Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bertahan Mati-Matian


__ADS_3

Dia akan mengambil Kristal Naga yang ada di dalam tubuh Aron!


Aron terus mundur tapi dia menyadari dia sama sekali tidak bisa menghindari bayangan pedang Rafael.


“Lantas saya benar-benar akan mati di sini hari ini?”


Sosok Nuri, Lina, serta Danu dan yang lainnya melintas di benak Aron.


Lalu sosok ayah dan ibunya, serta ibu kandungnya yang belum pernah dia temui.


“Tidak, saya tidak boleh mati, tidak boleh mati…”


Aron meraung di dalam benaknya.


Tiba-tiba, sebuah cahaya yang menyilaukan muncul dari dada Aron, dan seketika meledak keluar.


Terdengar auman naga yang melengking, lalu seekor naga emas melesat keluar dari tubuh Aron menuju ke langit.


Sebuah aura yang besar menyelimuti di depan tubuh Aron.


Rafael terlempar mundur oleh kekuatan aura itu.


Dia lalu menatap naga emas yang keluar dari dalam tubuh Aron dengan penuh keterkejutan!


“Ini…”


Sepasang mata Rafael membelalak, dia belum pernah melihat pemandangan seperti ini sama sekali!


Naga emas itu melayang di atas kepala Aron, lalu melingkarkan dirinya langsung ke tubuh Aron, dan berubah menjadi sebuah baju besi berwarna emas!


Aliran kekuatan yang tidak ada habisnya terus mengalir ke dalam tubuh Aron dari baju besi itu.

__ADS_1


Rafael yang tertegun seketika tersadar kembali, dia tahu dia tidak boleh membiarkan Aron melarikan diri kali ini, kalau tidak, setelah Aron berkembang, maka Keluarga Dayo pasti akan hancur!


“Matilah…”


Rafael memegang pedang panjang di tangannya dan cahaya pedang demi cahaya pedang mulai bermunculan.


Setiap cahaya pedang itu mengandung kekuatan langit dan bumi, seperti sebuah belenggu yang menyelimuti Aron.


Melihat hal ini, tangan Aron yang memegang Pedang Naga seketika bergetar!


Bayangan pedang yang tidak terhitung jumlahnya muncul dan mulai melesat ke arah cahaya pedang itu satu per satu.


Bruak bruak bruak…


Suara ledakan terus terdengar, vila Keluarga Dayo juga mulai runtuh akibat ledakan keras.


Saat ini, Rafael sudah tidak mampu mengalihkan perhatiannya untuk melindungi vilanya.


Aura di tubuh Rafael terus meningkat, gelombang aura menyapu dirinya dan dia sudah tidak memedulikan rumahnya lagi.


​Aron yang memegang Pedang Naga juga meningkatkan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya!


Dua orang itu sama-sama tidak mau kalah!


Segera, sosok dua orang itu bertabrakan dan pedang di tangan mereka juga bertabrakan, menghasilkan suara yang memekakkan telinga, bagaikan dua prajurit yang sangat kuat yang sedang bertempur!


Angin ganas yang tidak berujung berpusat pada kedua orang itu dan tidak berhenti menyebar ke sekelilingnya.


Area vila Keluarga Dayo benar-benar sudah hancur.


Bahkan banyak bawahan Keluarga Dayo yang tidak sanggup menahan kekuatan ini dan mulai memuntahkan darah.

__ADS_1


Rafael semakin heran setelah bertarung, Aron hanyalah Great Grand Master tingkat puncak, kenapa dia mampu bertarung melawannya untuk waktu yang begitu lama.


Lalu naga emas yang tadi melesat keluar dari dalam tubuh Adon.


Sebenarnya apa itu?


Dengan kekuatan Rafael, dia dapat melihat bahwa naga emas itu bukanlah ilusi, itu adalah naga emas yang nyata.


Dalam sekejap mata, Aron dan Rafael sudah beradu selama ratusan ronde dan keduanya masih seimbang!


Hanya saja, aura di dalam tubuh Aron menjadi semakin tidak stabil, jelas terlihat perbedaan tingkatan yang terlalu besar sulit dijembatani, walau dengan adanya naga emas, dia juga hanya bisa menahan diri untuk sementara.


Melihat Aron yang mulai kehabisan energi, sudut mulut Rafael terangkat.


Lalu dengan gerakan mencakar seperti seekor naga, dia mengarahkan cakarannya ke dada Aron dan mencoba mengeluarkan Kristal naga dari dada Aron.


Tubuh Aron bergerak mundur, namun Rafael tetap berhasil mencabut sepotong daging dari dadanya!


Dada Aron berlumuran darah dan terlihat sangat mengerikan.


Namun bagi Aron, luka itu tidak ada bedanya dengan gigitan nyamuk.


Tubuh emas tak ter hancurkan milik Aron sudah menghilang sejak lama, dan dia hanya bisa mengandalkan tubuh fisiknya yang keras untuk melawan.


Namun walau tubuh fisiknya keras, di depan kekuatan absolut juga tidak ada bedanya dengan bubur kertas.


“Nak, kamu benar-benar cukup hebat, di generasi muda kamu adalah orang pertama yang bisa bertarung begitu lama denganku.”


“Sepertinya hari ini saya tidak boleh melepaskanmu apa pun yang terjadi.”


Rafael berkata lalu tubuhnya melonjak beberapa inci, menjadi lebih tinggi dalam sekejap dan dengan lambaian tangannya, sebuah stupa besar muncul di udara!

__ADS_1



__ADS_2