Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ananknya Hakim Agung


__ADS_3

Namun sekarang mereka adalah tamu Hendy, jadi mereka juga tidak perlu memberi muka kepada Eddyt lagi, walau dia memaki Eddyt saat ini, dia percaya Eddyt juga tidak akan berani melakukan apapun kepada mereka!


Eddyt mendengus dingin : “Karena saya berani mengundang Tuan Aron, tentu saja saya bersedia menanggung segala konsekuensinya….”


“Pemimpin, karena Ketua Eddyt begitu percaya diri, maka saya yakin saya tidak perlu turun tangan lagi, silahkan minta Aron atau siapapun itu untuk memeriksa Tuan Muda, saya akan pamit….”


Febri berkata, bangkit berdiri dan hendak pergi!


Dia sengaja bermain keras, dan ingin melihat reaksi Hendy!


“Guru Febri, saya mengutus orang untuk mengundangmu, tentu saja Guru Febri harus turun tangan menyembuhkan putraku, tolong tinggallah….” Hendy menahan Febri lalu menoleh dan berkata pada Eddyt : “Tidak masalah, saya sudah menerima niat baikmu, hanya saja disini ada Guru Febri, saya percaya dia bisa menyembuhkan putraku, sebaiknya kamu bawa saja anak muda ini pergi, kalau ada masalah lain, kita bicarakan nanti….”


Hendy mengusir Eddyt dan Aron, ini juga merupakan sesuatu yang ingin Febri lihat!


Dan saat ini Febri menatap Aron dan Eddyt dengan wajah bangga, sedangkan Oyong mencibir!


Eddyt terlihat serba salah dan memohon : “Pemimpin, kemampuan Tuan Aron benar-benar hebat, kamu…..”


Hendy melihat Eddyt masih tidak mau pergi, dan berkata dengan wajah dingin : “Antarkan tamu….”


Dua kata antarkan tamu, membuat seseorang berjalan masuk dan berkata pada Eddyt : “Ketua Eddyt, silahkan….”


Eddyt melihat Hendy yang sudah marah juga tidak berani mengatakan apapun lagi, dia hanya bisa menghela nafas dan berkata pada Aron : “Tuan Aron, sebaiknya kita pergi saja….”

__ADS_1


​Namun saat Eddyt memanggil Aron, Aron seolah tidak mendengarnya, sepasang matanya menatap ke arah kamar dengan erat, dan mengernyitkan keningnya, seluruh tubuhnya tidak bergerak!


“Tuan Aron?” Eddyt melihat Aron yang seperti itu hanya bisa mendorong kecil!


Aron terkejut dan mengangguk pada Eddyt : “Baik, ayo kita pergi!”


Hanya saja setelah Aron dan Eddyt berjalan keluar, dia tidak berbalik dan berkata dengan keras : “Kami akan menunggu di luar, kalau ada masalah, bisa keluar dan mencariku….”


Perkataan Aron ini ditujukan kepada Hendy!


“Tunggu sebentar…..”


Tepat saat Aron dan Eddyt hendak berjalan keluar, Hendy menghentikan mereka!


“Pemimpin?” Eddy menoleh dan menatap Frank.


Frank meminta Aron dan Eddy untuk tetap tinggal dan tidak perlu keluar!


Karena sikap Aron membuat Hendy memutuskan untuk membiarkan mereka tetap tinggal!


Karena Aron masih muda, tapi dia memiliki hati yang begitu besar, saat Oyong dan Febri menghinanya, Aron tidak mengatakan sepatah kata pun, bahkan saat Febri mengusir mereka, Aron juga tidak marah, sebaliknya dia malah berkata kalau ada masalah bisa mencarinya, dan ini membuat Hendy menatap Aron dengan kagum!


“Pemimpin Hendy, maksudmu ini?”

__ADS_1


​Febri melihat Hendy yang meminta Aron untuk menetap mengernyitkan keningnya!


“Guru Febri, penyakit putraku masih bergantung pada Guru Febri, hanya saja pemuda ini, anggap saja Guru Febri memberi kesempatan kepada anak muda untuk mengamati, agar mereka juga tahu apa itu ahli yang sebenarnya….”


Hendy berkata pada Febri!


Kalau bukan karena dia mengandalkan Febri untuk memeriksa penyakit anaknya, Hendy tidak akan menjelaskan apapun kepadanya, karena dia tidak perlu menjelaskan kepada Hendy, kalau dia ingin seseorang untuk tetap tinggal, maka seseorang itu tetap tinggal!


Febri yang melihat ini juga tidak mengatakan apapun lagi, dia tidak mungkin tidak memberi muka pada Hendy!


“Karena pemimpin berkata seperti itu, maka saya akan membiarkan bocah bernama Aron ini untuk melihat apa yang disebut sebagai keterampilan medis yang sebenarnya….”


Febri menatap Aron dan mencibir!


​“Guru Febri, silahkan masuk ke dalam….”


Hendy mengundang Febri masuk ke kamar!


Aron dan yang lainnya juga ikut masuk, dan saat baru memasuki kamar, sudah tercium aroma obat yang begitu kuat, seluruh kamar dipenuhi dengan obat, dan ada sebuah ventilator yang sedang berputar!


Di atas ranjang, ada seorang pemuda yang berusia dua puluh tahunan berbaring di atasnya, wajahnya pucat, matanya tertutup dan pipinya cekung, tubuhnya kurus hanya tersisa tulang, mulut nya tersambung pada pipa ventilator untuk mempertahankan hidupnya!


Orang itu adalah putranya Hendy, Josua, dia baru naik ke SMA tingkat dua, dan karena situasi ini dia akhirnya putus sekolah.

__ADS_1


Tidak ada luka di tubuh Josh, hanya ada lima jari tangan di tangan kanannya yang dibungkus dengan perban tebal, dan perban itu sudah memerah, jelas terlihat kalau itu berlumuran darah!


Hendy melihat perban itu menjadi merah dan raut wajahnya menjadi sangat jelek lalu berteriak keras : “Diana, Diana…..”


__ADS_2