
Ratusan gadis-gadis itu melepaskan pakaian mereka dan berendam di kolam mata air, beberapa dari mereka mengenakan pakaian renang, dan ada yang langsung melepaskan seluruh pakaian mereka, saat Aron bersembunyi di balik batu besar di puncak gunung dan melihat ke arah itu, hanya terlihat sekumpulan kulit putih mulus yang hampir membutakan sepasang mata Aron.
Tes tes...
Aron tiba-tiba menundukkan kepalanya dan menyadari dia sedang mimisan, setetes demi setetes darahnya jatuh ke tanah.
“Sialan…...”
Aron segera menghentikan pendarahannya, meskipun Aron adalah seorang kultivator tapi dia juga tidak dapat mengendalikan kegelisahannya saat melihat pemandangan seperti itu.
Tapi, tidak jauh dari kolam mata air itu, Leo berdiri dengan sepasang tangannya di belakang punggung, menatap ratusan gadis telanjang di hadapannya dan tidak menunjukkan perubahan ekspresi apapun di wajahnya.
Aron memperhatikan adegan ini dan semakin yakin kalau Leo pasti sudah bukan seorang pria lagi.
Leo terlihat perlahan duduk dan sepasang tangannya tampak sedang mencoret-coret sesuatu di udara, namun segera, ada pusaran-pusaran kecil di udara, gadis-gadis itu tidak melihat sesuatu yang aneh, mereka masih sedang bermain-main di kolam mata air.
Tidak lama kemudian, kepulan kabut putih terlihat di atas kepala para gadis itu, dari kejauhan terlihat seperti uap air yang naik dengan perlahan.
__ADS_1
Kabut putih itu disedot oleh pusaran-pusaran kecil di udara dengan cepat, Aron tahu ini bukanlah uap air melainkan hawa Yin dari tubuh para gadis itu.
Saat hawa Yin perlahan tersedot, beberapa gadis mulai menjadi pucat dan sekujur tubuh mereka gemetaran dan merasa kedinginan.
Namun demi mempercantik kulit mereka, memberi nutrisi pada kulit mereka, para gadis ini berusaha bertahan dan masih berendam di dalam air, tidak ada yang mau pergi.
Aron yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pasrah, para gadis ini bisa dibilang tidak menginginkan nyawanya, tapi Aron tidak bisa keluar saat ini, kalau tidak dia akan ketahuan oleh Leo.
Untung saja saat para gadis itu hampir tidak bisa bertahan lagi, dan akan mati karena kehabisan hawa Yin, Grand Master yang ada berteriak di gapura muncul.
“Sudah, waktunya sudah habis, semuanya dipersilahkan untuk pergi, Tuan Muda kami sudah menyiapkan hadiah dengan hati-hati untuk kalian semua...”
Saat para gadis itu mendengar bahwa ada hadiah mereka segera keluar dari kolam, dan mengenakan pakaian mereka lalu pergi bersama dengan Grand Master itu, para gadis ini tidak tahu kalau banyak di antara mereka yang sudah kehilangan sepuluh tahun bahkan lebih umur mereka dalam waktu sesingkat itu.
Setelah para gadis itu pergi, Leo tiba-tiba membuka mulutnya dan menyedot pusaran-pusaran di udara itu ke dalam mulutnya.
“Hahaha, begitu banyak hawa Yin sudah cukup untuk meningkatkan kekuatan ku, nanti setelah saya menyedot hawa Yin milik Nely, saya pasti akan bisa menerobos ke ranah Great Grand Master, dan melampaui ayahku...”
__ADS_1
Leo bangkit berdiri dengan perlahan dan tertawa dengan penuh semangat.
Dia tidak tahu kalau di balik sebuah batu yang tidak jauh dari sana, Aron sedang menyaksikan semua ini, tapi saat ini Aron tidak tertarik dengan Leo, dia lebih tertarik pada mata air spiritual itu.
Setelah Leo pergi, Aron tidak sabar berjalan menuju mata air itu dan melihat mata air yang tidak terlihat dasarnya, Aron mengulurkan tangan dan menyentuh air yang ada di dalam.
Saat tangan Aron menyentuh mata air, energi spiritual langsung menyembur ke arah Aron seperti letusan gunung berapi yang meletus, dan Aron menyerap Energi Spiritual ini dengan lahap.
“Pasti ada sesuatu di dalam sini...”
Pada saat Aron menyentuh mata air itu, dia tahu kalau tidak ada energi spiritual di dalam mata air itu, sedangkan energi spiritual ini berasal dari dalam lubang mata air, mengenai apa yang ada di dalam lubang mata air itu, Aron juga tidak tahu, tapi sesuatu yang bisa memancarkan energi spiritual yang begitu kuat pasti merupakan benda pusaka.
Tanpa ragu-ragu, Aron melepaskan pakaiannya dan terjun ke dalamnya.
Semakin turun, energi spiritual yang terasa menjadi semakin kuat, dan Aron terus menyelam ke dalam, hingga dasar air terlihat mulai agak gelap.
Entah setelah berapa dalam dia menyelam, Aron merasakan tekanan pada tubuhnya menjadi semakin besar, kalau bukan karena tubuhnya yang kuat, Aron mungkin akan hancur lebur saat ini.
__ADS_1