Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aila Yang Cemas


__ADS_3

Sekarang dia membenci, membenci dirinya mengapa dia terbawa suasana dan rela mengkhianati Bella.


Jika dia masih membentuk aliansi dengan Istana Lotus Merah, maka dengan kekuatan Aron dia tidak perlu khawatir Istana Hewan Surgawi tidak akan bisa berkembang bukan?


Tapi sekarang sudah terlambat!


Aron berjalan ke hadapan Gavin, dan menatapnya dengan dingin.


Gavin merasakan tatapan dingin Aron dan tubuhnya gemetar dengan hebat!


Dia mulai tidak berhenti bersujud pada Aron.


“Tuan Aron, saya salah, saya benar-benar salah, saya dibutakan oleh situasi, saya juga dipaksa oleh Benny.”


“Mohon Tuan Aron jangan membunuhku, saya bersedia menjadi apa saja untuk Tuan Aron, apa saja boleh…”


Gavin bersujud memohon ampun dengan putus asa.


Di saat ini Bella yang ada di dalam pelukan Aron mengangkat kepalanya dan meminta Aron untuk menurunkannya.


Lalu menendang Gavin dengan keras : “Gavin, kamu orang picik yang melekat pada yang berkuasa ini benar-benar sangat kejam, awalnya saya mengira kamu adalah orang yang baik…”


Bella sangat benci pada Gavin jauh melebihi Benny, kalau bukan karena Gavin yang memanfaatkan kepercayaannya dan menipunya maka Benny tidak akan berhasil.


​“Baginda Bella, saya salah, saya benar-benar sudah salah, saya tidak akan berani lagi, tolong ampuni saya kali ini…”


Gavin menangis terisak.

__ADS_1


Dan Aron menatap Gavin dengan dingin, rasa jijik memenuhi tatapan matanya.


Awalnya Gavin tidak menyukai apa yang telah dilakukan oleh Damo, Pemimpin Istana Hewan Surgawi, dan bahkan turun tangan membunuh Damo, Aron merasa Gavin orang yang lumayan.


Namun tidak disangka setelah dia menjadi Pemimpin Istana Hewan Surgawi, dia malah berubah menjadi orang yang sama!


Atau mungkin karena dia belum mencapai posisi setinggi ini jadi sifat aslinya tidak muncul.


​“Sampah…”


Aron mendengus lalu mengentakkan kakinya!


Sepotong ubin yang tajam dari tanah langsung menembus leher Gavin.


Gavin menutupi lehernya dengan kedua tangannya, mencoba mengatakan sesuatu tapi tidak bisa, dan setelah itu dia jatuh ke tanah dan tidak bernafas lagi!


“Ar…Aron, ayo kita pergi…”


Bella langsung memanggil nama Aron, tidak memanggilnya dengan sebutan Tuan Aron lagi.


Mungkin karena itu akan menunjukkan betapa besar ikatan mereka berdua saat ini!


​Namun Aron tidak mendengar maksud apa pun, dan berkata pada Bella : “Saya sudah bilang, Benny sudah menyentuhmu maka semua orang di Keluarga Jaya harus membayar dengan nyawa mereka.”


Wajah Bella memerah : “Kamu bicara sembarangan apa, Benny sama sekali tidak menyentuhku, saya masih baik-baik saja.”


Aron tercengang : “Benny bilang…bilang kalau kamu sudah menjadi wanitanya.”

__ADS_1


“Bodoh, kamu percaya dengan apa yang dia katakan, lantas kamu tidak percaya dengan perkataanku?”


Bella memutar matanya pada Aron : “Ayo jalan, jangan biarkan Aila menunggu dengan cemas di rumah.”


Bella berkata dan melangkah dua langkah, namun tubuhnya belum pulih sepenuhnya dan dia hampir terjatuh.


​Aron sigap dan segera menggendong Bella.


“Sebaiknya saya menggendongmu pulang…”


Aron memeluk Bella dan bergegas menuju ke Istana Lotus.


Di depan pintu Istana Lotus, Aila sedang menunggu dengan cemas.


Sekarang hari sudah hampir terang dan belum ada kabar dari kakaknya, ini membuat Aila sangat cemas.


Di saat Aila sedang cemas, tiba-tiba satu sosok muncul dan terlihat Aron yang menggendong Bella pulang.


Melihat adegan ini Aila seketika tercengang.


Karena di saat ini, Bella melingkarkan tangannya pada leher Aron dan keduanya terlihat sangat dekat.


​Bella melihat mereka sudah hampir tiba di Istana Lotus Merah bergegas berbisik pada Aron : “Cepat turunkan saya…”


Bagaimana pun Bella adalah Pemimpin dari Istana Lotus, jika dia terlihat bermesraan dengan seorang pria maka dampaknya akan buruk!


Aron menurunkan Bella lalu Bella merapikan pakaiannya dan berjalan masuk ke dalam Istana Lotus.

__ADS_1



__ADS_2