Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sumber Kultivasi


__ADS_3

Melihat warna kemerahan di tubuh Aron yang semakin memudar, Satria menjadi lebih senang lagi.


Tidak lama kemudian, Aron akan mati karena darah beracun, dan dia ingin semua orang menyaksikan momen ini!


Cahaya keemasan di tubuh Aron perlahan-lahan berkedip karena darah beracun sudah habis terserap.


“Darah beracunmu ini, memang barang yang bagus…”


Tatapan mata Aron berkilat dengan keserakahan, aura di tubuhnya juga seketika meledak.


Hal ini membuat Satria tercengang, semua orang yang ada di sana juga tercengang!


Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, jelas-jelas darah beracun sudah terserap ke dalam tubuh Aron, kenapa sekarang dia masih baik-baik saja?


Dan aura di dalam tubuh Aron juga melonjak dengan pesat.


“Kamu…kamu tidak takut pada darah beracun?”


Satria menatap Aron dengan penuh keterkejutan.


Aron tersenyum dingin : “Saya lupa memberitahumu, saya adalah Penguasa Lembah Pengobatan, menurutmu apakah saya akan takut pada apa yang kamu sebut darah beracun?”


Perkataan Aron membuat Satria terkejut.


​Satria tidak tahu bahwa Aron ada hubungannya dengan Lembah Pengobatan.


Satria tidak tahu, tapi ada beberapa orang yang tahu karena Lembah Pengobatan selalu mentaati perintah Aron!


“Kita lupa status Aron sebagai Penguasa Lembah Pengobatan, tempat seperti apa Lembah Pengobatan itu, mana mungkin takut diracuni!”


“Benar-benar pamer kemampuan di depan ahlinya, tamatlah sudah…”


“Aron orang ini, entah berapa banyak identitas yang dia punya.”

__ADS_1


Semua orang mulai berdiskusi dengan suara pelan.


Namun, tidak ada yang mengetahui Aron tidak takut pada darah beracun tidak ada hubungannya dengan statusnya sebagai Penguasa Lembah Pengobatan.


Aron hanya tidak ingin mereka mengetahui rahasia Seni Konsentrasi Jiwanya.


Raut wajah Satria menjadi muram, dia tahu masalah hari ini tidak akan bisa diatasi dengan mudah.


Aron bahkan tidak takut pada darah beracun, sepertinya dia harus bertarung mati-matian!



“Apa lagi kemampuan yang kamu miliki?”


Aron mengepalkan tinjunya, cahaya keemasan bersinar di telapak tangannya.


Seekor Naga emas melingkari lengan Aron, kekuatan Naga Ilahi digunakan secara maksimal.


Aron berteriak marah, lalu melayangkan tinjunya.


Naga emas mengeluarkan auman naga, dan langsung menerjang ke arah Satria.


Angin kencang berhembus dari tanah, kekuatan spiritual yang menakutkan bagaikan bilah-bilah pisau yang tajam, yang langsung menyelimuti tubuh Satria.


Tatapan Satria menunjukkan kepanikan, energi di dalam tubuhnya tidak berhenti dikerahkan dan membentuk perisai pelindung di sekeliling tubuhnya!


Suara berdentang tidak berhenti terdengar!


Satria menggertakkan giginya dengan keras dan melawan.


​Namun, tiba-tiba sebuah kekuatan yang luar biasa menghantam dada Satria dengan ganas, dan tubuh Satria langsung terlempar ke belakang.


Bam…

__ADS_1


Satria menghantam tanah dengan keras, lalu sebuah kawah besar terbentuk di tanah.


Semua orang menatap Aron dengan ngeri, wajah mereka penuh rasa tidak percaya, satu pukulan itu, hanya satu pukulan itu mengandung kekuatan yang begitu menakutkan!


“Ayah…”


“Tuan Besar…”


Robi dan semua orang Keluarga Himawan bergegas menghampiri dan memapah Satria berdiri.


Sudut mulut Satria mengucurkan darah, raut wajahnya tampak sangat pucat.


“Kalian menyingkirlah…”


Emosi kemarahan Satria juga meledak dan mendorong Robi.


Satria melangkah maju dua langkah dan menatap Aron dengan marah, lalu menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menepuk dadanya sendiri dengan keras.


Seteguk darah tiba-tiba menyembur dari mulut Satria.


Satria kemudian melambaikan kedua tangannya dengan cepat di udara seolah-olah sedang melafalkan mantra!


Dalam sekejap, sebuah aura menakutkan muncul, seteguk darah yang dimuntahkan oleh Satria berubah menjadi gumpalan-gumpalan kabut darah.


Dan kabut darah ini tersedot kembali ke tubuh Satria saat dia membuka mulutnya dengan lebar!


“Aron, kamu yang memaksaku, saya akan bertarung mati-matian denganmu…”


Satria melotot dengan marah, tubuhnya juga segera bergejolak!


Tidak lama kemudian, tubuh Satria berubah menjadi berwarna merah darah, terlihat seperti manusia darah.


__ADS_1


__ADS_2