aron, saya tidak akan membiarkan dia merasa tidak tenang di dalam kubur…”
Lina menggertakkan giginya dan tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang mengerikan.
“Lina, jangan gegabah, bahkan Aron saja bukan tandingan Satria, kalau kamu pergi membalas dendam itu sama saja dengan cari mati…”
Danu membujuk Lina.
“Aron sudah mati, tidak ada gunanya lagi saya tetap hidup, kalau tidak bisa membalaskan dendamnya, maka saya akan pergi menemaninya.”
“Saya tidak akan membiarkan dia sendirian di bawah sana…”
Lina sudah membulatkan tekadnya, tatapan matanya memancarkan hawa dingin yang menakutkan!
“Lina, saya akan menemanimu…”
Nely berkata pada Lina.
“Saya juga, saya juga ikut…”
Elen juga angkat bicara.
Danu melihat tiga gadis itu dan hanya bisa menghela nafas panjang.
“Saya akan menemani kalian pergi ke Kota Dama, tapi kalian tidak boleh melakukannya dengan cara yang brutal jika ingin membalaskan dendam Aron…”
Karena tiga gadis itu sudah bertekad, Danu memutuskan untuk membawa mereka ke Kota Dama.
__ADS_1
Dan melakukan segalanya untuk membalaskan dendam Aron!
...****************...
Lembah Iblis!
Khu yang mengetahui berita tentang pembunuhan Aron dipenuhi dengan kemarahan.
Meskipun dia tidak percaya pada kenyataan ini, tapi foto-foto Aron yang berlumuran darah di forum bela diri membuat dia mau tidak mau mempercayai hal ini.
Lembah Tanpa Bayangannya Khu adalah salah satu cabang dari Kuil Naga Langit, sekarang Penguasa Kuil mereka sudah dibunuh, sudah menjadi tugasnya untuk membalaskan dendam atas kematian Aron.
“Tuan Aeon, jangan khawatir, saya pasti akan membalaskan dendam ini untukmu.”
Sepasang mata Khu bercahaya dengan kilatan dingin.
“Ayah, ayo kita bawa pasukan untuk menyerang Keluarga Himawan sekarang, dan membalaskan dendam Kak Aron…”
Mata Tommy memerah karena menangis, dia berkata sambil menggertakkan giginya.
“Dengan kekuatan kita saat ini, tidak ada gunanya kita pergi ke Keluarga Himawan.”
“Sekarang kita harus menunggu Empat Tetua Iblis pulih dari luka mereka dan menyerang Keluarga Himawan bersama!”
“Selama saya, Khu masih hidup, saya akan melawan Keluarga Himawan sampai titik darah penghabisan...”
Khu tahu hanya dengan mengandalkan kekuatan mereka, tidak akan cukup untuk membalaskan dendam Aron.
Sekarang, Empat Tetua Iblis masih dalam masa pemulihan di dalam Menara Setan, dan saat Empat Tetua Iblis keluar, mereka akan menyerang Keluarga Himawan bersama.
Walau harus kehilangan nyawa mereka, mereka akan mati bersama dengan Keluarga Himawan, dan membalaskan dendam Aron.
__ADS_1