Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lepaskan 4 tetua Iblis


__ADS_3

“Tuan Aron…”


Eddyt melihat kondisi Aron yang menyedihkan bergegas maju untuk memapah Aron!


Saat ini hati Aron merasa lega dan memuntahkan seteguk darah.


“Tuan Aron, Tuan Aron…”


Eddyt terlihat panik!


“Jangan khawatir, dia tidak akan mati…”


Tuan Gino melirik Aron lalu berkata dengan acuh tak acuh.


“Ketua Detasemen Eddyt, saya tidak apa-apa!”


Aron tersenyum ringan pada Eddyt.


“Tuan Gini, Aron menerobos masuk ke dalam pestaku dan membunuh orang-orang Keluarga Himawan, saya bersiap memberi pelajaran kepadanya!”


Robi menatap Tuan Gino dan berkata dengan nada merendah.


“Saya akan membawanya pergi, orang lainnya juga enyah dari sini…”


Tuan Gino berkata dengan acuh tak acuh.


Robi melihat Tuan Gino yang hendak membawa Aron pergi mengernyitkan keningnya.


Perlu diingat saat ini Aron sudah menjadi domba yang menunggu disembelih, jika dia melepaskan Aron saat ini maka sepertinya tidak akan ada kesempatan sebaik ini lagi ke depannya.


“Tuan Gino, Aron sudah menghancurkan vila Keluarga Himawan, dan membunuh orang dari Keluarga Himawan, kalau kamu membawanya pergi seperti ini, saya…”


Piak!


Robi belum sempat menyelesaikan perkataannya, dan merasakan sebuah energi angin yang menghantamnya dan membuat tubuhnya terjatuh ke tanah.


Raut wajah Tuan Gino tampak dingin dan tatapannya menatap Robi dengan tajam : “Kamu tidak dengar apa yang saya katakan?”

__ADS_1


Robi perlahan-lahan bangkit berdiri, raut wajahnya penuh kengerian!


Orang-orang dari keluarga dan klan bela diri lainnya juga ketakutan hingga tidak berani bernafas dengan keras.


Tidak ada yang bisa melihat bagaimana Tuan Gino menyerang, sedangkan Robi sudah terhempas ke udara.


“Dengar, saya akan melakukan sesuai dengan yang Tuan Gini katakan!”


Robi tidak berani membantah.


“Ayo pergi!” Tuan Gino berkata pada Eddyt.


Eddyt bergegas membantu Aron dan hendak pergi.


Namun Aron melepaskan diri dari pegangan Eddyt dan menggelengkan kepalanya : “Hari ini saya harus menyelamatkan Empat Tetua Iblis, kalau tidak maka saya akan mati di sini.”


“Tuan Aron, kondisimu sekarang sudah tidak menjadi tandingan orang-orang ini, kita pergi dulu!”


Eddyt membujuk Aron.


​Aron berkata dengan penuh tekad.


Eddyt menatap Tuan Gino dengan pasrah.


Raut wajah Tuan Gino terlihat tidak senang, namun dia tetap berbalik dan menatap Robi.


“Di mana Empat Tetua Iblis dikurung?”


Tuan Gino bertanya dengan acuh tak acuh.


Robi ragu-ragu sejenak lalu pada akhirnya berkata : “Di penjara bawah tanah!”


“Bawa saya pergi, lepaskan mereka semua…”


Nada suara Tuan Gino sangat kuat, ini adalah perintah.


Robi mengangguk dan tidak berani membantah keinginan Tuan Gino.

__ADS_1


​Tidak peduli sehebat apa Keluarga Himawan, tapi tetap tidak bisa melebihi para pejabat.


Robi membawa Tuan Gino, Aron dan yang lainnya berjalan menuju ke penjara bawah tanah!


Penjara bawah tanah Keluarga Himawan sangat gelap, Empat Tetua Iblis dikurung di dalamnya.


Setiap dari mereka diikat dengan pengait khusus di tulang selangka mereka untuk mencegah mereka melarikan diri.


Dan di ruangan sebelahnya, Lion dikurung di sana.


Setelah sekian lama berada di penjara bawah tanah, rambut Lion acak-acakan dan raut wajahnya menjadi jauh lebih kusam.


“Putraku…”


​Kemarahan Rael seketika meledak saat melihat putranya dikurung di penjara bawah tanah oleh Robi dalam keadaan seperti ini!


“Robi, saya akan membunuhmu, apa yang kamu janjikan padaku?”


Rael meledakkan niat pembunuh dari tubuhnya dan melayangkan tamparannya ke arah Robi.


Rael selalu mengira Robi hanya menjadikan Lion sebagai tahanan rumah, tapi dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal seharusnya tidak terlalu keterlaluan.


Tapi tidak disangka, Robi malah mengurung Lion di penjara bawah tanah.


Robi panik dan segera mundur!


Rael baru saja menyerang dan Tuan Gino terlihat melambaikan telapak tangannya dan sekujur tubuh Rael seketika tertahan di dinding dan tidak bisa bergerak.


Perlu diketahui Rael adalah seorang Master Guru, di hadapan Tuan Gino dia bahkan tidak bisa apa-apa!


Terlihat betapa besarnya kekuatan yang dimiliki Tuan Gino.


“Tidak menganggap keberadaanku? Siapa yang berani menyerang lagi, jangan salahkan saya tidak berbelas kasihan!”


Setelah selesai berbicara, Tuan Gino menarik kembali energinya dan Rael terduduk ke tanah.


__ADS_1


__ADS_2