Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pertarungan yang seru


__ADS_3

Tidak lama kemudian, sebuah energi yang bagaikan bilah pisau tajam menghantam tubuh Aron.


Dang dang dang…


Suara logam yang berbenturan terdengar, energi yang menghantam tubuh Aron secara mengejutkan meledak dalam bentuk bola api dan akhirnya menghilang.


Energi yang begitu menakutkan itu gagal menembus pertahanan Aron dan tidak bisa membuat Aron terluka.


“Bagaimana mungkin?”


Hati Ichiro Watanabe dipenuhi dengan keterkejutan.


Hanna, yang berada di bawah ring juga sama terkejutnya, dia yang awalnya mengira Aron naik ke atas ring untuk mengantarkan nyawanya, tapi adegan di depannya memaksa Hanna untuk kembali melihat Aron.


Mulut Audrey menganga besar, dia tidak berani mempercayai apa yang baru dia lihat, dia tidak percaya Aron yang berbadan kecil ini sanggup menahan serangan dari Ichiro Watanabe tanpa terluka sama sekali, ini benar-benar sulit di percaya.


“Instruktur Aron, kerja bagus!”


“Instruktur Aron memang hebat, habisi mereka…”


“Hajar dia, Instruktur Aron, hajar dia dengan ganas!”


Para anggota tim Detasemen Perlindungan Hukum berteriak kegirangan melihat hal ini.


“Teknik macam apa ini, sehingga mampu menahan serangan dariku tanpa terluka sedikit pun?”

__ADS_1


Ichiro Watanabe bertanya dengan raut wajah yang muram, sambil menoleh ke arah Aron.


“Untuk menghadapimu apa perlu menggunakan teknik? Seranganmu ini hanya membuat geli, saya sarankan kamu segera mengambil pedangmu!”


Aron berkata dan sudut mulutnya terangkat, raut wajahnya dipenuhi dengan ekspresi meremehkan.


Ichiro Watanabe baru saja berkata dengan penuh kesombongan dan penghinaan, tapi sekarang dia yang diremehkan oleh lawannya.


Serangan seperti itu membuat Ichiro Watanabe menggeram.


“Saya tidak percaya!”


​Ichiro Watanabe meraung dan kembali menghantamkan pukulannya ke arah Aron, kali ini dengan kekuatan yang lebih besar dan lebih ganas, seperti angin topan yang menyapu ring dalam sekejap.


Energi yang mengerikan itu membuat udara di atas ring seolah-olah hilang dalam sekejap, tubuh Aron yang ditekan oleh energi menakutkan itu perlahan-lahan keluar dari ring, sepasang kakinya melayang di udara.


Suara benturan logam terdengar nyaring dan jelas, tatapan semua orang tertuju dan melekat pada Aron, hanya saja saat ini sosok Aron mulai menjadi kabur.


​Di saat itu, di tengah-tengah energi yang membentuk angin topan itu tiba-tiba muncul cahaya merah yang bersinar, diikuti oleh kilatan cahaya seperti cahaya matahari.


“Sret!”


Pedang Naga yang ada di tangan Aron berusaha keras untuk menebas energi yang ada di depan tubuhnya.


Krek!

__ADS_1


Suara tajam terdengar, dan saat ini semua orang menatap dengan tidak percaya, energi mengerikan yang membentuk angin topan itu langsung dibelah menjadi dua oleh Aron, dan saat angin topan itu melemah, sosok Aron perlahan-lahan jatuh ke lantai.


Pedang Naga di tangan Aron terbakar dengan api yang menderu, darah merah yang mengalir dari pedang itu terus membuat kobaran api menjadi semakin besar.


“Manusia dan pedang bersatu?”


Ichiro Watanabe yang melihat itu membelalak, raut wajahnya penuh dengan ketidakpercayaan.


“Sekarang, saya sudah layak untuk membuatmu mengangkat pedang bukan?”


Setelah berkata, Aron yang memegang Pedang Naga di tangannya sudah berada di hadapan Ichiro Watanabe, Pedang Naganya menebas ke bawah, dan nyala api yang ada di Pedang Naga itu membuat Ichiro Watanabe merasakan kulitnya akan melepuh.


Berhadapan dengan pedang Aron, Ichiro Watanabe sudah kehilangan kesombongan dan penghinaannya sejak tadi, dia langsung meraih gagang pedangnya sendiri dan menyentakkannya dengan ganas.


Bunyi krek terdengar!


Pedang Ichiro Watanabe bagaikan bintang jatuh, seketika keluar dari sarungnya, bilahnya yang tipis seperti sayap jangkrik mengeluarkan hawa dingin yang menakutkan.


Dang!


Suara yang memekakkan telinga terdengar, dua pedang itu berbenturan dengan keras.


Saat kedua pedang itu terbentur, Aron dan Ichiro Watanabe sama-sama mundur dan menciptakan jarak di antara mereka.


Benturan itu memberikan gambaran kepada mereka tentang kekuatan satu sama lain, dan pergelangan kedua orang itu masih terasa sakit.

__ADS_1



__ADS_2