Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bajak Laut


__ADS_3

“Hm, anak Keluarga Himawan itu benar-benar sangat berbahaya, dia jauh lebih kuat daripada Lion, jadi kita harus mencoba untuk menemukan Aron terlebih dulu.”


Rael menyipitkan matanya, sebuah kilatan melintas di matanya!


“Tuan Besar, lantas kamu benar-benar ingin menemukan Aron dan membiarkan dia menetap di kediaman Keluarga Dayo, dan memberi perlindungan kepadanya? Kamu benar-benar tidak menginginkan Kristal Naga yang dimiliki oleh Aron?”


Kepala pelayan bertanya.


“Memberi perlindungan kepadanya?” Rael menyeringai : “Aron sudah menyinggung Aliansi Seni Bela Diri dan Keluarga King, sekarang dia sudah menyebabkan hampir seluruh komunitas bela diri memburunya, bagaimana mungkin Keluarga Dayo mempunyai kekuatan untuk melindunginya!”


“Kamu juga tahu sifat Lion, jika saya tidak berkata seperti ini, dia mana mungkin akan pergi mencari Aron, nanti setelah menemukan Aron, saya akan mengambil Kristal Naga darinya terlebih dulu, lalu mengenai hidup matinya Aron, walau saya tidak membunuhnya, saya yakin dia juga tidak akan bisa hidup lama.”


“Memang Tuan Besar sangat bijaksana…” Kepala pelayan segera menyanjungnya.



Di atas lautan yang luas, sebuah kapal pesiar mewah sedang mengapung di atasnya.


Di dalam kapal pesiar mewah itu, selain beberapa awak kapal, hanya ada Aron seorang diri.


Aron sedang mengasingkan diri di dalam kamar, dan mulai berkultivasi tanpa henti.


Jika dia bisa mencapai Tahap Jiwa Baru di awal tahun, maka Aron akan bisa menyelamatkan ibunya dan Nuri.

__ADS_1


Namun, untuk berkultivasi hingga mencapai Tahap Jiwa Baru sangat sulit.


Setelah mencapai Tahap Jiwa Baru, seseorang akan memiliki tubuh yang seolah abadi.


Selama Jiwa Baru tidak mati, maka walau tubuh fisiknya hancur bagaikan debu, tetap bisa dibentuk kembali.


Setelah mencapai Tahap Jiwa Baru, seseorang akan terlihat seperti seorang dewa yang kekal di hadapan orang biasa.


​Saat ini, di ruang kontrol kapal pesiar, beberapa awak kapal sedang mengobrol dengan santai.


Karena saat kapal pesiar mengapung di lautan, mereka tidak perlu mengoperasikan apa pun, mereka makan dan tidur setiap hari, lalu mengobrol dengan santai.


Lagi pula mereka juga dibayar, dan dibayar dengan harga yang sangat tinggi, jadi para awak kapal ini sangat senang.


“Jangan bicara seperti itu, mungkin saja orang ini sudah membayar terlebih dulu, atau bahkan membeli kapal pesiar ini, kita hanya perlu bekerja dan masuk kerja untuk mendapatkan uang.”


“Benar, ini sangat mudah, hanya terapung di laut sepanjang hari, hanya saja jangan sampai bertemu dengan bajak laut, dengar-dengar bajak laut dari Pulau Tengkorak sangat kejam, mereka bisa memanggang orang dan memakannya.”


“Jangan bicara sembarangan, itu semua bohong, mana ada yang namanya Pulau Tengkorak, saya sudah bekerja selama bertahun-tahun, dan saya tidak pernah bertemu dengan bajak laut.”


Di saat beberapa awak kapal sedang mengobrol, tiba-tiba beberapa perahu motor cepat muncul di perairan di sekitar kapal pesiar.


Kecepatan perahu motor cepat itu begitu cepat hingga muncul gelombang putih di belakang perahu motor cepat itu!

__ADS_1


Terlihat perahu motor cepat itu akan segera menabrak kapal pesiar, terlihat beberapa sosok yang melompat dari atas perahu motor cepat.


Beberapa orang itu melompat ke dek kapal pesiar dengan tinggi lebih dari dua puluh meter tanpa bantuan alat apa pun.


Jika para awak kapal melihat adegan ini maka mereka pasti akan menganga.


Beberapa orang itu mengenakan pakaian serba hitam, dengan desain tengkorak yang disulam pada dada bagian kiri pakaian mereka.


Setelah naik ke atas kapal pesiar, beberapa orang itu langsung menuju ke ruang kontrol.


Pintu ruang kontrol ditendang hingga terbuka dan mereka langsung menyandera beberapa awak kapal itu.


​Melihat ada orang yang tiba-tiba menerobos masuk terutama saat melihat pakaian mereka, beberapa awak kapal itu terkejut hingga gemetaran.


Karena mereka pernah mendengar bahwa bajak laut dari Pulau Tengkorak mengenakan pakaian seperti itu.


Mereka tadinya masih tidak percaya, namun sekarang saat melihat para bajak laut ini benar-benar muncul di hadapan mereka, mereka sudah tercengang.


“Berapa banyak orang di atas kapal ini? Kumpulkan mereka semua di dek…”


Seorang bajak laut dengan tengkorak merah di bagian dada kirinya berteriak kepada salah seorang awak kapal.


Kaki awak kapal itu menjadi lemas karena ketakutan, kalau bukan karena dia sedang ditopang pasti dia sudah terduduk di lantai.

__ADS_1


__ADS_2