
Tetua Ketiga bergegas berkata!
Aron mengernyitkan keningnya dan mulai ragu, kalau membunuh Tetua Ketiga sekarang bisa saja para gadis-gadis yang ditangkap itu kehilangan nyawa mereka!
Melihat keraguannya, Tetua Ketiga tampak sedikit bahagia dan bergegas merangkak ke arah Chika!
Chika yang melihat Tetua Ketiga merangkak mendekatinya seketika kaget setengah mati, sementara Masr melindungi di depannya, dan menatap Tetua Ketiga dengan waspada!
“Nona, kumohon bantu saya, saya juga dipaksa dan tidak berdaya, Picak juga menggunakan kelabang untuk mengontrol kami semua, kami tidak bisa melawan, kalau tidak saya tidak mungkin mengkhianati ayahmu!”
Tetua Ketiga memohon kepada Chika, dia berharap Chika bisa membantunya memohon belas kasihan saat ini!
“Mengkhianati ayahku?” Chika membelalak tidak percaya : “Apa…..apa maksudmu?”
“Nona, awalnya kami semua merupakan bawahan dari Penguasa Lembah Jon, semua itu karena niat jahat dari Picak yang mengusir Penguasa Lembah Jon lalu dia sendiri menguasai seluruh Lembah Ilusi dan menanamkan kelabang untuk mengendalikan kami semua, dan….dan baru-baru ini Isaah juga sudah merencanakan untuk menghabisi Penguasa Lembah Jon, oleh karena itu dia akan menangkapmu lebih dulu baru mengancam Penguasa Lembah Jon
Tetua Ketiga menjelaskan!
“Tidak…kamu bicara sembarangan….” Chika tidak berani mempercayainya, dia menatap Tetua Ketiga dengan marah : “Kalian semua adalah orang jahat, bagaimana mungkin kalian adalah bawahannya ayahku, dan bukankah Lembah Ilusi ini adalah sebuah resort? Sejak kapan ayahku menjadi Penguasa Ilusi?”
Chika hanyalah orang biasa jadi dia tidak terlalu mengerti tentang masalah ini, selama ini Jon merahasiakan hal ini darinya, dan dia tidak ingin putrinya mengikuti jalannya!
Kalau tidak untuk apa dia harus mengirim Chika bersekolah jauh-jauh di Kota Dama!
__ADS_1
“Nona, Lembah Ilusi adalah sebuah organisasi dan resor ini hanyalah topeng, Lembah Ilusi yang sebenarnya ada di dalam, dan Lembah Ilusi ini didirikan oleh Penguasa Lembah Jon!”
Tetua Ketiga melanjutkan penjelasannya!
“Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa ayahku membohongiku? Berapa banyak hal yang dia rahasiakan dariku?”
Bermimpi pun Chika tidak berani membayangkan kalau ayahnya sendiri adalah Penguasa Lembah!
“Hentikan omong kosongmu dan bawa saya untuk melepaskan para gadis-gadis itu…”
Aron berkata dan menatap Tetua Ketiga dengan dingin.
“Baik baik baik…..”
Robet menggertakkan giginya dan mengikuti dari belakang, sedangkan Mars juga memapah Chika yang sedang termenung dan mengikutinya!
Setelah berjalan ke bagian belakang kuil, terlihat sebuah tebing besar yang menjulang tinggi, tebing yang tinggi itu memberikan rasa tertekan yang mendalam!
Tetua Ketiga berjalan menuju ke arah tebing, lalu mengetuk tiga kali dan sebuah pintu di tebing itu tiba-tiba terbuka.
Ada penjara di dalamnya, dimana belasan gadis-gadis terkurung di dalam, dan saat pintu penjara itu terbuka belasan gadis itu seketika meringkuk di sudut ruangan!
Tetua Ketiga melangkah dua langkah dan membuat belasan gadis itu berteriak ketakutan.
__ADS_1
Aron yang melihatnya bergegas mengeluarkan Tetua Ketiga dari dalam, dan wajahnya terlihat marah.
“Ini….ini semua saya lakukan atas perintah Picak…..”
Melihat Aron menatapnya dengan marah, Tetua Ketiga bergegas menjelaskan!
yang sejak tadi termenung seketika kaget saat melihat para gadis-gadis itu, mereka semua hampir seusia dengan dirinya, dan pakaian mereka compang camping, seperti pengemis!
Chika berjalan masuk dengan perlahan, dan saat para gadis-gadis itu menjadi tenang saat melihat Chika yang juga seorang wanita!
“Benar-benar sekelompok binatang………”
Setelah melihat keadaan para gadis-gadis itu, Chika menggertakkan giginya dan memaki Lembah Ilusi!
Segera, setelah ditenangkan oleh Ilusi, para gadis-gadis itu dibebaskan dan setelah berjalan keluar mereka seperti orang gila yang mulai berlarian untuk melarikan diri, mereka takut akan ditangkap lagi, dan tidak memberikan waktu untuk Aron dan yang lainnya merenung.
Aron awalnya ingin mengirim seseorang untuk mengawal gadis-gadis ini pulang, tapi karena mereka semua sudah kabur, Aron menatap ke arah Tetua Ketiga : “Sekarang bawa saya ke markas kalian!”
Tetua Ketiga ragu-ragu sejenak lalu menggertakkan giginya dan menyetujuinya!
“Kalau kamu berani macam-macam, saya akan membuat hidupmu jauh lebih buruk daripada mati!” melihat Tetua Ketiga yang ragu-ragu sejenak Aron mengira dia akan menggunakan trik!
“Tidak berani, tidak berani……..” Tetua Ketiga bergegas mengibaskan tangannya : “Hanya saja ada kelabang di dalam tubuhku, dan sekarang Picak mengetahui keberadaanku dengan mudah, kalau saya kembali ke dalam lembah saat ini, takutnya dia akan mulai mencurigai!”
__ADS_1