Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menolak Permintaan


__ADS_3

Zaru dan penjaga itu berjalan hingga pintu masuk dan memang benar hanya Arthur sendiri yang sedang menunggu di luar.


Zaru melirik Arthur lalu mengedipkan mata kepada penjaga yang ada di sampingnya.


Penjaga itu segera mengangguk dan segera pergi menjauh.


Dia harus memeriksa apakah ada penyergapan dari kejauhan.


“Tidak perlu memeriksa, hanya saya sendiri yang datang kemari!”


Arthur berkata sambil tersenyum tipis.


“Ketua Arthur, kami Klan Kehancuran Surgawi sudah bersembunyi hingga ke dalam gua seperti ini, kenapa kamu harus datang untuk membunuh kami semua?”


Zaru bertanya dengan waspada.


Arthur tersenyum : “Siapa bilang saya datang untuk membunuh kalian? Saya datang hanya untuk membicarakan sesuatu denganmu!”


“Membicarakan sesuatu?” Zaru tampak tidak percaya : “Seorang Ketua Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama yang terhormat ingin membicarakan sesuatu dengan Klan Kehancuran Surgawi ?”


“Kami adalah Kultivator Iblis, di mata kalian kami adalah eksistensi yang berbeda, dan harus dihukum mati, bagaimana mungkin datang untuk membicarakan sesuatu dengan kami?”


“Saya sudah bilang, saya datang untuk membicarakan sesuatu, jika ingin membunuh kalian untuk apa saya berbicara omong kosong di sini, walau saya datang sendirian, apakah ada orang di Klan Kehancuran Surgawi yang bisa menghentikanku?”


Arthur berkata dengan sangat arogan.


Namun dia memenuhi persyaratan untuk menjadi arogan, dengan kekuatan yang dimilikinya, memang tidak ada satu orang pun di Klan Kehancuran Surgawi yang bisa menandinginya.

__ADS_1


Zaru tercengang, namun setelah memikirkannya dia merasa ada benarnya juga, dan membuat gerakan mempersilahkan : “Ketua Arthur, ayo bicara di dalam!”


Arthur melangkah masuk ke dalam gua bersama dengan Zaru, lalu sesampainya di ruang utama, Zaru mempersilahkan Arthur untuk duduk.


Arthur menatap sekeliling ruangan itu, walau ruangannya kecil tapi dihias dengan baik.


“Ketua Arthur, katakan saja sekarang ada masalah apa!”


Zaru bertanya pada Arthur.


Arthur melihat ke arah penjaga di sekeliling dan tersenyum tipis : “Ketua Zaru, masalah yang ingin saya bicarakan bersifat rahasia, jadi saya tidak ingin ada orang lain yang tahu.”


Zaru yang mendengar hal itu mengernyitkan keningnya.


Jika semua orang di usir keluar maka Zaru akan sedikit takut untuk menghadapi Arthur sendirian.


“Kalian semua, keluar!”


​Zaru yang mendengarnya mengibaskan tangannya agar para bawahannya keluar.


Setelah semua orang keluar, Zaru menatap Arthur : “Ketua Arthur, sekarang kamu sudah bisa mengatakannya, bukan?”


“Kedatanganku kemari kali ini, karena ingin kamu membunuh seseorang.”


Kata Arthur.


“Membunuh seseorang?” Zaru tercengang lalu tertawa, “Ketua Arthur, jangan bercanda, kalian Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama jika ingin membunuh seseorang apakah memerlukan bantuanku?”

__ADS_1


“Apakah Ketua Arthur ingin mencoba memanfaatkan saya untuk membunuh orang lalu menangkapku dan membuat kariermu sendiri menjadi lebih mulus, bukan?”


​Zaru tidak bodoh, orang-orang di dalam Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama banyak yang jauh lebih kuat daripada dirinya, jika ingin membunuh seseorang, untuk apa mencarinya?


Terlebih lagi, mereka adalah Kultivator Iblis, Arthur mencarinya dan memintanya untuk membunuh seseorang, lantas tidak takut keluarga dan klan bela diri akan mengetahuinya?


Fakta bahwa Ketua Aliansi Seni Bela Diri bekerja sama dengan Kultivator Iblis adalah sebuah berita besar.


Jadi Zaru mengira Arthur hanya ingin memanfaatkannya, dan setelah dia membunuh seseorang, Arthur akan menangkapnya lalu menjadi orang yang berjasa.


“Ketua Zaru, kamu salah paham, saya tidak leluasa untuk turun tangan sendiri membunuh orang ini, jadi ingin memintamu untuk melakukannya!”


​Arthur menjelaskan dengan ekspresi tersenyum.


“Kamu tidak leluasa untuk melakukannya, ada begitu banyak klan dan keluarga di bawah naungan Aliansi Seni Bela Diri, bukankah kamu bisa mencari salah satu dari mereka? Kenapa kamu malah mencariku?”


“Jika mengatakan tidak ada konspirasi di balik ini, siapa yang akan percaya? Masalah ini sepertinya tidak perlu kita bicarakan lagi!”


Zaru berkata dengan tegas, dia tidak akan membantu Arthur untuk membunuh orang.


Raut wajah Arthur menjadi dingin, lalu menatap Zaru : “Ketua Zaru, lantas kamu tidak mau memikirkannya terlebih dulu?”


“Tidak perlu, walau hari ini kamu membantai Klan Kehancuran Surgawi , saya tidak akan dimanfaatkan olehmu…”


Setelah selesai berkata, Zaru sudah membuat persiapan untuk bertarung.


__ADS_1


__ADS_2