Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tuan Gino Menyembunyikan Rencana Besar .


__ADS_3

Di dalam Detasemen Perlindungan Hukum, Tuan Gino duduk dengan tenang di aula sambil menyeruput teh, seolah sedang menunggu sesuatu.


Eddyt yang berada di sampingnya tidak berani mengeluarkan suara.


Biasanya, Tuan Gino hanya akan duduk sebentar di Detasemen Perlindungan Hukum lalu pergi, tapi hari ini dia tidak akan pergi dalam waktu singkat.


Di saat ini, seorang anggota Detasemen Perlindungan Hukum tiba-tiba berlari masuk dan berkata kepada Eddyt : “Ketua Detasemen Eddyt, ada orang yang ingin bertemu dengan Tuan Gino…”


“Siapa?”


Tanya Eddyt.


“Apakah Satria?”


Tuan Gino angkat bicara dan bertanya.


“Benar, benar, benar, kedua ayah dan anak itu!”


Anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu segera mengangguk.


“Sepertinya Satria masih tidak terlalu bodoh hingga batas tertentu!”


Tuan Gino tersenyum ringan : “Biarkan dia masuk!”


Anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu segera keluar dan Eddyt menatap Tuan Gino dengan takjub.


Sepertinya Tuan Gino datang ke Detasemen Perlindungan Hukum pagi-pagi karena menunggu Satria.


“Tuan Gino, apakah kamu sudah menebak Satria akan datang menemuimu?”

__ADS_1


Eddyt bertanya dengan penasaran.


“Saya memang sudah menebaknya, hanya saja tidak yakin sepertinya Satria tidak ingin bertarung mati-matian dengan Aron!”


Tuan Gino berkata.


Eddyt menatap Tuan Gino dengan penuh kekaguman!


Tidak lama kemudian, Satria dan Robi dipersilahkan masuk.


Saat melihat Tuan Gino, Satria dan Robi memberi hormat kepada Tuan Gino dengan serempak : “Tuan Gino…”


Tuan Gino mengangguk kecil : “Hm, duduklah!”


Tuan Gino memberi isyarat kepada ayah dan anak itu untuk duduk, namun tidak lama kemudian, tatapan Tuan Gino tertuju pada Robi dan raut wajahnya berubah menjadi sedikit muram.


Robi melihat Tuan Gino yang terus menatapnya merasa sedikit tidak nyaman!


“Tuan Gino, Aron itu sedang berada di depan pintu Keluarga Himawa, dan ingin menantangku yang merupakan Master Guru senior untuk menerima tantangannya!:


“Baik kalah maupun menang, saya tidak akan punya tempat untuk menaruh mukaku, terlebih lagi jika kami berdua benar-benar bertarung, sepertinya akan menggemparkan seluruh komunitas bela diri Kota Dama!”


“Jadi, saya ingin mengundang Tuan Gino untuk turun tangan dan berbicara pada Aron, jika dia punya permintaan, dia bisa mengajukannya, saya akan memenuhinya sebisaku…”


Satria merendahkan dirinya dan berkata pada Tuan Gino.


Tuan Gino tersenyum ringan : “Satria, saat kamu pergi untuk membunuh Aron, tidak pernah mendengar kamu mengatakan sebagai Master Guru senior melawan seorang ahli bela diri yang baru, akan membuatmu tidak memiliki tempat untuk menaruh mukamu?”


Perkataan Tuan Gino langsung mengenai titik terlemah Satria.

__ADS_1


Satria hanya bisa tersenyum canggung dan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun.


“Saya bisa pergi dan membujuk Aron, tapi saya tidak bisa memastikan apakah Aron akan mendengarkanku atau tidak, anak ini memiliki temperamen yang keras kepala.”


Tuan Gino berkata dengan perlahan.


“Tidak masalah, asalkan Tuan Gino turun tangan, di seluruh komunitas bela diri siapa yang berani tidak memberi muka, saya percaya Tuan Gino pasti bisa melakukannya!”


Satria tidak menyangka Tuan Gino akan menyetujuinya dengan semudah ini.


Perlu diketahui, Tuan Gino selalu mendukung Aron di belakang, dan Aron menantang dirinya juga pasti sudah mendapatkan persetujuan dari Tuan Gino.


​Satria tidak mengira Tuan Gino akan menyetujui untuk membujuk Aron.


“Baiklah kalau begitu, kalian tunggulah saya di luar…”


Tuan Gino berkata.


Satria terus berterima kasih, dan membawa Robi untuk menunggu di luar.


“Tuan Gino, kamu benar-benar ingin pergi membujuk Tuan Aron? Kamu sudah mengetahui kalau dia akan menantang Satria.”


Eddyt bertanya kepada Tuan Gino dengan ekspresi tidak percaya.


Dia tidak mengerti kenapa Tuan Gino menyetujui permintaan Satria.


“Tentu saja saya akan pergi, namun Aron pasti tidak akan memberi muka kepadaku…”


​Tuan Guno tersenyum dan berjalan keluar.

__ADS_1


Satria segera membukakan pintu mobil secara pribadi untuk Tuan Gino, lalu mobil itu melaju menuju kediaman Keluarga Himawan.



__ADS_2