Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
3 Triliun


__ADS_3

Setelah naik pesawat dan tiba di Kota Sudan, Provinsi Murra, saat turun dari pesawat Aron merasakan kesejukan yang luar biasa, suhu di sini jauh lebih rendah daripada Kota Sanur.


Untung saja Aron memakai beberapa lapis baju, kalau tidak dia pasti akan menderita.


Setelah keluar dari bandara, sebuah Mercedes-Benz menunggu di depan pintu keluar dan itu sudah dipersiapkan oleh Imam.


“Paman pertama….”


Di samping mobil, ada orang pemuda yang melambaikan tangannya setelah dia melihat Imam.


Imam membawa Aron dan yang lainnya menuju ke mobil, lalu memperkenalkan pada Aron : “Tuan Aron, ini adalah keponakanku yang paling kecil, anak dari adik keempatku….”


Aron mengangguk kecil pada pemuda itu sebagai salam.


Aron sudah memiliki sedikit pemahaman tentang keluarga Iman, saat di pesawat Iman sudah memperkenalkannya.


Imam merupakan kakak sulung dari empat bersaudara, karena dulu keluarganya terlalu miskin, di tambah lagi daerah di Provinsi Murra sangat dingin sehingga tidak banyak tanaman yang tumbuh, jadi Imam yang berusia delapan belas tahun pergi merantau sendirian.

__ADS_1


Akhirnya dia mendapatkan pijakan yang kokoh di Kota Namae, dan menjadi kaya serta berkuasa, namun Imam selalu pulang ke kampung halamannya setahun sekali, karena dia berkecimpung di bisnis bahan obat, dan terdapat banyak bahan obat di pegunungan dan hutan Provinsi Murra jadi dia mengembangkan bisnis bahan obat bersama dengan saudaranya sendiri.


Setelah sekian tahun, di bawah kepemimpinan Imam, Keluarga Hardi bisa dibilang sebagai keluarga hebat di sebuah kota kecil, karena tidak banyak orang yang bisa mengendarai Mercedes-Benz di sini.


Aron dan yang lainnya masuk ke dalam mobil, dan segera tiba di sebuah villa kecil berlantai tiga, ini adalah rumahnya Iman, biasanya adik keempat Iman tinggal di sini, dan saat Iman pulang dia juga akan tinggal di sini.


“Ayah…..paman pertama sudah tiba….”


Begitu masuk, pemuda itu berteriak pada seorang pria paruh baya yang sedang duduk di sofa.


Pria paruh baya itu adalah adik keempatnya Iman, Ian Hardi, karena kehidupannya sudah meningkat beberapa tahun ini, setiap hari Ian akan bermain kartu dan minum teh, dan tidak terlalu peduli dengan perusahaan.


Ian berkata dengan bangga, sekarang di daerah ini, semua orang tahu kalau Keluarga Hardi adalah keluarga yang berkecimpung di bisnis bahan obat.


“Ian, segera minta seseorang untuk memesan makanan, kami bergegas datang kemari dan belum makan siang….”


Imam berkata pada Ian.

__ADS_1


Imam tahu kalau Aron dan yang lainnya belum makan siang, dan sekarang hari sudah gelap, Aron dan yang lainnya pasti lapar.


Hanya saja saat ini Aron sudah mencapai tahap Inedia, oleh karena itu walau dia tidak makan selama 10 hari juga tidak akan merasa lapar, hanya saja sepertinya Jekson dan Lyla tidak akan bisa bertahan.


Ian mengangguk dan bergegas melambaikan tangannya pada putranya lalu berpesan agar dia menyiapkan makanan, sedangkan Ian menarik Iman untuk duduk di sofa : “Kak, Keluarga Teguh ini sama sekali tidak mengerti pasar, jadi saat kamu membuat penawaran harga kamu harus menekan harganya lebih rendah, pada saatnya saat kamu membawanya kembali ke kota, kita bisa menjualnya dengan harga tinggi dan mendapatkan banyak uang.”


“Apakah Keluarga Teguh menyebutkan berapa harga jual mereka?” Iman bertanya.


“Saya mendengar rumor kalau Keluarga Teguh menginginkan 5 triliun, tapi saya rasa kita sudah bisa mendapatkannya di harga 3 triliun, asalkan kita berhasil mendapatkannya kita bisa menghasilkan puluhan triliun….”


Ian berkata dengan semangat.


“Tiga triliun?”


Aron dan Imam membelalak kebingungan.


Ini terlalu murah, perlu diingat Teratai Salju berusia ribuan tahun saja sudah bernilai triliunan, ini adalah ginseng puluhan ribu tahun, paling tidak juga akan berharga puluhan triliun, tidak disangka hanya 3 triliun.

__ADS_1


Melihat Imam yang kaget, Ian tersenyum tipis : “Kak, sejujurnya kalau kamu bisa menemukan tabib dan menyembuhkan Kepala Keluarga Keluarga Teguh, Jordi, mungkin saja harganya akan jauh lebih murah….”



__ADS_2