Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

“Kalau begitu kebetulan sekali, saya mau melihat keluarga dan klan bela diri mana yang memihak Keluarga Himawan, maka saya akan menghabisi mereka sekalian!”


Aron berkata dengan ekspresi dingin.


Eddyt melihat Aron yang sudah bertekad dan tidak bisa dibujuk, segera pergi untuk mencari Tuan Gino.


Aron melawan begitu banyak klan dan keluarga bela diri bersamaan maka pasti akan kalah!


Namun Eddyt tidak tahu bahwa kekuatan Aron sekarang sudah tidak sama lagi dengan sebelumnya.


Dia melangkah masuk ke vila Keluarga Himawan!


Dan sesampainya di pintu, Aron dihentikan oleh penjaga yang berjaga di pintu.


“Halo, apakah kamu memiliki undangan?”


Penjaga itu bertanya pada Aron.


Aron menggelengkan kepalanya.


"Tidak memiliki undangan tidak bisa masuk, enyahlah…”


Melihat Aron tidak memiliki undangan dan hendak berjalan masuk, raut wajah penjaga itu menjadi dingin.


“Saya datang untuk mengantarkan hadiah kepada Tuan Muda kalian.”


Aron berkata dengan ringan.


“Mengantar hadiah? Hadiah apa?”


Penjaga itu melihat Aron datang dengan tangan kosong dan sama sekali tidak membawa hadiah!


“Mengantar kepala manusia!”


Setelah selesai bicara, tangan Aron langsung meraih penjaga itu dan memelintir kepalanya.


Setelah berjalan masuk ke dalam aula, Aron langsung melemparkan kepala manusia yang ada di tangannya.

__ADS_1


Bruak bruak…


Kepala manusia itu berguling-guling di atas meja yang ada di tengah ruangan dan menghancurkan banyak gelas.


Semua orang juga terkejut dengan pemandangan yang mendadak ini.


Walau mereka semua adalah pemimpin dari keluarga atau klan bela diri, tapi mereka belum pernah melihat pemandangan seperti ini.


Segera, suasana di lokasi menjadi tegang.


Raut wajah Robi dipenuhi dengan kemarahan dan melihat ke arah pintu.


Di saat dia melihat sosok Aron sepasang matanya tersentak.


“Aron?” Robi sedikit terkejut : “Tidak di sangka kamu sudah keluar ya, sudah keluar dari pengasingan tapi tidak segera melarikan diri, malah berani-beraninya datang kemari untuk mencari kematian?”


“Di mana Empat Tetua Iblis?”


Aron bertanya dengan dingin.


“Ternyata kamu mencari Empat Tetua Iblis ya, saya bisa memberitahumu, mereka ada di dalam penjara air milik Keluarga Himawan, apakah kamu ingin menemani mereka?”


“Jangan omong kosong, serahkan mereka atau mati…”


Suara Aron sangat dingin dan tersirat keinginan membunuh yang mengerikan.


“Hahaha, sialan, otakmu sudah rusak ya, kamu tidak melihat siapa orang-orang yang ada di sini.”


“Hanya mengandalkanmu sendiri juga berani datang ke Keluarga Himawan untuk menginginkan orang?”


“Saya rasa kamu sudah bosan hidup.”


Robi tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka Aron akan memiliki kemampuan untuk membunuhnya di hadapan begitu banyak ahli bela diri.


“Hanya sekelompok rakyat jelata, kalau tidak ingin mati, maka segera tinggalkan kediaman Keluarga Himawan, siapa pun yang menetap akan saya buat menghilang sepenuhnya dari Kota Dama.”


Aron melirik sekilas ke kerumunan.

__ADS_1


Perkataan Aron langsung membuat banyak orang kesal, bagaimanapun mereka semua adalah pemimpin dari keluarga dan klan bela diri, belum pernah dipermalukan seperti ini.


“Kamu Aron ya, masih begitu muda tapi bicaranya begitu besar, hari ini saya akan membiarkanmu merasakan seranganku!”


Ketua Klan Binsar dari Klan Penjaga Langit berteriak dengan marah, auranya yang agung seketika meledak.


“Hanya kamu? Mengandalkan seorang antek sepertimu juga layak untuk bertarung denganku?”


Aron mencibir dan aura di tubuhnya seketika meledak.


“Saya akan membunuhmu…”


Ketua Klan Binsar mengamuk, meskipun Klan Penjaga Langit berafiliasi dengan Keluarga Himawan, tapi mana mungkin dia bisa menahan diri saat seseorang menyebutnya dengan sebutan antek.


Ketua Klan Binsar melayangkan tamparannya ke arah Aron, sebuah gelombang energi yang sangat besar seketika menghantam ke arah Aron.


Kekuatan Great Grand Master puncak juga tidak bisa diremehkan.


Tubuh Aron memancarkan cahaya keemasan, sebuah energi yang menakutkan membuat semua orang yang ada di sana menjadi tegang!


“Ketua Klan Binsar, jangan gegabah…”


​Robi yang melihat itu bergegas mencoba menghentikan.


Tapi sudah terlambat, tubuh Ketua Klan Binsar sudah melesat keluar dan langsung menuju ke arah Aron.


“Hanya ini?”


Aron menyeringai lalu menghantamkan satu tinjunya.


Cahaya keemasan bersinar di atas tinjunya dan menghantam langsung ke dada Ketua Klan Binsar.


Bam!


Tinju Aron langsung menembus tubuh Ketua Klan Binsar.


Darah menyebar ke mana-mana, dan bau darah seketika menyembur keluar.

__ADS_1



__ADS_2