
“Kak Aron, lalu ada apa dengan zirah yang ada di tubuhku ini?”
Wenny melihat zirah yang melekat pada tubuhnya dan merasa bingung, karena dia ingat dia sama sekali tidak pernah mengenakan pakaian seperti ini.
Aron juga ragu-ragu sejenak, karena dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepada Wenny, jika dia berkata terus terang kepada Wenny dia takut Wenny tidak akan percaya.
Namun di saat Aron ragu-ragu untuk menjelaskannya, zirah putih itu tiba-tiba memancarkan cahaya dan raut wajah Wenny tampak kesakitan.
“Kak Aron, saya merasa kesakitan…”
Wenny tiba-tiba berteriak.
“Wenny…”
Aron terkejut dan segera menyadari bahwa zirah itu adalah penyebabnya, dia bergegas maju dan ingin melepaskan zirah itu dari tubuh Wenny.
Namun tidak peduli sekuat apa Aron berusaha, dia tidak bisa melepaskan zirah itu dari tubuh Wenny, zirah ini seolah tumbuh di tubuh Wenny.
Tidak lama kemudian, zirah ini mulai merembes masuk ke dalam tubuh Wenny dan perlahan-lahan menghilang.
Wenny memegangi kepalanya dengan kedua tangannya raut wajahnya menjadi sangat garang dan kesakitan : “Tidak, tidak…saya akan membunuh kalian…”
Wenny seolah-olah menggila dan berteriak dengan keras.
Aron melangkah maju untuk mencoba mengendalikan Wenny tapi tiba-tiba terlempar oleh lambaian tangan Wenny.
__ADS_1
Aron terkejut, meskipun saat ini kekuatan spiritual di dalam tubuhnya sudah terkuras habis, tapi untuk mengendalikan Wenny sama sekali tidak akan menjadi masalah.
Sekarang dia sudah memiliki kekuatan seorang Master Guru, dan Wenny hanya seorang Great Grand Master, bagaimana mungkin dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu?
Melihat Wenny yang kesakitan, Aron terlihat sedikit tidak berdaya.
Namun tidak lama kemudian, teriakan Wenny perlahan-lahan berhenti dan tidak lagi menunjukkan ekspresi kesakitan.
“Wenny, kamu baik-baik saja?”
Aron melangkah maju dan bertanya dengan penuh perhatian.
Wenny menarik nafas pelan, keningnya dipenuhi dengan keringat dan menggelengkan kepalanya secara perlahan : “Kak Aron, barusan, barusan saya melihat sangat banyak darah, banyak orang dan monster siluman yang bertarung di sini, saya juga melihat seekor duyung…”
“Tempat ini terlalu aneh, kita sebaiknya segera pergi dari sini…”
Aron merasa tidak tenang dalam hati, dan ingin membawa Wenny pergi dari sini.
Namun di saat Aron hendak membawa Wenny pergi, tiba-tiba dia merasakan energi yang sangat besar menghampiri.
“Ada yang datang…”
Aron mengernyitkan keningnya dan langsung menebak bahwa orang-orang ini adalah Arthur dan yang lainnya.
Sekarang kekuatan spiritual di dalam tubuh Aron sudah kosong, jika dia benar-benar bertemu dengan Arthur dan yang lainnya maka dia tidak akan bisa melawan sama sekali.
__ADS_1
“Kak Aron, siapa mereka? Kenapa kamu begitu gugup?”
Wenny melihat ekspresi Aron yang menjadi gugup mau tidak mau bertanya padanya.
“Jangan bertanya lagi, ayo kita bersembunyi…”
Aron membawa Wenny dan segera masuk ke dalam istana.
Setelah menutup pintu istana dengan rapat, Aron mulai mengisi kekuatan spiritualnya dengan cepat!
Di saat Aron dan Wenny masuk ke dalam istana, di luar gerbang Kota Nirvana, Arthur dan yang lainnya sudah tiba.
Melihat ke arah gerbang kota yang mewah semua orang tampak tercengang, bahkan August juga membelalak.
“Terlalu sulit dipercaya, tidak disangka di bawah Pulau Naga masih ada sebuah kota.”
“Melihat bangunan dari gerbang kota ini, sepertinya ini sudah berusia ribuan tahun, bukan?”
Semua orang sangat tercengang.
Sedangkan Arthur mengernyitkan keningnya saat melihat tulisan Kota Nirvana di atas gerbang itu, seolah sedang memikirkan informasi tentang kota ini di dalam pikirannya!
Namun tidak peduli sekeras apa Arthur berpikir, dia sama sekali tidak mengingat informasi yang berhubungan dengan Kota Nirvana!
Bahkan di dalam catatan dokumenter Aliansi Seni Bela Diri juga tidak pernah menyebutkan kota ini.
__ADS_1