
Gavin menatap Aron dengan bingung : “Tuan Aron, apa yang ingin kamu lakukan?”
“Saya akan menggunakannya untuk membantuku menerobos ranah…”
Aron berkata dengan jujur.
Aron ingin menggunakan kekuatan Damo untuk membantunya menerobos ke ranah Master Guru.
Perlu diketahui Damo adalah seorang Master Guru, jika dapat menghisap kekuatan Damo mungkin saja dia bisa menerobos ranah.
Gavin sedikit tidak mengerti dengan maksud Aron, tapi dia tetap mengangguk.
Sedangkan Damo menatap Aron dan berkata : “Aron, apa yang akan kamu lakukan padaku?”
Ekspresi Damo tampak ketakutan!
“Tentu saja menghisap kekuatanmu…”
Aron berkata lalu mengulurkan tangan dan menekankannya di atas kepala Damo!
Segera setelah itu, sekujur tubuh Damo mulai kejang-kejang dan kekuatan di dalam tubuhnya terus disedot oleh Aron.
Damo meronta tapi sama sekali tidak ada gunanya.
Gavin yang ada di samping menatap Aron dengan kaget, dia merasa sedikit tidak percaya dan tidak tahu bagaimana Aron bisa melakukan teknik kultivasi jahat seperti itu!
__ADS_1
Master Guru memanglah Master Guru!
Aron membutuhkan waktu satu jam untuk menyedot habis seluruh kekuatan Damo dan seluruh tubuh Damo kini berubah menjadi mayat kering.
Aron duduk di tanah dan terus memurnikan kekuatan Damo.
Seni Konsentrasi Jiwa bekerja hingga batas maksimal, dan setelah tiga jam penuh Aron perlahan-lahan membuka matanya!
Merasakan Inti Emas di dalam dirinya tidak menunjukkan sedikit pun tanda-tanda akan menerobos ranah.
“Sudah menyerap kekuatan seorang Master Guru namun tidak ada perubahan sama sekali?”
Aron mengernyitkan keningnya, dia merasa menerobos Tahap Jiwa Baru benar-benar sangat sulit.
Gavin menatap Aron dengan sedikit ngeri.
“Menurutmu?” Aron tersenyum ringan : “Jika saya adalah Kultivator Iblis, menurutmu saya bisa meninggalkan Kota Dama?”
Gavin memikirkannya dan merasa ada benarnya, jika Aron adalah Kultivator Iblis maka jangankan para klan dan keluarga bela diri itu, pihak pemerintahan Kota Dama juga tidak akan membiarkan Aron kabur.
Mereka akan menangkap Aron dan mengurungnya di dalam penjara.
“Tuan Aron, maaf saya sudah salah paham!” Gavin meminta maaf pada Aron lalu berkata : “Hari ini berkat Tuan Aron, jika Damo tidak mati maka cepat atau lambat Istana Hewan Surgawi akan menjadi sasaran publik…”
“Seharusnya saya yang berterima kasih kepadamu, kalau bukan karena kamu, saya tidak akan bisa memecahkan Formasi Pelindung Gunung itu dengan mudah.” Aron tahu kalau bukan karena Gavin dia pasti masih terjebak di dalam formasi itu.
__ADS_1
Gavin tersenyum : “Kita memiliki kebutuhan masing-masing, sekarang Istana Hewan Surgawi sudah hancur dan banyak murid yang melarikan diri, saya harus mengembangkan Istana Hewan Surgawi secara perlahan-lahan lagi.”
“Tetua Gavin…salah, seharusnya saya memanggilmu Baginda Gavin, saya berharap setelah kamu memegang kendali atas Istana Hewan Surgawi, jangan cari masalah lagi dengan Istana Lotus Merah, kalau tidak saya tidak akan setuju.”
Aron berkata sambil tersenyum.
Meskipun tersenyum tapi nada bicara Aron terdengar sedang mengancam Gavin.
Aron tidak bisa menetap di Istana Lotus Merah selamanya, jadi dia harus memberitahu Gavin terlebih dulu.
“Tuan Aron, tidak perlu khawatir, saya akan membuat pernyataan bahwa Istana Hewan Surgawi dan Istana Lotus Merah sudah membentuk aliansi dan tidak akan ada keluarga dan klan bela diri di seluruh wilayah Selatan yang berani macam-macam dengan Istana Lotus Merah lagi!”
Gavin tahu, mereka tidak akan bisa menang melawan Aron, karena tahu mereka tidak bisa, maka lebih baik mereka memberi muka kepada Aron.
“Haha, baguslah kalau begitu!” Aron tertawa : “Sekarang Damo sudah mati, saya juga sudah harus kembali.”
Aron berpamitan dengan Gavin lalu kembali ke Istana Lotus Merah!
Melihat Aron pergi seharian, Aila dan Bella bertanya-tanya untuk apa Damo memanggil Aron ke Istana Hewan Surgawi.
Aron menatap kedua kakak beradik itu dan tersenyum ringan : “Ke depannya, Istana Lotus Merah tidak perlu mengkhawatirkan akan diintai oleh orang-orang lagi, saya sudah membunuh Damo, sekarang Gavin menjadi Pemimpin Istana Hewan Surgawi, dia memutuskan untuk membentuk aliansi dengan Istana Lotus Merah, dengan begitu tidak akan ada yang berani memata-matai Istana Lotus Merah lagi.”
Perkataan Aron membuat Bella dan Aila tercengang.
__ADS_1