
Pria paruh baya itu melirik Aron dan ingin mengatakan sesuatu namun tiba-tiba dia menjadi sedikit bersemangat dan berkata : “Kamu…kamu adalah Aron?”
Aron tercengang, dia tidak tahu bagaimana pria paruh baya itu bisa mengenal dirinya?
Melihat Aron tercengang, pria paruh baya itu segera menjelaskan : “Saya melihat pertarunganmu dengan Dika, jadi saya mengenalmu, tidak disangka kamu yang masih begitu muda bisa mengalahkan Great Grand Master dan membunuh Dika itu, benar-benar hebat…”
Aron merasa sedikit malu saat dipuji oleh pria paruh baya itu, dia tersenyum lalu bertanya lagi : “Paman, tadi kamu mengatakan dia adalah raja iblis di dunia, apa yang terjadi?”
Setelah pria paruh baya itu mengenali Aron, dia bergegas menjelaskan dengan penuh antusias : “Orang itu bernama Surat Luto, dia merupakan putra tunggal dari Ted Luto, Ketua Klan Petir, dia adalah pria yang meledak-ledak dan sangat kejam, walau sekarang banyak terjadi pertarungan di lingkaran seni bela diri, tapi kebanyakan bertarung di tempat yang tepat, dan tidak melukai atau membunuh, tapi pemuda ini selalu membunuh setiap kali dia menyerang, entah sudah berapa banyak orang yang mati di tangannya, Ted sudah mencapai ranah Great Grand Master sejak lama, dia adalah Great Grand Master tua dengan kekuatan besar, jadi banyak orang yang tidak berani memprovokasi Sutay dan segera menghindar saat bertemu dengannya.
Setelah Sutay memotong antrian, dia mengangkat matanya dan melihat sekelilingnya, segera sebagian ahli bela diri menundukkan kepala mereka dan tidak berani menatapnya langsung, bahkan ada beberapa ahli bela diri yang diam-diam pergi dan tidak berniat pergi ke Pulau Naga lagi, terlihat jelas tidak ada orang yang bersedia memprovokasi dewa pembunuh ini.
Sutay menunjukkan tiketnya kepada petugas dan petugas itu mempersilahkan Sutay masuk tanpa berani menghentikannya.
“TIdak disangka Tuan Muda dari Klan Petir juga datang untuk melihat-lihat?”
__ADS_1
Pada saat itu Roddy sudah naik ke kabin kapal, saat melihat Sutay berjalan masuk dia mencibir.
Nada bicara Roddy terdengar sedikit meremehkan.
“Apakah Tuan Muda Roddy boleh datang tapi saya tidak boleh?” Sutay menyeringai : “Orang dari Keluarga King saja tidak mengatakan apapun, untuk apa kamu ikut campur masalah orang lain?”
Raut wajah Roddy tenggelam : “Hanya dengan kekuatanmu itu, bisa dibilang kamu datang untuk mencari kematian!”
Roddy menatapnya dengan penuh penghinaan, tentu saja dia berhak untuk menghinanya, karena dia seumuran dengan Sutay tapi dia sudah berada di tingkatan puncak Grand Master saat ini, sedangkan Sutay hanya memiliki kekuatan Grand Master tingkat lima, itupun Klan Petir sudah menghabiskan banyak uang untuk mencari sejumlah pil obat untuk dia makan dan membuat dia bisa mencapai tingkatan ini.
“Hm, siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati belum bisa dipastikan…” Sutay mendengus dingin.
“Kalian berdua benar-benar tidak tahu diri, kenapa tidak memanggilku?”
Saat itu, seorang pemuda dengan wajah sombong dan memberontak berjalan ke arah kabin, diikuti oleh empat lima orang ahli dengan tubuh besar dan kuat.
__ADS_1
Saat melihat orang ini, banyak ahli bela diri menarik nafas panjang.
“Gawat, gawat, tiga iblis sudah berkumpul, saya sebaiknya mundur…”
Pria paruh baya yang ada di depan Aron berbalik ketakutan dan hendak mundur saat melihat pemuda yang baru datang, dia tidak berniat untuk pergi ke Pulau Naga lagi.
“Paman, siapa lagi itu?” Aron menarik pria paruh baya itu dan bertanya padanya.
“Dia adalah Tommy Tang putra tertua dari Keluarga Tang dari Lembah Tanpa Bayangan, hari ini ramai sekali, saya sarankan sebaiknya kamu jangan pergi, hati-hati nyawamu juga bisa hilang…”
Setelah pria paruh baya itu selesai bicara dia bergegas pergi.
Aron melihat banyak ahli bela diri yang berbalik pergi dan langsung membuang tiket kapal mereka, mereka tidak mau pergi ke Pulau Naga lagi, hanya menyisakan hampir setengah dari para peserta.
Tiga pemuda itu membuat setengah dari ahli bela diri kabur ketakutan, menunjukkan kekuatan dari tiga keluarga ini tidak lemah.
__ADS_1
Kesadaran spiritual Aron menyapu ke Thomas dan mengernyitkan keningnya, orang ini baru saja memasuki ranah Grand Master, menarik salah satu orang secara acak di antara seratus orang juga pasti lebih kuat dari orang ini, dengan kekuatan seperti itu dia juga berani pergi ke Pulau Naga.