Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kekuatan Wenny


__ADS_3

Saat melihat pria berjas itu turun, Tommy menjadi sangat marah, tapi dia tidak mengatakan apapun karena dia menyadari bahwa pria berjas itu tampaknya tidak mudah diprovokasi.


Meskipun dia mengatakan meminta Sutai dan Roddy untuk melindunginya tapi kalau benar-benar menghadapi bahaya dua orang ini pasti tidak akan membantunya, mereka hanya berpura-pura saja.


Sedangkan Aron yang berada tidak jauh melihat pria berjas itu juga turun, raut wajahnya menjadi semakin muram, keningnya mengernyit dengan erat.


Orang-orang yang turun ini semuanya adalah para ahli, dan situasi menjadi semakin sulit.


Tapi setelah pria berjas itu turun, dia hanya menyapu kerumunan sekilas lalu berjalan menjauh, dia sama sekali tidak berminat untuk ikut bersama Aron dan yang lainnya.


“Kapal akan datang menjemput kalian semua tiga hari kemudian, kalau tidak naik ke kapal, maka bersiaplah menunggu mati di atas pulau…”


Suara pengeras suara dari kapal terdengar, dan berpesan kepada orang-orang yang turun dari kapal.


Sedangkan saat ini, Teflon yang berdiri di titik tertinggi di kapal menatap orang-orang yang turun dari kapal dan mengangkat sudut mulutnya : “Menarik, sekumpulan orang-orang ini benar-benar menarik!”


“Tuan Muda, menurutmu apakah orang yang kita cari ada di kerumunan itu?” Seorang bawahan Teflon yang berada di sampingnya juga melihat ke arah orang-orang yang turun dari kapal dan berkata : “Dua orang pria yang lebih tua itu sudah pasti bukan, lalu tiga pria dari Lembah Tanpa Bayangan, Klan Petir, dan Keluarga Tanu itu juga sudah pasti bukan, lantas apakah pria berjas itu? Saya melihat dia sengaja menyembunyikan dirinya!”


“Tidak perlu berspekulasi, kita akan mengetahuinya tiga hari kedepan…”


Teflon menyipitkan matanya : “Saya benar-benar ingin melihat, orang seperti apa sepupuku yang belum pernah kutemui itu!”

__ADS_1


Tut…


Suara cerobong dari kapal pesiar berbunyi dan kapal pesiar perlahan-lahan berlayar menjauh.


Setelah kapal pesiar berlayar, Boyca tidak sabar untuk membawa bawahannya dan mengepung Aron dan yang lainnya.


Kali ini, Raul juga tidak repot-repot menghentikannya, Aron sudah membunuh kakak pertamanya, jadi dia pantas mati…


Melihat Boyca membawa orang untuk mengepung dirinya, Aron tetap terlihat tenang, namun Nuri dan yang lainnya malah menjadi gugup dan berdiri dekat-dekat dengan Aron.


“Aron, bukankah kamu sangat sombong? Hari ini di tempat terpencil ini, saya mau lihat siapa yang bisa menyelamatkanmu, hari ini saya akan membalaskan dendam kakak pertamaku…”


Setelah berkata, Boyca langsung mengayunkan tinjunya ke arah Aron.


Aron mendengus dingin : “Cari mati…”


Namun saat Aron hendak membalas serangan itu, Wenny yang berada di samping Aron sudah melompat terlebih dulu.


“Ingin menyentuh Kak Aron, kamu harus melewatiku dulu…”


Sosok ramping Wenny seketika muncul di hadapan Boyca.

__ADS_1


Melihat Wenny berani melawan dirinya, Boyca sedikit kaget, mengingat apa yang baru dipesan oleh Tomny tadi, Boyca hanya bisa menarik kembali sebagian tenaganya.


Jika dia benar-benar membunuh Wenny dalam satu pukulan, bisa saja Tommy akan mencari masalah dengannya!


Boyca menarik hampir setengah dari kekuatannya, lalu menghantamkan tinjunya dengan tinju Wenny.


Bam…


​Setelah suara dentuman keras, gelombang serangan yang sangat besar membuat salju yang berada dalam radius beberapa meter di antara kedua orang itu tidak terlihat, dan menunjukkan tanah yang berwarna coklat!


Di saat bersamaan, tubuh Boyca terhempas ke belakang seperti layang-layang yang benangnya putus.


Organ dalamnya berkecamuk dan membuat Boyca menyemburkan seteguk darah segar dari mulutnya!


“Adik…”


Raul yang melihat itu melompat dengan garang dan menangkap Boyca yang masih terbang di udara.


Melihat Boyca dikalahkan dan dipukul hingga terbang oleh seorang gadis yang tampak biasa-biasa saja, membuat orang yang lain membeku di tempat.


Terutama Tommy, tatapannya pada Wenny menjadi lebih panas lagi, dia sama sekali tidak terintimidasi oleh kekuatan Wenny.

__ADS_1



__ADS_2