Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sutai Dan Roddy jadi Tumbal


__ADS_3

Meskipun dia tidak tahu siapa yang berada di belakang Aron dan membantunya, tapi bisa memusnahkan Lima Pelindung dari Keluarga King pasti bukan orang biasa.


“Bukankah sekarang kamu sudah memiliki kekuatan Great Grand Master tingkat tiga, tidak bisa melawan Aron?” August menatap Teflon dengan kaget.


“Tuan Muda, kamu mungkin tidak tahu, Aron ini menyembunyikan kekuatannya, kekuatannya saat ini sepertinya sudah mencapai Great Grand Master tingkat lima.”


Teflon menebak.


“Kamu benar-benar tidak berguna, masih berani menyebut diri sebagai yang paling berbakat di Keluarga King!” August memelototi Teflon : “Sepertinya harus saya yang turun tangan sendiri.”


Teflon yang dipermalukan oleh August tidak berani mengatakan apapun, dia hanya bisa menahan diri dan menyarankan August dengan berbisik : “Tuan Muda, Roddy dan Sutai itu tidak cocok dengan Aron, kenapa kita tidak meminjam kekuatan kedua orang itu saja untuk melawan Aron, jadi tidak harus kamu yang melakukannya sendiri.”


August yang mendengar hal itu merasa masuk akal dan melambaikan tangannya pada Roddy dan Sutai.


“Tuan Muda August…”


Melihat August melambaikan tangannya, Roddy dan Sutai bergegas menghampiri.


Kedua pria itu harus menundukkan kepala mereka saat berhadapan dengan Teflon, apalagi saat ini berhadapan dengan August.

__ADS_1


"Apakah kalian berdua punya dendam dengan Aron?” tanya August.


Roddy menganggukkan kepalanya : “Tuan Muda August, satu tanganku ini dipenggal oleh Aron.”


August yang mendengarnya seketika tersenyum dan berkata : “Sekarang adalah kesempatan yang baik, kalian berdua lumpuhkan Aron namun jangan bunuh dia, setelah pelatihan berakhir saya bisa membagikan sumber daya kepada keluarga kalian berdua.”


Roddy dan Sutai yang mendengarnya langsung menganggukkan kepala mereka dengan cepat.


Saat ini Aron yang merasakan aura di makam kuno itu mengernyitkan keningnya, dia tidak mengerti sebenarnya hal apa yang membuat Seni Konsentrasi jiwanya dapat bekerja dengan sendirinya.


Saat ini, Roddy dan Sutai membawa bawahannya berjalan ke arah Aron, semua orang sedang bersiap untuk menonton keramaian dan tidak ada yang maju untuk menghentikan.


Wiwanto yang awalnya ingin mengatakan sesuatu dihentikan oleh August, saat dia mengetahui itu adalah perintah August, Wiwanto juga tidak mengatakan apapun lagi.


Aura pembunuh muncul di tubuh Roddy, tingkat Great Grand Master bisa dibilang merupakan tingkatan yang terbaik di generasi muda ini.


“Aron, muntahkan Kristal Naga sekarang dan saya tidak akan mempersulitmu lagi, kalau tidak, saya akan mengeluarkan seluruh isi perutmu…”


Sutai mencibir.

__ADS_1


"Roddy, Sutai, kalau kalian berani menyentuh Kak Aron, saya akan mencabut nyawa kalian…”


Tommy menghalangi di depan Aron, dua orang Great Grand Master dari Lembah Tanpa Bayangan juga mengeluarkan senjata mmerek.


“Tommy, bajingan sepertimu juga tidak mau berkaca dulu, hanya dengan kekuatanmu itu juga ingin mencabut nyawa kami, sekarang saya yang akan mencabut nyawamu…”


Sutai berkata dengan penuh penghinaan dan melayangkan tinjunya ke arah Tommy.


Tubuh Sutai meledakkan aura Grand Master tingkat delapan, satu tinjunya dapat mengubah Tommy menjadi genangan lumpur.


Tommy terkejut tapi dia tidak menghindar, dia tetap menghadang di depan Aron, melihat Tommy berada dalam bahaya dua orang Great Grand Master dari Lembah Tanpa Bayangan langsung menyerang Sutai bersamaan!


Sutai tidak peduli, karena saat dua orang Great Grand Master dari Lembah Tanpa Bayangan menyerang, dua orang Great Grand Master dari Klan Petir yang ada di belakang Sutai juga ikut menyerang.


Tidak lama kemudian, orang-orang dari Lembah Tanpa Bayangan dan Klan Petir terlibat pertarungan.


Saat tinju Sutai hendak mengenai Tomny, sebuah gelombang energi yang dahsyat datang dari belakang Tomny disusul dengan sosok Aron yang muncul di hadapan Sutai.


Sutai tercengang tapi sebelum dia bisa bereaksi, Aron melayangkan tamparannya ke wajah Sutai!

__ADS_1


Tubuh Sutai berputar di udara dengan cepat dan jatuh dengan keras ke tanah, darah mengucur dari mulutnya.



__ADS_2