Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Elen Kena marah


__ADS_3

“Paman Danu, orang-orang ini adalah orang jahat, tadi kalau saya tidak membunuh mereka, mereka….mereka akan melakukan itu padaku.”


Elen berkata dengan cemberut.


“Banyak alasan, lantas apakah Aron juga menganiaya kamu?” Danu memelototi Elen.


“Saya….saya hanya mendengar kalau Paman Danu mengatakan dia sangat hebat, jadi saya ingin mengujinya tidak disangka biasa-biasa saja….”


Elen menatap Aron dengan tatapan penghinaan : “Dan kualitas dari orang ini juga sangat biasa, saat melihatku dianiaya tadi dia juga tidak membantuku.”


Mendengar percakapan antara Danu dan Elen, Aron tercengang, ternyata kedua orang ini saling kenal, dan Danu juga sering membahas dirinya.


Namun sepertinya dua orang ini tidak memiliki niat jahat pada dirinya, dan tidak ingin melukai dirinya.


Danu menatap Aron, dia tidak percaya Aron adalah tipe orang yang tidak mau membantu menyelamatkan orang.


Aron menyadari Danu menatap dirinya dan bergegas menjelaskan : “Tadi dia menggunakan indera spiritual untuk memata-mataiku, saya sudah tahu sejak awal kalau dia adalah kultivator, oleh karena itu saya tidak bergerak, saya tahu beberapa orang itu tidak akan bisa melawannya….”


Raut wajah Danu menjadi lebih jelek setelah mendengar hal itu : “Elen, siapa yang menyuruhmu menggunakan indera spiritual pada Aron? Kalau kamu mempengaruhi pikirannya, maka akan menjadi kesalahan besar.”

__ADS_1


Melihat raut wajah Danu, Elen tahu kalau dirinya sudah berbuat kesalahan dan menundukkan kepalanya, lalu tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.


Pada saat ini, tiba-tiba ada suara langkah kaki yang terdengar, Danu mengernyitkan keningnya, lalu menarik Elen dan Aron sambil berkata : “Disini bukan tempat yang tepat untuk bicara, sudah ada yang datang….”


Aron merasakan tubuhnya menjadi tegang, dan diikuti oleh suara desiran angin di telinganya, saat dia kembali tersadar, dia mendapati dirinya sudah berada di sebuah taman kecil.


Aron menatap Danu dengan kaget, meskipun kecepatan Aron sudah sangat cepat di mata orang biasa, tapi kalau dibandingkan dengan Danu, perbedaannya masih terlalu jauh.


“Kenapa kamu belum meninggalkan Kota Dama?”


Danu bertanya pada Aron.


Aron tidak berbohong pada Danu, karena Danu tahu detail tentang dirinya dengan jelas, dan dia tidak perlu berbohong padanya.


“Kamu harus segera meninggalkan Kota Dama, jangan menetap disini lagi, disini terlalu berbahaya, bukankah saya sudah memberitahumu, pada hari ke lima belas bulan ke tujuh nanti kamu akan mengetahui identitas aslimu.”


Danu berkata pada Aron.


“Kalau begitu apakah saya bisa bertanya hal lain?” Aron tahu Danu tidak akan memberitahukan identitas aslinya tapi masih banyak hal yang ingin Aron ketahui.

__ADS_1


“Asalkan tidak menanyakan tentang identitas aslimu, apa yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saya, namun setelah kamu menanyakannya hari ini juga kamu harus pergi dari Kota Dama…..”


Raut wajah Danu menjadi serius.


​Aron mengangguk, dan mulai bertanya pada Danu tentang hal-hal yang tidak dia ketahui tentang dunia kultivator.


Saat itu Liu Khang hanya mengajarinya cara berkultivasi, dan membawanya ke dalam jajaran kultivator tapi tidak pernah memberitahukan kepadanya tentang dunia kultivasi, jadi Aron sangat penasaran dengan banyak hal.


Misalnya, di tahapannya saat ini, sangat sulit untuk berkultivasi karena energi spiritual yang ada di dunia ini terlalu sedikit, dan banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk berkultivasi, tetapi bagaimana dengan orang-orang dengan tahapan yang lebih tinggi seperti Danu dan yang lainnya berkultivasi? Bagaimana kultivator lainnya bisa berkultivasi?


Karena sumber dayanya sangat terbatas, bahan obat berusia ratusan tahun, lalu Batu spiritual juga merupakan barang-barang yang langka.


Lalu siapa wanita itu? Dan teknik apa yang dia gunakan untuk menghilangkan akalnya sejenak tadi, dll….


Aron berceloteh dan melontarkan puluhan pertanyaan yang membuat Danu langsung menjadi bingung, sementara Elen menutup mulutnya dan cekikikan.


“Kekuatanmu saat ini juga tidak rendah lagi, tetapi kamu masih mengajukan pertanyaan yang konyol seperti itu, saya benar-benar tidak mengerti bagaimana kamu bisa berkultivasi….”


Kata Elen sambil mengejek Aron.

__ADS_1



__ADS_2