
Melihat itu, Ella hanya bisa menundukkan kepalanya dan berhenti bicara, dalam hatinya dia merasa sedih, bagaimanapun dua orang itu adalah teman baiknya, tapi sekarang demi selembar tiket konser mereka malah menghujatnya!
“Ella, karena kamu tidak tahu cara menghargai niat baik orang, maka kamu pelan-pelan saja menunggu disini ya!”
Jackson menyeringai, lalu menarik kembali tiket konser yang ada di tangan kedua gadis itu!
“Kak Jackson, kamu punya begitu banyak tiket, tolong berikan dua lembar kepada kami…..”
Dua gadis itu memohon kepada Jackson!
Jackson berkata dengan senyuman jahat : “Boleh, tapi kalian berdua harus menemaniku tidur denganku malam ini!
Saat ini, kedua gadis itu tercengang, mereka hanya siswa sekolah menengah dan belum pernah tidur dengan siapa pun!
Kalau meminta mereka untuk menciumnya mereka tidak akan ragu-ragu, tapi sekarang dia meminta mereka untuk tidur bersamanya, dan membuat dua gadis ini sedikit takut….
“Kalau tidak mau ya sudah, saya akan merobek tiketnya….”
Jackson melihat kedua gadis itu ragu-ragu, dan bergegas mengambil tiketnya dan hendak merobeknya.
“Kak Jackson, saya bersedia, saya bersedia….”
Salah seorang gadis itu menggertakkan giginya dan menjawab.
Sedangkan gadis lain yang melihatnya juga bergegas menganggukkan kepalanya : “Saya juga bersedia, saya juga bersedia…..”
“Haha, kalau kalian berdua berani membohongiku, maka kalian tidak akan bisa menanggung akibatnya!”
Jackson tertawa keras dan memberikan tiket di tangannya kepada dua gadis itu!
Dua gadis yang mendapatkan tiket itu tertawa bersemangat!
“Kalian berdua bagaimana bisa menjanjikan akan melakukan hal seperti itu dengannya hanya karena selembar tiket konser? Cepat kembalikan padanya, kakakku benar-benar akan mendapatkan tiket!”
Ella tidak ingin melihat kedua temannya masuk ke dalam perangkap Jackson dan bergegas membujuk mereka.
__ADS_1
“Ella, kamu jangan berpura-pura lagi, kami tidak akan percaya lagi padamu.”
Salah seorang gadis itu berkata dengan marah pada Ella.
“Ella, kalau kamu menginginkannya kamu hanya perlu menciumku, kamu pikirkan saja sendiri….”
Jackson berkata dengan nada mempermainkan.
“Kamu tidak usah berharap, hanya sebuah konser, paling tidak jadi menonton saja…”
Ella memelototi Jackson!
“Baik, karena kamu begitu teguh, ayo kita masuk….”
Jackson berkata sambil melangkah maju dan memeluk seorang gadis dan bersiap berbaris untuk pemeriksaan tiket!
Meskipun raut wajah kedua gadis itu tidak terlalu baik, tapi tidak ada yang melawan, mereka membiarkan Jackson memeluk mereka dan membiarkan tangan besar itu berkeliaran di tubuh mereka!
“Jangan pergi dengannya….
“Ella, kami tidak seteguh dirimu, kamu kalau tidak mau pergi jangan halangi kami, ini adalah pilihan kami…..”
“Pergilah menunggu di samping, jangan merusak kesenangan kami, kalau bukan karena Kak Jackson kami tidak akan bisa masuk!”
Dua gadis itu sama sekali tidak menghargainya!
Jackson mencibir : “Minggir!”
Setelah mendorong Ella pergi, Jackson membawa dua gadis itu untuk mengantri!
Dan pada saat ini, Aron tiba, dengan Niri dan Lina yang ada di belakangnya, kalau bukan karena Nuri pergi ke Villa Perumahan Bumi Sejuk untuk menjemput Aron, dia pasti masih sedang tidur sekarang!
“Ella, maaf saya terlambat……”
Aron sedikit merasa bersalah.
__ADS_1
“Kakak……….”
Melihat Aron tiba, rasa sedih Ella seketika meledak dan dia langsung menangis.
“Ella, ada apa?” Nuri bertanya dengan bingung.
“Kakak ipar…..”
Ella melihat Jackson lalu menggigit bibirnya dan tidak mengatakan apapun!
Pada saat ini Jackson sedang memeluk dua gadis itu di lengannya, dan matanya menuju ke arah Nuri dan Ella dengan tidak menentu!
Meskipun dua orang ini jauh lebih tua dibandingkan dengan dia, tapi feminitas di tubuh mereka tidak sebanding dengan gadis-gadis remaja ini.
Nuri seketika mengerti dan menatap Jackson : “Kemari kalian, apakah kalian menganiaya Ella?”
Sebagai kakak ipar Ella, Nuri tentu saja harus membela Ella, dan di Kota Sanur siapa yang berani melawan Keluarga ?
“Kakak ipar, sudahlah…..”
Ella bergegas menghalangi Nuri, dia tidak ingin Yuki mendapat masalah karena dirinya, karena bagaimanapun Jackson berasal dari keluarga kaya dan berkuasa!
“Kakak, apakah kamu memanggilku? Seorang wanita cantik sepertimu kalau marah nanti jadi jelek loh!”
Jackson berjalan ke arah Nuri sambil menyeringai!
Nuri mengernyitkan keningnya : “Hanya seorang bocah sepertimu, belajar dari mana penyakit seperti ini….”
“Kakak, saya bukan bocah lagi, yang kalian bisa saya juga bisa, yang kalian bisa mainkan saya juga bisa, mau tidak mencobanya denganku?”
Jackson tersenyum nakal.
Piak………
Mendengar perkataan itu, Nuri langsung menamparnya, hanya anak berusia belasan tahun berani sekali mengatakan hal seperti itu padanya!
__ADS_1